Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Pemeriksaan Hemoglobin Sebagai Upaya Pencegahan Anemia Pada Remaja Wanita Juwy Trianes; Bastian Bastian; Adi Saputra; Widya Yuniasari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altfani.v6i1.1034

Abstract

Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan utama pada remaja wanita di Indonesia akibat kebutuhan zat besi yang meningkat, kehilangan darah saat menstruasi, serta rendahnya pemahaman mengenai pentingnya asupan gizi dan pemeriksaan hemoglobin (Hb). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja wanita mengenai pencegahan anemia melalui edukasi dan pemeriksaan Hb. Kegiatan diikuti 47 remaja wanita di RT Tangga Takat Plaju Palembang dan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi pemeriksaan Hb, serta pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan rendahnya pengetahuan peserta, namun setelah edukasi, nilai post-test meningkat dari rata-rata 53,06 menjadi 80,10. Pemeriksaan Hb menunjukkan sebagian besar peserta memiliki kadar Hb normal, tetapi beberapa ditemukan dalam kategori anemia sedang hingga berat (7,3–8,3 g/dL). Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan dan pemeriksaan Hb efektif meningkatkan kesadaran remaja dalam menjaga kesehatan darah dan mencegah anemia secara berkelanjutan.
Perbandingan Kadar Trigliserida Darah Vena dan Kapiler Menggunakan Biosystem A15 Dewi Hartati; Juwy Trianes
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1046

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, termasuk di Indonesia, dengan penyakit kardiovaskular sebagai kontributor terbesar. Salah satu faktor risiko utama PTM kardiovaskular adalah dislipidemia, khususnya kadar trigliserida yang tinggi. Pemeriksaan trigliserida umumnya menggunakan darah vena, namun pada kondisi tertentu pengambilan darah vena sulit dilakukan sehingga diperlukan alternatif menggunakan darah kapiler. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar trigliserida pada sampel darah vena dan darah kapiler menggunakan alat Biosystem A15. Penelitian ini menggunakan desain post-test only dan dilaksanakan di Laboratorium Rumah Sakit Bunda Palembang pada Januari–April 2023. Sampel penelitian berjumlah 62 sampel yang terdiri dari 31 sampel darah vena dan 31 sampel darah kapiler dengan teknik total sampling. Pemeriksaan dilakukan secara analitik menggunakan Biosystem A15. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar trigliserida darah vena sebesar 81,74 mg/dL dan darah kapiler sebesar 72,94 mg/dL. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0.001). Kesimpulannya, kadar trigliserida darah vena lebih tinggi dibandingkan darah kapiler.
Differences Between Blood Glucose Testing Using POCT and Photometer Methods at STIKESMAS Abdi Nusa Palembang Warsinah Warsinah; Juwy Trianes; Dedek Sesar Azzuhra
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1047

Abstract

Blood glucose is the body's main source of energy derived from carbohydrate metabolism, and its examination is important for monitoring and diagnosis, especially in critical conditions. Glucose testing can be performed using Point of Care Testing (POCT) or a photometer. This study aims to determine the differences in blood glucose test results using these two devices. The study employed a cross-sectional design involving 31 fifth-semester students from STIKESMAS Abdi Nusa through total sampling. Blood glucose testing was performed using glass blood samples for POCT and venous blood serum samples for photometers. Data analysis used the Kolmogorov–Smirnov test and independent t-test. The results of the analysis showed a p-value of 0.29 (>0.05), which means that there was no significant difference between the blood glucose test results using POCT and photometers. These findings indicate that POCT can be used as a tool for monitoring and screening blood glucose, while photometers remain the primary reference for diagnosis. Further research is recommended to compare different devices or use a larger sample size to increase the strength of the analysis.