M Ansyar Bora
Institut Teknologi Batam

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Waktu Kerja Operator pada Proses Cutting di Perusahaan Manufaktur dengan Metode Maynard Operation Sequence Technique (MOST): Evaluasi Waktu Kerja Operator pada Proses Cutting di Perusahaan Manufaktur dengan Metode Maynard Operation Sequence Technique (MOST) M Ansyar Bora; Gunadi; Ririt Dwiputri Permatasari; Herman; Nur Shilah
Jurnal Teknik Ibnu Sina (JT-IBSI) Vol. 9 No. 02 (2024): JT-IBSI (Jurnal Teknik Ibnu Sina)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/jt-ibsi.v9i02.991

Abstract

Produktivitas kerja menjadi perhatian penting dalam industri karena berpengaruh langsung terhadap efisiensi dan output perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode kerja operator cutting proses di Perusahaan manufaktur dengan menggunakan metode Maynard Operation Sequence Technique (MOST). Masalah utama yang ditemukan adalah banyaknya waktu kerja yang terbuang akibat aktivitas transportasi operator, yang berdampak pada rendahnya output produksi. Metode kerja awal menunjukkan waktu baku sebesar 30,015 menit/box dengan output standar 16 box/hari atau 672 lembar material/hari. Dengan menghilangkan aktivitas transportasi dalam metode kerja usulan, waktu baku menurun menjadi 20,4775 menit/box, menghasilkan output standar 24 box/hari atau 1008 lembar material/hari, sehingga mencapai target perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbaikan metode kerja dapat meningkatkan efisiensi waktu dan jumlah produksi secara signifikan. Temuan ini penting untuk mendukung peningkatan produktivitas tenaga kerja dan optimalisasi proses produksi di industri manufaktur.
Analisis Risiko Ergonomis pada Aktivitas Pengangkatan Cable Box 800G Menggunakan Metode Nordic Body Map, Recommended Weight Limit, dan Lifting Index di PT XYZ Dewinta Marbun; M Ansyar Bora; Sari Rahmiati; I Made Sondra Wijaya; Elsa Putri Pertiwi
Jurnal Teknik Ibnu Sina (JT-IBSI) Vol. 10 No. 2 (2025): JT-IBSI (Jurnal Teknik Ibnu Sina)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/jt-ibsi.v10i2.1288

Abstract

Aktivitas pengangkatan manual merupakan salah satu faktor yang berpotensi menimbulkan risiko ergonomis pada pekerja industri manufaktur, terutama jika dilakukan secara berulang dengan postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko ergonomis pada aktivitas pengangkatan Cable Box 800G di PT XYZ dengan menggunakan metode Nordic Body Map (NBM), Recommended Weight Limit (RWL), dan Lifting Index (LI). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta pengukuran langsung terhadap dua operator yang melakukan pengangkatan tiga kardus Cable Box 800G dengan berat berbeda, yaitu 11,685 Kg dan 9,165 Kg. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa aktivitas pengangkatan dengan berat 11,685 Kg memiliki nilai LI sebesar 3,748, yang berarti berisiko tinggi terhadap cedera muskuloskeletal. Sebaliknya, aktivitas dengan berat 9,165 Kg menghasilkan nilai LI 0,99, yang masih berada dalam batas aman. Hasil kuesioner NBM memperlihatkan bahwa keluhan paling dominan dialami pada bagian punggung bawah dan bahu, akibat posisi kerja membungkuk dan gerakan pengangkatan berulang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa risiko ergonomis pada pekerja tidak hanya dipengaruhi oleh berat beban, tetapi juga oleh postur tubuh, frekuensi, dan cara kerja. Diperlukan penerapan prinsip ergonomi seperti perbaikan posisi kerja, modifikasi desain beban, dan penggunaan alat bantu angkat untuk menurunkan risiko cedera serta meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pekerja.