Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Sinergi Framework RACI dan Six Sigma dalam Optimaliasi Efisiensi Manajemen SDM di Perusahaan Manufaktur Batam Sondra Wijaya, I Made; Pertiwi, Elsa Putri; Sari, Dely Indah; Oktafebrian, Febby
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober-November 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i6.6432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi antara Framework RACI (Responsible, Accountable, Consulted, Informed) dan metode Six Sigma dalam upaya optimalisasi efisiensi manajemen sumber daya manusia (SDM) di perusahaan manufaktur Batam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner berbasis skala likert yang disebarkan kepada 70 responden (karyawan operasional, supervisor, dan manajer). Hasil penelitian menunjukkan penerapan RACI memperoleh skor rata-rata 3,92, Six Sigma 4,06, sinergi RACI–Six Sigma 4,06, dan efisiensi manajemen SDM 4,01. Faktor pendukung utama implementasi adalah dukungan manajemen puncak dan budaya kerja adaptif, sedangkan tantangan utama adalah resistensi karyawan dan kurangnya pelatihan teknis. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa sinergi RACI dan Six Sigma mampu mengoptimalkan efisiensi manajemen SDM, meskipun diperlukan strategi tambahan untuk peningkatan produktivitas dan perbaikan berkelanjutan.
Perancangan Sistem Informasi Kerja Praktek dan Tugas Akhir Berbasis Website Pada Program Studi Teknik Industri ITEBA Menggunakan Pendekatan Data Flow Diagram (DFD) Pane, Amirah Nova Khairiyah; rumapea, Elsa Sri Erjuni; Azzahra, Fadhilla; Anugrah, Ibnu; Maulidina, Siti Nur; Gucci, Dinda Okta Dwi Yanti Ridwan; Pertiwi, Elsa Putri
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 2 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i2.8423

Abstract

The administrative process of Kerja Praktek (KP) and Tugas Akhir (TA) in the Industrial Engineering Department ITEBA is still conducted manually, which often causes problems in registration, data recording, student progress monitoring, and communication between students, supervisors, and coordinators. This study aims to design a web-based information system to support more efficient, transparent, and structured KP and TA management. The method used is system modeling with the DFD approach and implemented with Glide App. The results produced an information system with key features such as online registration, document upload, progress monitoring, dashboards for students, supervisors, and coordinators, document archiving. Functionality testing showed that all features operated as required, while user satisfaction surveys indicated that 85% students, 90% supervisors, and 80% coordinators felt that the system improved convenience, efficiency, and transparency in KP and TA process. These findings indicate that the system successfully addresses manual administration issues and serves as a foundation for the future development of broader digital academic system.
Sinergi Framework RACI dan Six Sigma dalam Optimaliasi Efisiensi Manajemen SDM di Perusahaan Manufaktur Batam I Made Sondra Wijaya; Elsa Putri Pertiwi; Dely Indah Sari; Febby Oktafebrian
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober-November 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i6.6432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi antara Framework RACI (Responsible, Accountable, Consulted, Informed) dan metode Six Sigma dalam upaya optimalisasi efisiensi manajemen sumber daya manusia (SDM) di perusahaan manufaktur Batam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner berbasis skala likert yang disebarkan kepada 70 responden (karyawan operasional, supervisor, dan manajer). Hasil penelitian menunjukkan penerapan RACI memperoleh skor rata-rata 3,92, Six Sigma 4,06, sinergi RACI–Six Sigma 4,06, dan efisiensi manajemen SDM 4,01. Faktor pendukung utama implementasi adalah dukungan manajemen puncak dan budaya kerja adaptif, sedangkan tantangan utama adalah resistensi karyawan dan kurangnya pelatihan teknis. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa sinergi RACI dan Six Sigma mampu mengoptimalkan efisiensi manajemen SDM, meskipun diperlukan strategi tambahan untuk peningkatan produktivitas dan perbaikan berkelanjutan.
Analisis Risiko Ergonomis pada Aktivitas Pengangkatan Cable Box 800G Menggunakan Metode Nordic Body Map, Recommended Weight Limit, dan Lifting Index di PT XYZ Dewinta Marbun; M Ansyar Bora; Sari Rahmiati; I Made Sondra Wijaya; Elsa Putri Pertiwi
Jurnal Teknik Ibnu Sina (JT-IBSI) Vol. 10 No. 2 (2025): JT-IBSI (Jurnal Teknik Ibnu Sina)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/jt-ibsi.v10i2.1288

