Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of the Antioxidant Activity of Young and Mature Bidara Leaves Using 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH) and Phytochemical Screening Test Alvelin Bunga Kurniawati; Gatra Ervi Jayanti; Majida Ramadhan; Dian Novita Wulandari; Ike Widyaningrum
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1257-1263

Abstract

This study aimed to compare the antioxidant activity of young and mature bidara leaves using the DPPH method and to identify the content of secondary metabolites through phytochemical testing. Antioxidant activity was measured using the IC50 parameter, which represents the concentration of the extract that can capture 50% of DPPH free radicals. The test results showed that mature bidara leaves had an IC50 value of 34.984 ppm, indicating vigorous antioxidant activity, while young leaves had an IC50 value of 100.327 ppm, classified as moderate activity. Phytochemical testing revealed that both types of leaves contained alkaloids, saponins, and tannins, while flavonoids and triterpenoids were only found in old leaves. These results suggest that variations in secondary metabolite content, influenced by leaf age, contribute to differences in antioxidant activity. Thus, older bidara leaves are more potent as an antioxidant source compared to younger leaves. This study supports the utilization of bidara plants in the pharmaceutical industry and the development of traditional medicine based on natural ingredients.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK GOSOK KAYU PUTIH UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT Nurul Hidayanti; Citra Wulandari; Sabilatul Najjah As-sa’bani; Gita Ashari; Ike Widyaningrum; Achdan Sukmana
AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan bahan alam sebagai obat tradisional telah banyak dikenal oleh masyarakat untuk membantu masalah kesehatan. Bahan alam yang banyak digunakan pada minyak kayu putih ( Eucalyptus globulus ) sebagai obat tradisional untuk mengatasi rematik, pegal linu, dan nyeri otot terutama pada lansia. Mengingat tren “back to nature” dan mahalnya biaya pengobatan modern telah mendorong masyarakat untuk mencari alternatif pengobatan yang lebih aman. Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat minyak oles kayu putih secara mandiri agar memenuhi standar khasiat dan keamanan. Adapun mitra pada penyuluhan ini adalah masyarakat di Gang 8A, RT 05/RW 05, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, dengan memberikan edukasi berbasis presentasi manfaat bahan minyak kayu putih sebagai minyak oles. Pada bidang farmasi, salah satu bentuk pemanfaatan bahan alam menjadi produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, adalah produk minyak oles. Minyak oles merupakan sediaan obat topikal berbentuk cair yang diaplikasikan langsung pada kulit untuk meredakan keluhan seperti nyeri otot, pegal linu, rematik, atau sendi. Setelah dilakukan presentasi lalu dilanjutkan dengan video pembekuan, kemudian diskusi tanya jawab, dan evaluasi pre-test lalu post-test sebanyak lima soal. Hasil penilaian pre-test dan post-test menghasilkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada masyarakat: pre-test 80% cukup dan 20% baik, serta hasil post-test 70% baik dan 30% cukup. Hasil tersebut menunjukkan bahwasanya pemahaman masyarakat meningkat secara signifikan dengan pendekatan melalui penjelasan materi dan peningkatan video pada pembuatan minyak oles kayu putih.