Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Funneling melalui Media Sosial LAZNAS YAKESMA Kalimantan Tengah dalam Meningkatkan Fundraising Zakat Putri Nur Hidayah; Novi Angga Safitri; Zulkifli Zulkifli
Jurnal el-Huda Vol 17 No 01 (2026): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v17i01.434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi funneling melalui media sosial dalam meningkatkan fundraising zakat di LAZNAS YAKESMA Kalimantan Tengah serta mengidentifikasi kendala dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi media sosial lembaga, dokumentasi, serta wawancara mendalam terhadap tiga narasumber yang terdiri dari staf Marketing Communication, Customer Relationship Management (CRM), dan Fundraising. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi funneling melalui media sosial belum berjalan secara sistematis dan terintegrasi pada seluruh tahapan funneling. Media sosial lebih dominan dimanfaatkan pada tahap awareness, interest, dan consideration sebagai sarana penyampaian informasi program, pengenalan lembaga, serta pembangunan kepercayaan melalui transparansi penyaluran dana. Pada tahap conversion, proses donasi masih didominasi interaksi personal dan kegiatan offline sehingga kontribusi media sosial terhadap asal donatur belum dapat diidentifikasi secara spesifik. Sementara itu, tahap retention telah dilakukan melalui pengelolaan hubungan donatur oleh CRM, namun belum didukung oleh klasifikasi donatur berbasis media sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian digital fundraising dalam lembaga filantropi Islam dengan menunjukkan bahwa media sosial lebih berfungsi sebagai sarana komunikasi dan pembangunan kepercayaan dibandingkan sebagai kanal transaksi donasi secara langsung.
Problematika Pengelolaan Zakat Dan Wakaf Di Narathiwat Thailand Selatan Nur Ribkhi Ibnu Zulfa; Muhammad Noor Sayuti; Zulkifli Zulkifli; Tri Hidayati
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1560

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakselarasan (institutional decoupling) antara struktur formal negara yang sentralistik dengan praktik operasional pengelolaan dana umat yang terfragmentasi di tingkat akar rumput Provinsi Narathiwat, Thailand Selatan. Masalah sosioreligius ini berdampak pada tidak optimalnya potensi filantropi Islam di wilayah Muslim minoritas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara komprehensif problematika sistemik pengelolaan zakat dan wakaf melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kasus. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan analisis integratif multidimensional yang mengaitkan aspek kelembagaan, manajerial (POAC), dan normatif (fikih) secara simultan, guna mengisi celah akademik dari studi-studi terdahulu yang cenderung bersifat parsial. Temuan inti menunjukkan bahwa tata kelola di Narathiwat terhambat oleh keterbatasan otoritas fiskal kelembagaan, lemahnya fungsi perencanaan strategis dan pengawasan, serta kuatnya kekakuan normatif (normative rigidity) lokal yang menutup ruang inovasi kontemporer seperti wakaf uang. Implikasi akademis dan praktis dari penelitian ini menegaskan urgensi dilakukannya reformasi tata kelola oleh Majlis Agama Islam Narathiwat (MAIN) bersama komite masjid melalui digitalisasi laporan keuangan demi memulihkan kepercayaan publik (trust deficit) serta reorientasi program ke arah pemberdayaan ekonomi produktif. Kajian ini memiliki signifikansi besar sebagai panduan strategis dalam merumuskan model tata kelola filantropi Islam berbasis komunitas (community-based governance) yang adaptif di kawasan Asia Tenggara.   This study is driven by the institutional decoupling between centralistic formal state structures and the fragmented operational practices of managing community funds at the grassroots level in Narathiwat Province, Southern Thailand. This socioreligious problem results in the suboptimal realization of Islamic philanthropy's potential in this Muslim minority region. The study aims to comprehensively explore the systemic problems of zakat and waqf management using a qualitative, case-study approach. The novelty of this research lies in its simultaneous application of a multidimensional integrative analysis linking institutional, managerial (POAC), and normative (fiqh) aspects, thereby filling the academic gap left by previous studies that tended to be partial. The core findings reveal that governance in Narathiwat is hindered by limited institutional fiscal authority, weak strategic planning and oversight functions, and strong local normative rigidity that constrains contemporary innovations such as cash waqf. The academic and practical implications of this study underscore the urgent need for governance reform by the Islamic Religious Council of Narathiwat (MAIN) and mosque committees through the digitalization of financial reporting to overcome the trust deficit and reorient programs toward productive economic empowerment. Ultimately, this study holds significant value as a strategic guide for formulating an adaptive, community-based governance model for Islamic philanthropy in Southeast Asia.