Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transparansi dan etika bisnis dalam pemasaran produk skincare berbahan niacinamide di Indonesia Andiani Herlina Putri Dega
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 4 No. 4 (2025): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cessie.v4i4.1860

Abstract

Pertumbuhan pesat industri skincare di Indonesia menimbulkan tantangan etika, terutama terkait transparansi informasi dan tanggung jawab pemasaran. Produk berbahan niacinamide sering diklaim berlebihan tanpa bukti ilmiah yang memadai, sehingga memunculkan persoalan moral, hukum, dan kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan etika bisnis dan transparansi dalam pemasaran skincare berbahan niacinamide serta merumuskan model konseptual etika transparansi bisnis. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap publikasi ilmiah, regulasi, dan laporan industri yang relevan dengan etika pemasaran dan perlindungan konsumen. Analisis dilakukan secara kualitatif tematik untuk mengidentifikasi pelanggaran transparansi dan praktik bisnis yang tidak etis. Hasil menunjukkan bahwa praktik overclaim dan ketidakjelasan kadar bahan aktif melanggar prinsip kejujuran dan tanggung jawab, sedangkan penerapan ethical transparency, melalui keterbukaan bahan aktif, uji keamanan, dan komunikasi edukatif, meningkatkan kepercayaan publik dan daya saing merek. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara etika bisnis, regulasi hukum, dan literasi konsumen menjadi fondasi bagi industri skincare yang berintegritas dan berkelanjutan.
Gajah Sebagai Simbolik Perlawanan Deforestasi Hutan:Analisis Netnografi terhadap Kampanye #Savetessonilo Pardianto Pardianto; Andiani Herlina Putri Dega; Putri Daudia Arini; Ovalia Ovalia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 4 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i4.3176

Abstract

Kampanye digital #SaveTessoNilo menjadi salah satu bentuk aktivisme lingkungan paling signifikan dalam beberapa bulan terakhir di Indonesia, khususnya terkait isu deforestasi dan konflik manusia–gajah di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Kerusakan kawasan hutan yang masif akibat perluasan perkebunan sawit ilegal, lemahnya pengawasan, serta fragmentasi habitat telah berdampak pada peningkatan intensitas konflik antara manusia dan Gajah Sumatera. Dalam konteks tersebut, gajah terutama figur “Domang” dan ibunya “Ria” mengalami transformasi makna dalam ruang digital, tidak hanya sebagai satwa liar yang terancam punah, tetapi sebagai simbol perlawanan ekologis terhadap deforestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana simbolisme gajah dibentuk, dinegosiasikan, dan disirkulasikan dalam kampanye #SaveTessoNilo melalui metode netnografi. Data dikumpulkan melalui observasi interaksi netizen, analisis video dokumenter, komentar publik di media sosial, liputan berita, dan konten informasional dari lembaga konservasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi digital memainkan peran penting dalam membangun konstruksi sosial mengenai krisis ekologis; gajah direpresentasikan sebagai korban ketidakadilan struktural akibat eksploitasi hutan. Selain itu, kampanye digital memperkuat kesadaran moral publik, menciptakan solidaritas ekologis, dan menggeser isu deforestasi dari persoalan lingkungan menjadi persoalan etika dan politik. Studi ini mempertegas bahwa aktivisme digital dapat menjadi instrumen efektif dalam mendorong respons negara dan mempengaruhi opini publik dalam isu konservasi. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoretis pada kajian netnografi, ekologi politik, dan komunikasi lingkungan di era digital.