Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Kapasitas BUMDes Dalam Mengelola Potensi Ekonomi Lokal: Pengabdian Rahcmad Budi Suharto; Siti Amalia; Juliansyah Roy; Arfiah Busari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5889

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengelola potensi ekonomi lokal secara lebih terarah dan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang meliputi tahap persiapan dan identifikasi permasalahan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengelola BUMDes mengenai konsep dasar, peran strategis, serta fungsi kelembagaan BUMDes dalam mendukung pembangunan ekonomi desa. Selain itu, kapasitas manajerial pengelola BUMDes juga mengalami peningkatan, terutama dalam aspek perencanaan usaha, pengorganisasian kegiatan, serta pengelolaan administrasi dan keuangan yang lebih tertib dan transparan. Kegiatan ini juga mendorong kemampuan pengelola dalam mengidentifikasi dan memetakan potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha bagi BUMDes. Di sisi lain, partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi desa mulai menunjukkan perkembangan positif melalui keterlibatan dalam berbagai aktivitas usaha yang berkaitan dengan BUMDes. Program ini juga menghasilkan rencana awal pengembangan usaha berbasis potensi lokal yang disusun secara partisipatif oleh pengelola BUMDes dan masyarakat desa. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan BUMDes sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Enhancing Innovative Entrepreneurial Behavior of University Alumni MSMEs Owners in Yogyakarta through Entrepreneurship Education, Attitude, Subjective Norms, and Entrepreneurial Intention. Yuni Mariani Manik; Yuliastuty Puspitaningrum; Siti Amalia
Journal of Economics Education and Entrepreneurship Vol 7, No 1 (2026): JEE, APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jee.v7i1.17612

Abstract

High unemployment among educated youth highlights the need for strengthening entrepreneurial capacity and innovative behavior. Universities and the social environment play a strategic role in shaping entrepreneurial mindsets through learning, attitude development, and social reinforcement. The interplay between entrepreneurial learning, attitude, subjective norms, and entrepreneurial intention provides an important theoretical basis for understanding innovative entrepreneurial behavior. This study aims to analyze the direct and indirect influence of entrepreneurial learning, entrepreneurial attitude, subjective norms, and entrepreneurial intention on innovative entrepreneurial behavior among university alumni MSME owners in Yogyakarta. An explanatory research design with a cross-sectional survey approach was adopted. The population consisted of 270 alumni entrepreneurs, and 135 respondents were selected using purposive proportional random sampling based on Krejcie and Morgan’s table. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS software. Entrepreneurial learning significantly enhances entrepreneurial intention, attitude, and innovative entrepreneurial behavior. Entrepreneurial attitude significantly predicts intention and innovative entrepreneurial behavior. Subjective norms significantly influence intention but do not directly affect innovative entrepreneurial behavior. Entrepreneurial intention significantly increases innovative entrepreneurial behavior. Indirect effects confirm that entrepreneurial learning and subjective norms positively shape innovative behavior through entrepreneurial attitude and intention. Strengthening entrepreneurial learning, attitude formation, and intention is essential for fostering innovative entrepreneurial behavior. The findings imply the need to expand entrepreneurship-based curricula, experiential learning environments, and innovation-oriented youth programs within higher education.
Optimalisasi Nilai Tambah Singkong dan Kacang Melalui Inovasi Produk dan Pelatihan Manajemen Biaya Usaha Yuni Mariani Manik; Lilia Pasca Riani; Siti Amalia; Endang Mulyani; Imam Rudi Mustofa; Farhan Adhi Fawwazi; Jayanti Lestari; Tri Astuti
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i2.5468

Abstract

ABSTRACT This community service program aimed to increase the added value of cassava and peanuts while strengthening business cost management among household-scale food entrepreneurs in Kepuh and Kenteng Hamlets, Gunungkidul, Indonesia. A participatory capacity-building approach was implemented through needs assessment, product-processing demonstrations, hands-on practice, simple production technology, bookkeeping and cost-of-production training, mentoring, and descriptive evaluation. Thirty participants developed six product groups, including steamed cassava brownies, Thai-style cassava, flavored ampyang, flavored crispy peanuts, and coated peanuts. Post-activity responses showed that 29 participants (96.7%) gained new knowledge, 28 (93.3%) were able to produce a wider range of cassava and peanut products, 27 (90.0%) reported being able to calculate cost of goods manufactured, and 28 (93.3%) were able to set selling prices. In addition, 29 participants (96.7%) understood the importance of business records and were willing to join follow-up mentoring. The program demonstrates that integrating product innovation with practical cost management can shift rural microenterprises from raw-material sales toward higher-value products and more rational business decisions. Continued mentoring is needed to consolidate quality standards, packaging, licensing, digital marketing, and longitudinal measurement of income changes. Keywords: cassava, peanuts, value addition, product innovation, cost management, community service   ABSTRAK Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan nilai tambah singkong dan kacang sekaligus memperkuat pengelolaan biaya usaha pada pelaku usaha pangan skala rumah tangga di Dusun Kepuh dan Dusun Kenteng, Gunungkidul. Pendekatan participatory capacity building dilaksanakan melalui identifikasi kebutuhan, demonstrasi pengolahan, praktik langsung, penerapan teknologi produksi sederhana, pelatihan pembukuan dan harga pokok produksi, pendampingan, serta evaluasi deskriptif. Sebanyak 30 peserta mengembangkan enam kelompok produk, antara lain brownies singkong kukus, singkong Thailand, ampyang aneka rasa, kacang disko aneka rasa, dan kacang telur. Evaluasi pascakegiatan menunjukkan 29 peserta (96,7%) memperoleh pengetahuan baru, 28 peserta (93,3%) mampu membuat olahan singkong dan kacang yang lebih beragam, 27 peserta (90,0%) menyatakan mampu menghitung harga pokok produksi, dan 28 peserta (93,3%) mampu menentukan harga jual. Selain itu, 29 peserta (96,7%) memahami pentingnya pencatatan usaha dan bersedia mengikuti pendampingan lanjutan. Program ini menunjukkan bahwa integrasi inovasi produk dengan pengelolaan biaya yang praktis dapat menggeser orientasi usaha mikro pedesaan dari penjualan bahan mentah menuju produk bernilai tambah dan keputusan usaha yang lebih rasional. Pendampingan lanjutan diperlukan untuk memperkuat standar mutu, kemasan, legalitas, pemasaran digital, dan pengukuran perubahan pendapatan secara longitudinal. Kata Kunci: singkong, kacang, nilai tambah, inovasi produk, manajemen biaya, pengabdian masyarakat