Syahrul
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Legislasi Syariah dalam Sistem Hukum Modern: Tantangan dan Peluang di Era Digital Syahrul; Muhammad Audy Andy; Rifyan Zahir; Kurniati
Aksioreligia Vol. 3 No. 2 (2025): Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/aksioreligia.v3i2.763

Abstract

The integration of Sharia legislation into the modern legal system is becoming increasingly relevant in the digital era. Advances in technology and globalization demand the harmonization of Islamic law with contemporary regulations to address social, economic, and political challenges. This study aims to analyze the opportunities and challenges of integrating Sharia law into modern legal systems, particularly in the context of digitalization. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method. Data is obtained through a literature review encompassing Islamic legal literature, statutory regulations, and academic studies on digital law and technology. The analysis is conducted using comparative and interpretative methods to examine the application of Sharia law in various countries. The findings indicate that despite challenges such as differences in legal concepts, social resistance, and digital infrastructure limitations, the digital era also presents significant opportunities for Sharia legislation. The use of technologies such as blockchain, artificial intelligence, and smart contracts can enhance transparency and effectiveness in applying Sharia law. With adaptive regulatory strategies and collaboration among scholars, academics, and technology experts, the integration of Sharia legislation into modern legal systems can be achieved in a more inclusive and applicable manner.
Pemikiran Historiografi Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah dan Ralevansinya terhadap Historiografi Modern Nur Ahsan Syakur; Syamhari; Ahmad Habib Akramullah; Syahrul; Muh. Ainul Yaqin Azis
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 2 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i2.675

Abstract

Historiografi Islam klasik pada umumnya berkembang melalui tradisi periwayatan yang menekankan aspek transmisi berita dan penyusunan kronologi peristiwa sejarah. Meskipun memiliki kontribusi besar dalam pelestarian sejarah Islam, pendekatan tersebut sering kali belum disertai analisis kritis terhadap faktor-faktor sosial, ekonomi, politik, dan geografis yang melatarbelakangi suatu peristiwa sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembaruan historiografi yang ditawarkan Ibnu Khaldun melalui Muqaddimah serta menelaah relevansi pemikirannya terhadap perkembangan historiografi modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui analisis terhadap sumber primer dan berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan historiografi Ibnu Khaldun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Khaldun melakukan transformasi penting dalam historiografi Islam dengan menempatkan sejarah sebagai disiplin ilmu yang harus dianalisis secara kritis melalui verifikasi sumber, pengujian rasional, dan analisis hubungan sebab-akibat. Selain itu, konsep asabiyyah dan umran yang dikembangkannya tidak hanya berfungsi sebagai teori sosial, tetapi juga sebagai instrumen metodologis dalam menjelaskan dinamika perubahan masyarakat dan perkembangan peradaban. Penelitian ini juga menemukan adanya kesesuaian metodologis antara pemikiran historiografi Ibnu Khaldun dan historiografi modern, khususnya dalam aspek kritik sumber, sejarah sosial, dan pendekatan multidisipliner. Oleh karena itu, pemikiran Ibnu Khaldun dapat dipahami sebagai salah satu fondasi penting dalam perkembangan historiografi kritis dan sejarah sosial modern.