Tingginya reject kemasan sekunder (pouch) pada produk Wafer Coating Coklat di perusahaan FMCG meningkatkan pemborosan material, aktivitas repacking, dan ketidakefisienan proses. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keandalan sistem pengukuran dan mengidentifikasi akar penyebab reject sebagai dasar perbaikan. Data reject periode April–September 2025 diperoleh dari laporan produksi, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui diagram Pareto untuk menentukan reject dominan, Gage Repeatability and Reproducibility (Gage R&R) untuk mengevaluasi sistem pengukuran, serta fishbone dan 5 Why untuk mengidentifikasi akar penyebab. Hasil menunjukkan reject isi kurang mencapai 147.383 pouch atau 79,56% dari total reject. Hasil MSA menghasilkan %EV 3,93%, %AV 85,63%, %GRR 85,71%, %PV 51,55%, dan NDC 1. Sistem pengukuran belum layak karena %GRR melebihi 30% dan NDC kurang dari 2. Akar penyebab reject isi kurang terutama berasal dari belum tersedianya hopper, conveyor transfer, visual marking, standar gap produk, dan standar timing delay pusher. Variasi inspeksi reject sealer terutama berasal dari kompetensi operator dan metode inspeksi. Implementasi perbaikan menurunkan persentase reject isi kurang dari 16,95% menjadi 4,38% dan reject sealer dari 5,17% menjadi 2,10%. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi MSA dan RCA dapat digunakan sebagai dasar perbaikan proses dan standardisasi inspeksi.