Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GEMAR KEMIRI (Gerakan Mandiri Energi dari Kemiri): Revitalisasi Ekonomi Desa melalui Transformasi Limbah Kemiri menjadi Briket di Kelompok Tani Gemoy Oefafi Mandiri, Kabupaten Kupang Ni Putu Nursiani; Ika Fitri Krisnasiwi; Ayuvera Rifani Ray; Suhartati Suhartati; Juendiny Chrisna Ekasari; I Komang Arthana; Robertho Kadji
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2026): September 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i5.1558

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat GEMAR KEMIRI (Gerakan Mandiri Energi dari Kemiri) bertujuan memberdayakan masyarakat Desa Kotabes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang melalui pemanfaatan limbah cangkang kemiri menjadi briket sebagai energi alternatif. Permasalahan utama adalah melimpahnya limbah cangkang kemiri yang belum dimanfaatkan serta ketergantungan masyarakat pada kayu bakar dan minyak tanah. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan teknis dan manajemen usaha, penerapan teknologi sederhana, serta pendampingan produksi dan pemasaran. Teknologi yang digunakan meliputi pirolisis sederhana, mesin disk mill, alat pencetak briket, dan rak pengering. Hasil kegiatan menunjukkan sekitar 80% anggota kelompok tani mampu memproduksi briket secara mandiri. Selain itu, terbentuk unit usaha kelompok dengan kapasitas produksi 100–125 kg per bulan. Produk dipasarkan secara langsung dan digital dengan branding “GEMAR KEMIRI”. Program ini meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi limbah, serta menyediakan energi ramah lingkungan dan berkelanjutan di tingkat desa.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Beja Melalui Pengembangan Webgis Pemetaan Risiko Bencana dan Sistem Pelaporan Lingkungan Terintegrasi di Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada I Made Udiana; I Komang Arthana; Robertho Kadji
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1624

Abstract

Desa Beja di Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, terletak pada wilayah yang menurut dokumen perencanaan daerah tergolong kelas bahaya tinggi untuk banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Desa yang sama menyimpan dua aset ekonomi yang menonjol, yaitu Bukit Avatar Watunariwowo dan perkebunan kopi arabika, namun keduanya selama ini dikelola terpisah dari informasi kebencanaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membangun platform digital desa yang menyatukan peta risiko bencana dan kanal pelaporan warga, sekaligus menyiapkan ruang bagi promosi kopi dan wisata edukasi pada alamat yang sama. Pendekatan yang digunakan memadukan Participatory Action Research dengan model pengembangan perangkat lunak waterfall, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan, pembangunan sistem, pengujian, hingga pemeliharaan, dan berlangsung dari Mei sampai Agustus 2026. Masukan warga pada tahap analisis kebutuhan menjadi dasar penetapan isi dan fitur situs. Platform dikembangkan dengan LeafletJS, GeoServer, dan PostgreSQL/PostGIS pada domain avatarbeja.com, nama yang diusulkan warga dan kemudian dirumuskan sebagai akronim Analisis dan Visualisasi Ancaman, Tanggap Awal, Respons. Layer risiko bersumber dari data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ngada. Platform berhasil dioperasikan dan dapat diakses publik, 29 warga yang terdiri atas 17 laki-laki dan 12 perempuan mengikuti sosialisasi dan pelatihan, lima laporan masuk pada pekan pertama pemanfaatan, dan kegiatan memperoleh liputan media daring. Modul kopi dan wisata telah dirancang namun ditunda menunggu kesiapan badan usaha milik desa. Pembacaan peta pada skala desa juga memperlihatkan ancaman hidrometeorologi yang tergolong rendah, sedangkan ancaman gempa berada pada kelas menengah.