Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Olahraga Rekreasi dan Psychological Well Being Pada Mahasiswa Damaris Marlissa; Ade Yuni Sahruni; Dani Nurcholis
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i1.5783

Abstract

This study aims to analyze the relationship between recreational sports and psychological well-being in college students. The study used a quantitative approach with an explanatory correlational design, conducted from September to November 2025 at university Musamus Merauke, involving 100 active students physical education, health and recreation aged 18 to 25 who participated in recreational sports at least once a week. Recreational sports were measured using a physical activity questionnaire based on the short version of the International Physical Activity Questionnaire, while psychological well-being was measured using the 42-item Ryff Psychological Well-Being Scale. Data analysis was carried out through descriptive statistics, normality tests, Pearson correlations, and simple linear regression at a significance level of 0.05. The results showed a positive and significant relationship between recreational sports and psychological well-being with a moderate strength of relationship and a contribution of 20.3 percent to the variation in students' psychological well-being. These findings indicate that the higher the student's participation in recreational sports, the higher the level of psychological well-being. This study emphasizes the importance of developing recreational sports programs in college environments as a promotive strategy to support students' mental health and psychological well-being.
Pemanfaatan Pekarangan Berbasis Ember Herba SEKULEJA (Serai, Kunyit, Lengkuas, Jahe) dan Biopori pada Kelompok Tani Orang Asli Papua Anwar Anwar; Ade Yuni Sahruni; Parjono Parjono; Mani Yusuf; Wa Ode Asryanti Wida Malesi
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v5i1.211

Abstract

Pemanfaatan pekarangan pada Kelompok Tani Musamus di Kampung Yanggandur belum optimal, terutama untuk budidaya tanaman herba dan pengelolaan limbah organik rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan menerapkan model pemanfaatan pekarangan berbasis Ember Herba SEKULEJA dan biopori sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam budidaya tanaman serta pengelolaan limbah organik. Kegiatan dilaksanakan selama lima bulan pada tahun 2026 dengan pendekatan partisipatif melalui survei awal, sosialisasi, pembagian brosur, demonstrasi, praktik langsung, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Teknologi diterapkan menggunakan ember 35 liter, pipa PVC 4 inci sebagai komponen biopori, rak sederhana, media tanam berbasis sumber daya lokal, serta tanaman serai, kunyit, lengkuas, dan jahe. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya 150 unit Ember Herba Biopori SEKULEJA dengan 600 tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pangan, rempah, dan herbal. Penerapan teknologi juga mengubah pekarangan yang sebelumnya belum tertata menjadi ruang budidaya yang lebih produktif sekaligus menyediakan sarana pemanfaatan limbah organik rumah tangga. Keterlibatan mitra dalam praktik pembuatan, penanaman, pemeliharaan, dan pengelolaan biopori meningkatkan kapasitas teknis serta mendukung kemampuan pengelolaan secara mandiri. Model ini berpotensi dikembangkan melalui pemeliharaan rutin, perbanyakan bibit, penambahan unit, dan replikasi pada pekarangan masyarakat lainnya. Integrasi Ember Herba SEKULEJA dan biopori dapat menjadi teknologi tepat guna yang sederhana, adaptif, dan relevan untuk meningkatkan produktivitas pekarangan serta kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya lokal.
Pemanfaatan Pekarangan Berbasis Ember Herba SEKULEJA (Serai, Kunyit, Lengkuas, Jahe) dan Biopori pada Kelompok Tani Orang Asli Papua Anwar Anwar; Ade Yuni Sahruni; Parjono Parjono; Mani Yusuf; Wa Ode Asryanti Wida Malesi
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v5i1.211

Abstract

Pemanfaatan pekarangan pada Kelompok Tani Musamus di Kampung Yanggandur belum optimal, terutama untuk budidaya tanaman herba dan pengelolaan limbah organik rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan menerapkan model pemanfaatan pekarangan berbasis Ember Herba SEKULEJA dan biopori sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam budidaya tanaman serta pengelolaan limbah organik. Kegiatan dilaksanakan selama lima bulan pada tahun 2026 dengan pendekatan partisipatif melalui survei awal, sosialisasi, pembagian brosur, demonstrasi, praktik langsung, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Teknologi diterapkan menggunakan ember 35 liter, pipa PVC 4 inci sebagai komponen biopori, rak sederhana, media tanam berbasis sumber daya lokal, serta tanaman serai, kunyit, lengkuas, dan jahe. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya 150 unit Ember Herba Biopori SEKULEJA dengan 600 tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pangan, rempah, dan herbal. Penerapan teknologi juga mengubah pekarangan yang sebelumnya belum tertata menjadi ruang budidaya yang lebih produktif sekaligus menyediakan sarana pemanfaatan limbah organik rumah tangga. Keterlibatan mitra dalam praktik pembuatan, penanaman, pemeliharaan, dan pengelolaan biopori meningkatkan kapasitas teknis serta mendukung kemampuan pengelolaan secara mandiri. Model ini berpotensi dikembangkan melalui pemeliharaan rutin, perbanyakan bibit, penambahan unit, dan replikasi pada pekarangan masyarakat lainnya. Integrasi Ember Herba SEKULEJA dan biopori dapat menjadi teknologi tepat guna yang sederhana, adaptif, dan relevan untuk meningkatkan produktivitas pekarangan serta kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya lokal.