Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PYRETHROID RESISTANCE IN AEDES MOSQUITOES IN EAST KALIMANTAN, INDONESIA: SYSTEMATIC REVIEW 2005-2025 Fitria Anggraini; Mona Zubaidah; Khairunnida Rahma; Shalvira Purnama
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): The 4th MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Synthetic pyrethroid insecticides remain the primary vector control strategy for Aedes sp. mosquitoes, the principal vectors of dengue, Zika, and chikungunya (1). Understanding regional resistance patterns is crucial for effective vector management programs in endemic areas.Objective : To systematically review and synthesize evidence on pyrethroid insecticide resistance status in Aedes sp. populations in East Kalimantan Province, Indonesia, from 2005 to 2025.Research Methods : A systematic literature review was conducted following PRISMA 2020  guidelines (13). Multiple databases including PubMed, Scopus, Web of Science, Google Scholar, and Indonesian Publication Index were searched from January 2005 to October 2025. Studies reporting pyrethroid resistance in Aedes sp. from East Kalimantan were included. Data extraction followed PICO framework with quality assessment using modified Newcastle-Ottawa Scale.Results : Eight studies met inclusion criteria, encompassing 1,880 mosquitoes from multiple districts. Confirmed pyrethroid resistance was documented in Ae. aegypti populations across the province. Permethrin resistance ratios ranged from 4.08× to 127×, while deltamethrin resistance ranged from 4.37× to 72.20×. Mortality rates were 32.5-78.3% for permethrin and 41.7-82.1% for deltamethrin. High frequencies of kdr mutations (F1534C: 74.6%; V1016G: 69.2%) were detected, with 61.9%showing double mutations. Synergist assays demonstrated significant involvement of cytochrome P450 monooxygenases and esterases in resistance mechanisms.Conclusion : High-level pyrethroid resistance is widespread in Aedes aegypti populations throughout East Kalimantan Province, with both target-site and metabolic resistance mechanisms contributing to the phenotype. Current pyrethroid-based vector control strategies are likely compromised, necessitating urgent implementation of insecticide resistance management programs.
INISIASI POSYANDU REMAJA MELALUI SCREENING KESEHATAN ANAK DAN REMAJA DI DESA LOA ULUNG, TENGGARONG SEBERANG, KUTAI KARTANEGARA Fitria Anggraini; Mona Zubaidah; Vera Madonna Lumban Toruan; Nurkhoma Fatmawati; sholichin
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kesehatan remaja merupakan aspek penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Desa Loa Ulung, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara belum memiliki program khusus untuk pemantauan kesehatan remaja secara terstruktur. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa community-based health screening dalam rangka inisiasi Posyandu Remaja di wilayah pedesaan yang belum memiliki layanan kesehatan remaja terstruktur. Menginisiasi pembentukan Posyandu Remaja di Desa Loa Ulung dengan melakukan screening awal kesehatan anak dan remaja.  Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2025 di Aula Serbaguna Posyandu Desa Loa Ulung. Populasi sasaran adalah remaja usia 10–19 tahun, yang dilakukan secara sukarela melalui koordinasi dengan kader Posyandu dan orang tua. Pemeriksaan meliputi pengukuran antropometri (status gizi berdasarkan IMT/U menggunakan standar WHO 2007 untuk usia 5–19 tahun), tekanan darah (diklasifikasikan berdasarkan panduan AAP 2017 untuk anak dan remaja), dan glukosa darah sewaktu (diklasifikasikan berdasarkan kriteria ADA 2021) terhadap 44 peserta usia 7–19 tahun. Ditemukan 52,3% kasus underweight dan 4,5% gemuk; 25% tekanan darah meningkat dan 4,5% hipertensi Tahap 1; serta 2,3% pradiabetes. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan menggunakan metode kapiler sesuai standar prosedur operasional.  Inisiasi Posyandu Remaja berhasil dilaksanakan dengan capaian 44 peserta terlayani, serta data baseline status kesehatan terdokumentasi. Kegiatan ini memberikan gambaran awal status kesehatan anak dan remaja yang hadir di Desa Loa Ulung. Diperlukan program lanjutan untuk pemantauan kesehatan dan edukasi berkelanjutan. Pengintegrasian Posyandu Remaja ke dalam sistem kesehatan desa dan dukungan kebijakan pemerintah lokal diperlukan untuk menjamin keberlanjutan program.