Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN GURU DAN MURID GIAT UKS DALAM MEWUJUDKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SDN 010 KECAMATAN SAMARINDA UTARA Rita Puspa Sari; Ruminem; Ida Ayu Kade SW; Dwi Nopriyanto; Sholichin
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 1 (2023): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i1.401

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan sekolah dapat dilaksanakan dengan memaksimalkan fungsi UKS (Usaha Kesehatan Sekolah), yang merupakan salah satu contoh dari kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). UKS bertujuan meningkatkan prestasi belajar bagi peserta didik serta mutu pendidikan melalui upaya peningkatan perilaku hisup bersih sehat serta derajat kesehatan peserta didik dan menciptakan lingkungan yang sehat. Ruang lingkup dan tujuan UKS mengarah pada praktik perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di sekolah. Kegiatan Pengmas ini bertujuan Meningkatkan Pengetahuan dan Peran serta Guru Pengelola UKS dan Murid (Kader) tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dilingkungan Sekolah SDN 010 Kec. Samarinda Utara Metode: Kegiatan Pengmas dilaksanakan dalam bentuk edukasi dan pendampingan selama 2 bulan dengan sasaran kegiatannya adalah Guru Pengelola UKS (2 orang) dan murid (kader) kelas 5 (25 orang) dan kelas 6 (25 orang). Materi yang disampaikan meliputi Trias UKS, PHBS (Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat) dan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Hasil dan Kesimpulan: Setelah dilaksanakan kegiatan pengmas diperoleh hasil evaluasi pengetahuan kader UKS Pengetahuan Baik meningkat menjadi 24%, Pengetahuan Cukup menjadi 56% dari sebelumnya 30% dan Pengetahuan kurang berkurang menjadi 20% dari sebelumnya 70%. Pendampingan yang dilakukan membawa perubahan berupa ruang UKS telah di perbaharui sehingga membuat nyaman petugas dan pengunjungnya. Edukasi yang diberikan memberi manfaat besar dan pendampingan terhadap kegiatan UKS dan PHBS harus terus dilakukan secara berkala. Kata Kunci : Pendampingan, UKS, PHBS ABSTRACT Introduction: Clean and Healthy Behavior (PHBS) in school settings can be implemented by maximizing the function of the UKS (School Health Business), which is one example of the Community Movement for Healthy Living (GERMAS). UKS aims to improve learning achievement for students as well as the quality of education through efforts to increase healthy and clean suction behavior as well as student health status and create a healthy environment. The scope and objectives of UKS lead to the practice of healthy clean living behavior (PHBS) in schools. This community service activity aims to increase the knowledge and participation of UKS management teachers and students (cadres) regarding clean and healthy behavior and first aid in accidents (P3K) in the SDN 010 school environment, Kec. North Samarinda Method: Community Service activities are carried out in the form of education and mentoring for 2 months with the target activities being UKS management teachers (2 people) and students (cadres) in grade 5 (25 people) and grade 6 (25 people). The material presented included the UKS Triassic, PHBS (Clean and Healthy Behavior) and P3K (First Aid for Accidents). Results and Conclusions: After the community service activities were carried out, the results of the UKS cadres' knowledge evaluation showed that Good Knowledge increased to 24%, Adequate Knowledge became 56% from the previous 30% and Knowledge less decreased to 20% from the previous 70%. The assistance that was carried out brought about changes in the form of an updated UKS room so that it made the officers and visitors comfortable. The education provided is of great benefit and assistance with UKS and PHBS activities must be carried out regularly. Keywords: Assistance, UKS, PHBS
INISIASI POSYANDU REMAJA MELALUI SCREENING KESEHATAN ANAK DAN REMAJA DI DESA LOA ULUNG, TENGGARONG SEBERANG, KUTAI KARTANEGARA Fitria Anggraini; Mona Zubaidah; Vera Madonna Lumban Toruan; Nurkhoma Fatmawati; sholichin
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kesehatan remaja merupakan aspek penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Desa Loa Ulung, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara belum memiliki program khusus untuk pemantauan kesehatan remaja secara terstruktur. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa community-based health screening dalam rangka inisiasi Posyandu Remaja di wilayah pedesaan yang belum memiliki layanan kesehatan remaja terstruktur. Menginisiasi pembentukan Posyandu Remaja di Desa Loa Ulung dengan melakukan screening awal kesehatan anak dan remaja.  Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2025 di Aula Serbaguna Posyandu Desa Loa Ulung. Populasi sasaran adalah remaja usia 10–19 tahun, yang dilakukan secara sukarela melalui koordinasi dengan kader Posyandu dan orang tua. Pemeriksaan meliputi pengukuran antropometri (status gizi berdasarkan IMT/U menggunakan standar WHO 2007 untuk usia 5–19 tahun), tekanan darah (diklasifikasikan berdasarkan panduan AAP 2017 untuk anak dan remaja), dan glukosa darah sewaktu (diklasifikasikan berdasarkan kriteria ADA 2021) terhadap 44 peserta usia 7–19 tahun. Ditemukan 52,3% kasus underweight dan 4,5% gemuk; 25% tekanan darah meningkat dan 4,5% hipertensi Tahap 1; serta 2,3% pradiabetes. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan menggunakan metode kapiler sesuai standar prosedur operasional.  Inisiasi Posyandu Remaja berhasil dilaksanakan dengan capaian 44 peserta terlayani, serta data baseline status kesehatan terdokumentasi. Kegiatan ini memberikan gambaran awal status kesehatan anak dan remaja yang hadir di Desa Loa Ulung. Diperlukan program lanjutan untuk pemantauan kesehatan dan edukasi berkelanjutan. Pengintegrasian Posyandu Remaja ke dalam sistem kesehatan desa dan dukungan kebijakan pemerintah lokal diperlukan untuk menjamin keberlanjutan program.