Prasetyo Adinugroho
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Pakuan, Bogor, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Semiotika Kekuasaan: Analisis Roland Barthes tentang Psikologi Warna dalam Logo Arsenal FC sebagai Alat Komunikasi Merk Prasetyo Adinugroho
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 9, No 1
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v9i1.10342

Abstract

Penelitian ini menganalisis logo Arsenal Football Club (FC) sebagai alat komunikasi merek yang kuat melalui pendekatan semiotika Roland Barthes dan psikologi warna. Logo Arsenal, dengan elemen utama berupa meriam serta palet warna merah, putih, emas, dan biru, tidak hanya merepresentasikan identitas klub, tetapi juga membangun narasi tentang kekuatan, tradisi, dan prestise. Melalui kerangka Barthes—yang mencakup denotasi (makna harfiah), konotasi (asosiasi kultural), dan mitos (narasi ideologis)—penelitian ini mengungkap bagaimana elemen visual dan warna dalam logo menciptakan lapisan makna yang memperkuat citra Arsenal sebagai kekuatan “tak terkalahkan”. Penelitian ini juga menyoroti celah literatur dalam penerapan analisis semiotika Barthesian terhadap psikologi warna pada logo olahraga. Di era digital yang menuntut komunikasi visual yang efektif, pemahaman mendalam mengenai kekuatan semiotik dalam logo seperti milik Arsenal menjadi sangat relevan untuk strategi branding yang inklusif dan adaptif terhadap interpretasi budaya global. Hasil analisis menunjukkan bahwa evolusi logo Arsenal dari masa ke masa mencerminkan pergeseran menuju desain minimalis tanpa kehilangan muatan simboliknya. Warna merah dikaitkan dengan gairah dan agresi, emas dengan prestise dan kemenangan, putih dengan kemurnian, dan biru dengan stabilitas. Kombinasi elemen-elemen tersebut tidak hanya memperkuat identitas merek, tetapi juga membentuk mitos kolektif di kalangan penggemar—terutama setelah musim tak terkalahkan 2003–2004.
Strategi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor dalam Melestarikan Kesenian Wayang Bambu di Kota Bogor Bayu Himawan R Masgo; Prasetyo Adinugroho
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 9, No 1
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v9i1.10344

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman budaya dan kesenian, salah satunya adalah kesenian wayang bambu yang merupakan warisan budaya khas Bogor, Jawa Barat. Kesenian wayang bambu ini merupakan bentuk pengembangan dari wayang golek dengan karakteristik unik yang menceritakan kisah masyarakat Sunda dalam kehidupan sehari-hari. Namun, perkembangan pesat teknologi dan globalisasi telah memengaruhi minat masyarakat khususnya generasi muda terhadap budaya tradisional ini sehingga mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi komunikasi yang diterapkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor dalam melestarikan kesenian wayang bambu. Pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang pelestarian kesenian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pelestarian yang diterapkan meliputi penggunaan bauran pemasaran 4P (Produk, Harga, Tempat, dan Promosi) serta pemberian ruang kreativitas bagi seniman, pemanfaatan media sosial, dan kerja sama dengan berbagai pihak. Hambatan utama yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran dan kurangnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Diharapkan dengan peningkatan kesadaran, dukungan, dan inovasi dalam pelestarian, kesenian wayang bambu dapat tetap lestari dan dikenal luas sebagai ikon budaya Bogor di tengah arus globalisasi. Kata Kunci: kebudayaan, strategi komunikasi, pelestarian seni, wayang bambu, bauran pemasaran, globalisasi.