Elsa Putri Pertiwi
Institut Teknologi Batam

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Risiko Ergonomis pada Aktivitas Pengangkatan Cable Box 800G Menggunakan Metode Nordic Body Map, Recommended Weight Limit, dan Lifting Index di PT XYZ Dewinta Marbun; M Ansyar Bora; Sari Rahmiati; I Made Sondra Wijaya; Elsa Putri Pertiwi
Jurnal Teknik Ibnu Sina (JT-IBSI) Vol. 10 No. 2 (2025): JT-IBSI (Jurnal Teknik Ibnu Sina)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/jt-ibsi.v10i2.1288

Abstract

Aktivitas pengangkatan manual merupakan salah satu faktor yang berpotensi menimbulkan risiko ergonomis pada pekerja industri manufaktur, terutama jika dilakukan secara berulang dengan postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko ergonomis pada aktivitas pengangkatan Cable Box 800G di PT XYZ dengan menggunakan metode Nordic Body Map (NBM), Recommended Weight Limit (RWL), dan Lifting Index (LI). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta pengukuran langsung terhadap dua operator yang melakukan pengangkatan tiga kardus Cable Box 800G dengan berat berbeda, yaitu 11,685 Kg dan 9,165 Kg. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa aktivitas pengangkatan dengan berat 11,685 Kg memiliki nilai LI sebesar 3,748, yang berarti berisiko tinggi terhadap cedera muskuloskeletal. Sebaliknya, aktivitas dengan berat 9,165 Kg menghasilkan nilai LI 0,99, yang masih berada dalam batas aman. Hasil kuesioner NBM memperlihatkan bahwa keluhan paling dominan dialami pada bagian punggung bawah dan bahu, akibat posisi kerja membungkuk dan gerakan pengangkatan berulang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa risiko ergonomis pada pekerja tidak hanya dipengaruhi oleh berat beban, tetapi juga oleh postur tubuh, frekuensi, dan cara kerja. Diperlukan penerapan prinsip ergonomi seperti perbaikan posisi kerja, modifikasi desain beban, dan penggunaan alat bantu angkat untuk menurunkan risiko cedera serta meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pekerja.
TRANSFORMASI DIGITAL LAYANAN ADMINISTRASI MELALUI SOSIALISASI WEBSITE KERJA PRAKTIK DAN TUGAS AKHIR TEKNIK INDUSTRI ITEBA Elsa Sri Erjuni Rumapea; Elsa Putri Pertiwi; Amirah Nova Khairiyah Pane; Ibnu Anugrah; Rina Agustina; I Made Dwika Parama Yudha; Arei Yovano; Dava Raihan Putra
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol. 13 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/7yy49j42

Abstract

The digital transformation of academic administration services represents a critical requirement for enhancing the effectiveness and efficiency of higher education management. A primary challenge confronting the Industrial Engineering Study Program is the underutilization of the Work Practice (KP) and Final Project (TA) websites, compounded by the absence of standardized formats for administrative submissions, which continue to be processed via email. Such conditions contribute to processing delays, administrative errors, and an escalating workload for administrative staff. This community service initiative aims to advance the digital transformation of administrative services through the socialization of the KP and TA website and the standardization of administrative submission formats. The implementation employed an educational and participatory approach encompassing needs identification, material development, website socialization, and technical assistance, as well as monitoring and evaluation. The findings demonstrate a significant improvement in students’ and lecturers’ understanding of the KP and TA website, greater uniformity in administrative submission formats, and an enhanced potential for service efficiency. This initiative contributes to the optimal utilization of information systems and the cultivation of a digital literacy culture within the industrial engineering study program.