Ni Wayan Arya Utami
Universitas Udayana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi usia ideal menikah untuk mencegah melahirkan anak dengan stunting Luh Seri Ani; Ni Wayan Arya Utami; I Gede Herry Purnama; Luh Mertasari; Putu Paramitha Budiartami; Ni Made Desi Suzika Dewi
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i22025p221-235

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan pada balita yang dapat dicegah. Pernikahan pada usia anak atau kurang dari 20 tahun merupakan salah satu faktor risiko kejadian stunting pada balita. Pernikahan pada usia remaja cenderung diikuti oleh peristiwa kehamilan usia remaja. Di sisi lain pengetahuan remaja tentang efek negatif pernikahan usia muda masih rendah. Berdasarkan hal tersebut maka pengabdian ini diselenggarakan untuk menurunkan resiko melahirkan anak dengan stunting saat hamil. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode presentasi dan pemutaran film pendek “Dini” pernikahan usia dini. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh remaja yang berdomisili di desa Sarimekar Kecamatan Buleleng-Bali. Materi pengabdian diberikan oleh 2 orang pembicara yang handal di bidang stunting dan kesehatan pra hamil. Pelaksanaan pengabdian ini berlangsung lancar dan sesuai dengan yang direncanakan. Berdasarkan hasil penilaian dijumpai bahwa peserta sosialisasi sangat antusias mendengarkan ceramah dan aktif pada sesi tanya jawab. Berdasarkan wawancara dijumpai bahwa peserta pengabdian mendapatkan manfaat positif dari pengabdian yang dilaksanakan. Sehingga disimpulkan bahwa pengabdian ini berhasil dilakukan meskipun terdapat keterbatasan dalam penyelenggaraannya. Pengabdian ini menyarankan untuk melakukan kembali sosialisasi tentang usia ideal menikah pada remaja dengan frekuensi yang lebih sering dan durasi yang lebih panjang sehingga pengetahuan remaja tentang usia ideal menikah dapat berubah menjadi perilaku untuk menghindari pernikahan usia dini.
Pengaruh Kekurangan Energi Kronis Pada Ibu Hamil Terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Wilayah Tabanan Bali Ni Made Titin Pradnyantari; Ni Ketut Sutiari; Ni Wayan Arya Utami
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25034

Abstract

ABSTRACT Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a nutritional problem that has serious impacts on maternal and fetal health and significantly increases the risk of Low Birth Weight (LBW). This study aimed to determine the effect of CED in pregnant women on the incidence of LBW in Tabanan, Bali. A retrospective cohort design was used, involving 317 postpartum mothers from January 2024 to January 2025, conducted in July–August 2025. Data were obtained from maternal and child health (MCH) books recorded in extraction forms, then analyzed using chi-square tests and logistic regression. Pregnant women with CED had an LBW incidence of 13.8% compared to 3.5% among those without CED. The Chi-Square test showed a significant association between CED and maternal education with LBW incidence. Binary logistic regression analysis confirmed these findings, showing a significant result for CED status (p=0.025; RR=4.18; 95% CI: 1.20–14.56). Meanwhile, other variables such as anemia status, maternal age, gestational age, occupation, parity, birth spacing, and ANC visit status did not show significant effects. CED in pregnant women was identified as the most influential factor for LBW, with a fourfold increased risk. Maternal and Child Health programs need to be optimized and ensured in all community health centers, including continuous distribution of supplementary feeding and iron-folic acid tablets through community health volunteers, focusing on improving maternal nutritional status through nutrition monitoring, balanced diet education, and regular ANC visits tailored to maternal education levels. Keywords: CED In Pregnant Women, LBW, Maternal Nutrition, Maternal and Child Health.  ABSTRAK Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin, serta secara signifikan dapat meningkatkan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh KEK pada ibu hamil terhadap kejadian BBLR di wilayah Tabanan Bali. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif melibatkan 317 ibu post partum rentang waktu Januari 2024-Januari 2025 yang dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2025. Data diperoleh dari buku KIA yang ditulis dalam formulir ekstraksi data, kemudian dianalisis dengan uji chi square test dan regresi logistik. Ibu hamil dengan KEK memiliki kejadian BBLR sebesar 13.8% dibandingkan ibu hamil tanpa KEK sebesar 3.5%. Uji Chi-Square menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara KEK dan pendidikan terhadap kejadian BBLR. Analisis regresi logistik biner memperkuat temuan tersebut dengan hasil signifikan pada status KEK (p=0.025; RR= 4.18; 95% CI: 1.20–14.56). Sementara itu, variable lain seperti status anemia, usia ibu, usia kehamilan, pekerjaan, paritas, jarak kehamilan dan status kunjungan ANC tidak menunjukkan pengaruh yang bermakna. KEK pada ibu hamil merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan risiko empat kali lebih besar. Program KIA perlu dioptimalkan dan dipastikan pelaksanaannya di seluruh puskesmas, termasuk distribusi PMT dan TTD secara berkesinambungan melalui kader posyandu di setiap wilayah dengan fokus pada perbaikan status gizi ibu hamil melalui pemantauan gizi, edukasi gizi seimbang, serta kunjungan ANC teratur yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan ibu. Kata Kunci: KEK Pada Ibu Hamil, BBLR, Gizi Ibu Hamil, Kesehatan Ibu Dan Anak.