Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Integrasi Neurosains dalam Pembelajaran Aqidah: Analisis Penguatan Keimanan Berbasis Brain-Based Learning di Madrasah Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Adi Haironi
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 02 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis integrasi neurosains dalam pembelajaran aqidah melalui pendekatan brain-based learning untuk memperkuat keimanan siswa di madrasah. Pembelajaran aqidah yang berfokus pada aspek kognitif dinilai belum optimal dalam mendorong penghayatan nilai iman. Neurosains pendidikan menegaskan pentingnya keterpaduan kognitif dan emosional, sehingga penguatan iman memerlukan pengalaman belajar yang bermakna dan menyentuh dimensi batin siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian kepustakaan terhadap buku dan artikel ilmiah lima tahun terakhir dengan analisis isi deskriptif-analitis. Hasil menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang aman, keterlibatan aktif, pembelajaran kontekstual, refleksi, dan aktivasi emosi positif mampu memperkuat internalisasi iman. Integrasi neurosains dan pembelajaran aqidah membentuk kerangka pedagogis yang menyatukan akal dan hati, sehingga pemahaman berkembang menjadi keyakinan yang lebih mendalam dan berkelanjutan serta relevan bagi pendidikan modern.
Internalisasi Nilai Aqidah melalui Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran PAI Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari; Adi Haironi
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 02 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran aqidah dalam Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran keimanan dan orientasi hidup peserta didik. Kajian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai aqidah melalui interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian kepustakaan yang menelaah literatur ilmiah terkait pendidikan nilai, interaksi pedagogis, dan pembelajaran aqidah. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui relasi edukatif yang dialogis, empatik, dan reflektif. Strategi pembelajaran kontekstual, partisipatif, serta keteladanan guru berperan penting dalam membangun keterlibatan kognitif dan emosional siswa. Respons siswa yang aktif dan reflektif menunjukkan bahwa nilai aqidah dipahami sebagai prinsip hidup yang bermakna, bukan sekadar pengetahuan konseptual. Lingkungan belajar yang suportif dan kompetensi pedagogis guru menjadi faktor pendukung utama dalam keberhasilan proses internalisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan pembelajaran aqidah yang berorientasi pada pengalaman belajar bermakna dan kualitas hubungan interpersonal di kelas. Kajian ini memberikan kontribusi konseptual bagi penguatan praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih humanis, reflektif, dan berkelanjutan.  
Pengalaman Spiritual Siswa dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 02 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran aqidah dalam Pendidikan Agama Islam memegang peran strategis. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman spiritual siswa dalam pembelajaran PAI di sekolah menengah. Pendekatan kualitatif dengan kajian kepustakaan digunakan untuk menganalisis buku dan artikel ilmiah lima tahun terakhir. Hasil menunjukkan pengalaman spiritual terbentuk melalui interaksi pemahaman kognitif, keterlibatan emosional, dan refleksi batin terhadap nilai agama. Lingkungan belajar yang aman, interaksi guru-siswa yang suportif, serta strategi pembelajaran reflektif dan dialogis menjadi faktor utama penguatan internalisasi nilai religius. Hambatan muncul jika pembelajaran terlalu menekankan hafalan, minim refleksi, atau lingkungan kurang mendukung ekspresi spiritual siswa. Pengalaman spiritual yang mendalam berdampak positif pada perilaku religius dan kesadaran keimanan, termasuk penerapan nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi pengalaman spiritual dalam PAI agar siswa tidak hanya memahami, tetapi juga menghidupi ajaran agama secara autentik. Implikasi kajian ini dapat membantu guru dan lembaga pendidikan merancang strategi pembelajaran lebih reflektif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Peran Guru PAI dalam Membentuk Kesadaran Beragama Siswa di Era Media Sosial Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 02 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial memberikan dampak signifikan terhadap pengalaman belajar dan kesadaran beragama siswa di madrasah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk kesadaran beragama siswa di era digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan kajian kepustakaan, mengumpulkan data dari buku dan artikel ilmiah lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai mediator antara ajaran agama dan realitas digital siswa. Guru memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran, melakukan pendampingan yang kontekstual, serta menerapkan strategi kolaboratif untuk membangun pemahaman, karakter, dan ketahanan moral siswa. Tantangan yang dihadapi meliputi arus informasi yang cepat, konten negatif, dan perbedaan tingkat literasi digital siswa. Upaya penguatan kesadaran beragama dilakukan melalui pembelajaran berbasis pengalaman, proyek literasi digital, serta kolaborasi dengan orang tua dan lingkungan sekolah. Kesadaran beragama yang terbentuk mencakup kemampuan membedakan informasi yang benar dan salah, pengendalian diri dalam interaksi digital, serta pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru PAI yang kreatif, adaptif, dan holistik dalam mendukung pembentukan karakter religius siswa di era media sosial.
Konstruksi Religiusitas Siswa dalam Pembelajaran PAI Berbasis Digital di Madrasah Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Adi Haironi
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 02 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mengubah pengalaman belajar Pendidikan Agama Islam di madrasah menjadi lebih interaktif dan reflektif. Pembelajaran digital tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membentuk cara siswa memahami dan menghayati nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini bertujuan mengungkap konstruksi religiusitas siswa melalui analisis literatur ilmiah lima tahun terakhir dari artikel jurnal dan publikasi akademik relevan. Analisis dilakukan melalui identifikasi tema, kategorisasi makna, dan interpretasi konseptual terhadap pengalaman belajar religius siswa. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran digital membentuk religiusitas melalui keterlibatan emosional, internalisasi nilai aqidah, interaksi sosial digital, dan refleksi personal berkelanjutan. Lingkungan digital memperluas pemahaman religius siswa sekaligus menuntut pendampingan pedagogis. Guru berperan sebagai fasilitator makna yang mengarahkan pengalaman belajar menuju identitas religius yang autentik dan kontekstual.