Suparman
Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENDEKATAN MODEL KURIKULUM HUMANISTIK PADA PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH MINGGU BUDDHA (SMB) bondan ade prasetya; Suparman
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 1 (2025): Dharma Edukasi (April - September) 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk memberikan gambaran tentang analisis pendekatan model kurikulum humanistik pada pengembangan kurikulum sekolah minggu Buddha (SMB). Rumusan masalah dalam tulisan ini difokuskan pada bagaimana tinjauan terhadap kurikulum pendekatan model humanistik. Tulisan ini merupakan hasil kajian pustaka yang dikumpulkan penulis dari berbagai sumber jurnal dan artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Dari hasil penelitian terlihat bahwa terdapat banyak persamaan antara model pengembangan kurikulum humanistik dan isi dari prinsip-prinsip kurikulum Sekolah Minggu Buddha (SMB).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE DAN PENDEKATAN ETIKA INTEGRATIF TERHADAP KECERDASAN AFEKTIF PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR INSAN TERATAI TAGERANG Suparman; Mazdalena Hutabarat
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 2 (2025): Dharma Edukasi (Oktober - Maret) 2025-2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini berkaitan dengan rendahnya tingkat kecerdasan afektif peserta didik di Sekolah Dasar Swasta Insan Teratai. Kondisi tersebut tercermin melalui karakter yang kurang baik, perilaku tidak disiplin, serta rendahnya kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Hasil observasi menunjukkan bahwa masih terdapat peserta didik yang sering datang terlambat ke sekolah, tidak mengenakan seragam dengan lengkap, serta menunjukkan sikap acuh terhadap lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dan pendekatan etika integratif terhadap kecerdasan afektif peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 135 peserta didik. Sampel penelitian berjumlah 57 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa model pembelajaran Value Clarification Technique dan pendekatan etika integratif berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan afektif peserta didik. Nilai Adjusted R Square (koefisien determinasi) sebesar 33,7% menunjukkan bahwa variabel kecerdasan afektif dipengaruhi oleh model pembelajaran VCT dan pendekatan etika integratif sebesar 33,7%, sedangkan sisanya 66,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran VCT yang dikombinasikan dengan pendekatan etika integratif dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kecerdasan afektif peserta didik di tingkat sekolah dasar.
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PESERATA DIDIK SMPS BODHISATTA TANGERANG Joko Priono; Suparman
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 2 (2025): Dharma Edukasi (Oktober - Maret) 2025-2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini berfokus pada rendahnya kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar peserta didik di SMPS Bodhisatta Tangerang yang berdampak pada penurunan hasil belajar. Berdasarkan hasil prasurvei terhadap 30 responden, diperoleh persentase kompetensi pedagogik sebesar 46%, motivasi belajar 47%, dan hasil belajar 36%, yang menunjukkan adanya kecenderungan menurun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimen (ex post facto), di mana variabel bebas telah terjadi sebelumnya. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling, dengan responden terdiri atas guru dan peserta didik SMPS Bodhisatta. Instrumen penelitian berupa angket berskala Likert, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik (X₁) berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar (Y) dengan nilai thitung sebesar 5,379 dan signifikansi 0,00. Selain itu, motivasi belajar (X₂) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar dengan nilai thitung 2,245 dan signifikansi 0,033. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar peserta didik berkontribusi secara nyata terhadap peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan sebelumnya bahwa kemampuan pedagogik guru berperan penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme guru dan penguatan motivasi internal peserta didik menjadi faktor strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.