Abstract

Aktivitas pengangkatan manual merupakan salah satu faktor yang berpotensi menimbulkan risiko ergonomis pada pekerja industri manufaktur, terutama jika dilakukan secara berulang dengan postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko ergonomis pada aktivitas pengangkatan Cable Box 800G di PT XYZ dengan menggunakan metode Nordic Body Map (NBM), Recommended Weight Limit (RWL), dan Lifting Index (LI). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta pengukuran langsung terhadap dua operator yang melakukan pengangkatan tiga kardus Cable Box 800G dengan berat berbeda, yaitu 11,685 Kg dan 9,165 Kg. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa aktivitas pengangkatan dengan berat 11,685 Kg memiliki nilai LI sebesar 3,748, yang berarti berisiko tinggi terhadap cedera muskuloskeletal. Sebaliknya, aktivitas dengan berat 9,165 Kg menghasilkan nilai LI 0,99, yang masih berada dalam batas aman. Hasil kuesioner NBM memperlihatkan bahwa keluhan paling dominan dialami pada bagian punggung bawah dan bahu, akibat posisi kerja membungkuk dan gerakan pengangkatan berulang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa risiko ergonomis pada pekerja tidak hanya dipengaruhi oleh berat beban, tetapi juga oleh postur tubuh, frekuensi, dan cara kerja. Diperlukan penerapan prinsip ergonomi seperti perbaikan posisi kerja, modifikasi desain beban, dan penggunaan alat bantu angkat untuk menurunkan risiko cedera serta meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pekerja.
Perancangan Meja Mesin Jahit yang Ergonomis Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment dengan Analisis Rapid Upper Limb Assessment Anugrah, Ibnu; Dinda Okta Dwiyanti Ridwan Gucci; Resta Wulan Zaauza; Elsa Sri Erjuni Rumapea; Amirah Nova Khairiyah Pane; Elsa Putri Pertiwi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembuatan totebag souvenir melibatkan beberapa tahapan yang menuntut efisiensi dan kenyamanan kerja operator. Dalam aktivitas menjahit, pekerja membutuhkan fasilitas kerja yang ergonomis seperti meja mesin jahit yang dirancang agar operator tidak perlu berpindah tempat berulang kali. Tujuannya adalah meningkatkan kecepatan, kenyamanan, serta menjaga kesehatan pekerja selama proses produksi. Penelitian ini menggabungkan metode Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk menganalisis keluhan otot dan postur kerja awal. Hasil survei NBM menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) merasakan nyeri atau pegal di bahu kiri dan punggung, sementara 87% mengeluh pada lengan bawah kiri dan pergelangan tangan kiri. Berdasarkan analisis RULA, aktivitas menjahit dinilai memiliki tingkat risiko sedang dan memerlukan tindakan perbaikan dalam waktu dekat. Melalui metode Ergonomic Function Deployment (EFD) dan data antropometri, dilakukan perancangan ulang meja menjahit dengan prioritas utama mengurangi rasa pegal (skor 2,28), menambah kenyamanan (skor 2,19), serta mencegah cedera (skor 1,86). Hasil akhirnya berupa meja mesin jahit ergonomis berukuran 150 × 92 × 74 cm, dengan panjang mengikuti rentang tangan, lebar berdasarkan jangkauan tangan, serta tinggi disesuaikan dengan tinggi siku dan popliteal duduk.
TRANSFORMASI DIGITAL LAYANAN ADMINISTRASI MELALUI SOSIALISASI WEBSITE KERJA PRAKTIK DAN TUGAS AKHIR TEKNIK INDUSTRI ITEBA Elsa Sri Erjuni Rumapea; Elsa Putri Pertiwi; Amirah Nova Khairiyah Pane; Ibnu Anugrah; Rina Agustina; I Made Dwika Parama Yudha; Arei Yovano; Dava Raihan Putra
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol. 13 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/7yy49j42

Abstract

The digital transformation of academic administration services represents a critical requirement for enhancing the effectiveness and efficiency of higher education management. A primary challenge confronting the Industrial Engineering Study Program is the underutilization of the Work Practice (KP) and Final Project (TA) websites, compounded by the absence of standardized formats for administrative submissions, which continue to be processed via email. Such conditions contribute to processing delays, administrative errors, and an escalating workload for administrative staff. This community service initiative aims to advance the digital transformation of administrative services through the socialization of the KP and TA website and the standardization of administrative submission formats. The implementation employed an educational and participatory approach encompassing needs identification, material development, website socialization, and technical assistance, as well as monitoring and evaluation. The findings demonstrate a significant improvement in students’ and lecturers’ understanding of the KP and TA website, greater uniformity in administrative submission formats, and an enhanced potential for service efficiency. This initiative contributes to the optimal utilization of information systems and the cultivation of a digital literacy culture within the industrial engineering study program.
Comparative Analysis of Transportation Methods in The Distribution of Frozen Chicken Products Amirah Nova Khairiyah Pane; Elsa Sri Erjuni Rumapea; Elsa Putri Pertiwi; Dinda Azzahara Salzabillah; Nia Gracia Banik; Devi Ramuna
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 14 No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v14i2.2823

