Urgensi penerapan Model Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran PKN terletak pada kemampuannya menumbuhkan kesadaran kritis dan internalisasi nilai, sehingga secara efektif meningkatkan sikap disiplin siswa secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis penerapan model reflective pedagogy dalam meningkatkan sikap kedisiplinan siswa kelas V SD Muhammadiyah Ambarbinangun, Kabupaten Bantul. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya sikap kedisiplinan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, terutama terkait kepatuhan terhadap aturan kelas, tanggung jawab belajar, dan ketepatan waktu. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang berlangsung secara spiral dan berkesinambungan. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa kelas V dan dilaksanakan pada bulan Oktober–November 2025. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dengan instrumen lembar observasi serta angket sikap kedisiplinan dengan instrumen kuesioner tertutup berbentuk skala Likert, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dan persentase. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan sikap kedisiplinan siswa, dengan nilai rata-rata meningkat dari 146,22 pada siklus I menjadi 152,45 pada siklus II. Persentase ketuntasan kedisiplinan juga meningkat dari 86,36% menjadi 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa model reflective pedagogy efektif dalam meningkatkan sikap kedisiplinan siswa.