Penelitian ini menganalisis integrasi neurosains dalam pembelajaran aqidah melalui pendekatan brain-based learning untuk memperkuat keimanan siswa di madrasah. Pembelajaran aqidah yang berfokus pada aspek kognitif dinilai belum optimal dalam mendorong penghayatan nilai iman. Neurosains pendidikan menegaskan pentingnya keterpaduan kognitif dan emosional, sehingga penguatan iman memerlukan pengalaman belajar yang bermakna dan menyentuh dimensi batin siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian kepustakaan terhadap buku dan artikel ilmiah lima tahun terakhir dengan analisis isi deskriptif-analitis. Hasil menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang aman, keterlibatan aktif, pembelajaran kontekstual, refleksi, dan aktivasi emosi positif mampu memperkuat internalisasi iman. Integrasi neurosains dan pembelajaran aqidah membentuk kerangka pedagogis yang menyatukan akal dan hati, sehingga pemahaman berkembang menjadi keyakinan yang lebih mendalam dan berkelanjutan serta relevan bagi pendidikan modern.
Copyrights © 2026