Abstract

Distribution is a critical component of logistics systems, especially in the food industry where perishable products such as frozen chicken require strict temperature control and timely delivery. CV XYZ, a frozen chicken distributor in Batam, encounters several operational challenges, including high transportation costs, limited cold chain infrastructure, and inefficient allocation of distribution routes. These issues not only increase operational expenses but also pose risks to product quality and delivery reliability. Therefore, an effective distribution strategy is required to ensure cost efficiency and service performance. This study aims to identify the most efficient transportation method to minimize distribution costs by applying three initial solution approaches: North West Corner Rule (NWCR), Least Cost (LC), and Vogel’s Approximation Method (VAM). The solutions obtained from each method were further evaluated using the Stepping Stone method to test their optimality. This research adopts a quantitative approach using a mathematical transportation model, with data collected through interviews and direct field observations. The results show that the VAM method produces the lowest initial distribution cost of Rp57,062,000, compared to Rp60,022,000 for the LC method and Rp63,916,000 for the NWCR method. After optimality testing, only the VAM solution remained unchanged, indicating that it had already reached optimality. Thus, VAM is recommended as the most effective method for optimizing frozen chicken distribution costs at CV XYZ Batam.
Analisis Risiko Ergonomis pada Aktivitas Pengangkatan Cable Box 800G Menggunakan Metode Nordic Body Map, Recommended Weight Limit, dan Lifting Index di PT XYZ Dewinta Marbun; M. Ansyar Bora; Sari Rahmiati; I Made Sondra Wijaya; Elsa Putri Pertiwi
Jurnal Teknik Ibnu Sina Vol 10 No 02 (2025): Jurnal Teknik Ibnu Sina
Publisher : Jurnal Teknik Ibnusina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas pengangkatan manual merupakan salah satu faktor yang berpotensi menimbulkan risiko ergonomis pada pekerja industri manufaktur, terutama jika dilakukan secara berulang dengan postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko ergonomis pada aktivitas pengangkatan Cable Box 800G di PT XYZ dengan menggunakan metode Nordic Body Map (NBM), Recommended Weight Limit (RWL), dan Lifting Index (LI). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta pengukuran langsung terhadap dua operator yang melakukan pengangkatan tiga kardus Cable Box 800G dengan berat berbeda, yaitu 11,685 Kg dan 9,165 Kg. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa aktivitas pengangkatan dengan berat 11,685 Kg memiliki nilai LI sebesar 3,748, yang berarti berisiko tinggi terhadap cedera muskuloskeletal. Sebaliknya, aktivitas dengan berat 9,165 Kg menghasilkan nilai LI 0,99, yang masih berada dalam batas aman. Hasil kuesioner NBM memperlihatkan bahwa keluhan paling dominan dialami pada bagian punggung bawah dan bahu, akibat posisi kerja membungkuk dan gerakan pengangkatan berulang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa risiko ergonomis pada pekerja tidak hanya dipengaruhi oleh berat beban, tetapi juga oleh postur tubuh, frekuensi, dan cara kerja. Diperlukan penerapan prinsip ergonomi seperti perbaikan posisi kerja, modifikasi desain beban, dan penggunaan alat bantu angkat untuk menurunkan risiko cedera serta meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pekerja.
Design and Development of An Optimized Automatic Flour Dosing Machine for SME Bakeries Elsa Sri Erjuni Rumapea; Hannifah Robbani; Ibnu Anugrah; Elsa Putri Pertiwi; Windy Wijayanti
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 12 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v12i1.12030

Abstract

This study presents the design and development of an optimized automatic flour dosing machine to improve dosing accuracy, operational usability, and repeatability for small and medium-sized bakery enterprises (SMEs). The research integrates product design and development principles with mechanical flow optimization to address the limitations of conventional manual and semi-automated dosing systems. A six-stage Engineering Design Process (EDP) was employed, encompassing user needs identification, quality function deployment (QFD)-based specification development, concept generation and selection using a Pugh matrix, prototype fabrication, and experimental validation. The proposed system integrates an HX711-coupled load cell sensor, an HC-SR04 ultrasonic proximity sensor, an Arduino Uno microcontroller, and an optimized funnel–gate dispensing mechanism to regulate powder flow. Performance was evaluated using a multi-setpoint approach (10 g, 30 g, and 50 g) with 30 independent trials per setpoint. Results demonstrate that the system achieved a mean absolute percentage error (MAPE) of 1.54%, 1.32%, and 1.83% at 10 g, 30 g, and 50 g setpoints, respectively, all below the 2% threshold and well within the 5% design specification. The coefficient of variation (CV) remained below 2.3% across all conditions, confirming stable repeatability. The modular, DfA-compliant architecture enhances manufacturability and maintainability while preserving cost-effectiveness for SME adoption. These findings indicate that dosing performance in SME-scale food production systems is influenced not only by electronic control accuracy but also by the optimization of mechanical flow behavior. The study contributes theoretically by demonstrating the role of mechanical dispensing design as a complementary determinant of dosing precision, while providing SME practitioners with a low-cost and maintainable automation framework suitable for resource-constrained production environments.