Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Preferensi Karir Pegawai ASN Antara Jabatan Fungsional dan Jabatan Struktural: Studi Kasus di Instansi X Prita Indrianingsih; Andi Mardhotilla; Anjar Prasetyo; Ovalia Ovalia
Journal of Economics and Business UBS Vol. 15 No. 1 (2026): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/z19dtc91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi karier ASN serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pilihan antara jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan instansi pemerintah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan analisis tematik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi non-partisipan terbatas, dan studi dokumentasi terhadap kebijakan dan regulasi kepegawaian. Partisipan penelitian terdiri dari ASN yang  menduduki jabatan fungsional, jabatan struktural, dan jabatan pelaksana di lingkungan instansi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi karier ASN didominasi terhadap pilihan jabatan fungsional daripada struktural, dan dipengaruhi oleh kombinasi faktor-faktor berupa kejelasan dan kepastian karier, beban kerja dan tanggung jawab, stabilitas geografis dan keseimbangan hidup, aktualisasi keahlian dan profesionalisme, serta arah kebijakan dan keamanan karier. Dimana factor yang paling mempengaruhi adalah kejelasan dan kepastian terhadap karier. Jabatan fungsional cenderung dipersepsikan sebagai jalur karier yang lebih stabil dan terarah, sedangkan jabatan struktural dipandang menawarkan pengakuan formal dan peluang kepemimpinan yang lebih luas. Penelitian ini menegaskan bahwa preferensi karier ASN merupakan hasil pemaknaan subjektif atas pengalaman kerja dalam konteks kebijakan dan organisasi yang terus berubah.
Normalisasi Kompensasi Jasa Kuli Bongkar: Fenomena Culture Lag dan Strategi Adaptasi Masyarakat Agraris dalam Transisi Menuju Masyarakat Industri Yordhi Rachmatdian; Tri Widyanto; Andhre Filsen N; Ovalia Ovalia
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i2.7552

Abstract

Pembangunan industri di Indonesia sejak era Orde Baru melalui Program Pembangunan Lima Tahun (PELITA) telah mendorong transformasi struktural perekonomian nasional, dengan Provinsi Jawa Barat sebagai pusat gravitasi sektor manufaktur. Kedekatan geografis dengan Jakarta menjadikan Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bekasi, mengalami pertumbuhan industri yang sangat pesat, ditandai dengan berkembangnya koridor industri besar, termasuk Kawasan Industri Greenland International Industrial Center (GIIC). Perkembangan ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), namun secara simultan memicu pergeseran mata pencaharian masyarakat dari sektor agraris ke sektor industri dan jasa, serta menimbulkan dinamika sosial yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pergeseran mata pencaharian masyarakat desa dan perubahan peran lembaga adat/lokal dalam merespons industrialisasi. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus di Desa Pasir Ranji dan Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah (FGD), dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industrialisasi mendorong perubahan struktur sosial-ekonomi, melemahkan fungsi tradisional lembaga lokal, serta memunculkan potensi konflik sosial akibat tekanan ekonomi dan keterbatasan adaptasi masyarakat agraris. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan pembangunan industri yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan masyarakat lokal.
Gajah Sebagai Simbolik Perlawanan Deforestasi Hutan:Analisis Netnografi terhadap Kampanye #Savetessonilo Pardianto Pardianto; Andiani Herlina Putri Dega; Putri Daudia Arini; Ovalia Ovalia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 4 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i4.3176

Abstract

Kampanye digital #SaveTessoNilo menjadi salah satu bentuk aktivisme lingkungan paling signifikan dalam beberapa bulan terakhir di Indonesia, khususnya terkait isu deforestasi dan konflik manusia–gajah di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Kerusakan kawasan hutan yang masif akibat perluasan perkebunan sawit ilegal, lemahnya pengawasan, serta fragmentasi habitat telah berdampak pada peningkatan intensitas konflik antara manusia dan Gajah Sumatera. Dalam konteks tersebut, gajah terutama figur “Domang” dan ibunya “Ria” mengalami transformasi makna dalam ruang digital, tidak hanya sebagai satwa liar yang terancam punah, tetapi sebagai simbol perlawanan ekologis terhadap deforestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana simbolisme gajah dibentuk, dinegosiasikan, dan disirkulasikan dalam kampanye #SaveTessoNilo melalui metode netnografi. Data dikumpulkan melalui observasi interaksi netizen, analisis video dokumenter, komentar publik di media sosial, liputan berita, dan konten informasional dari lembaga konservasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi digital memainkan peran penting dalam membangun konstruksi sosial mengenai krisis ekologis; gajah direpresentasikan sebagai korban ketidakadilan struktural akibat eksploitasi hutan. Selain itu, kampanye digital memperkuat kesadaran moral publik, menciptakan solidaritas ekologis, dan menggeser isu deforestasi dari persoalan lingkungan menjadi persoalan etika dan politik. Studi ini mempertegas bahwa aktivisme digital dapat menjadi instrumen efektif dalam mendorong respons negara dan mempengaruhi opini publik dalam isu konservasi. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoretis pada kajian netnografi, ekologi politik, dan komunikasi lingkungan di era digital.