Proses loading kontainer berpengaruh langsung terhadap waktu distribusi, pemanfaatan ruang, dan biaya operasional. Pada gudang barang jadi Industri makanan, proses existing masih menggunakan kemasan karton berbasis pallet sehingga memerlukan pemindahan ke pallet kayu, pengikatan, pengencangan, pemasangan seal, dan aktivitas material handling tambahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemborosan pada proses loading serta merancang perbaikan dengan pendekatan Lean Warehouse dan Value Engineering. Data diperoleh melalui observasi, time study, wawancara, dokumentasi perusahaan, dan pengukuran kapasitas kontainer. Analisis dilakukan melalui pemetaan aliran proses, klasifikasi aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah, evaluasi fungsi dan biaya kemasan, serta perbandingan kondisi existing dan usulan. Hasil menunjukkan lead time existing sebesar 336,8 menit dengan Value Added sebesar 79 menit dan Non Value Added sebesar 257,8 menit. Kondisi usulan menurunkan lead time menjadi 79 menit dan meningkatkan Process Cycle Efficiency dari 23,46% menjadi 100%. Rata-rata utilisasi kontainer meningkat dari 55,72% menjadi 65,02%. Biaya sistem distribusi turun dari Rp5.169.567,5 menjadi Rp2.602.600 per pengiriman. Perbaikan juga mengurangi tahapan proses dari delapan menjadi empat aktivitas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa integrasi Lean Warehouse dan Value Engineering dapat meningkatkan efisiensi proses loading sekaligus menekan biaya distribusi.