Latar Belakang: Intubasi endotrakeal merupakan prosedur utama dalam pengelolaan jalan napas pada pasien yang menjalani anestesi umum, dengan tujuan menjaga kecukupan ventilasi dan oksigenasi selama berlangsungnya tindakan pembedahan. Keberhasilan proses intubasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pengaturan posisi kepala dan leher pasien. Posisi sniffing berperan dalam meningkatkan tampilan glotis dengan mengoptimalkan keselarasan sumbu oral, faring, dan laring, sehingga proses pemasangan ETT menjadi lebih mudah dilakukan. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis pengaruh penerapan posisi sniffing terhadap tingkat keberhasilan tindakan intubasi pada pasien odontektomi yang menjalani anestesi umum di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Metode: Penelitian menerapkan metode quasi experimental dengan rancangan Posttest-Only with Control Group Design. Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 50 responden dipilih melalui teknik total sampling, dengan pembagian 25 responden pada kelompok intervensi dan 25 responden pada kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi diberikan perlakuan berupa penerapan posisi sniffing sebelum dilakukan tindakan intubasi, sedangkan kelompok kontrol menggunakan posisi standar yang diterapkan di rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi keberhasilan intubasi, kemudian menganalisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Keberhasilan intubasi pada kelompok intervensi sebesar 64,0% (16 responden), sedangkan kelompok kontrol hanya 36,0% (9 responden). Uji Chi-Square menunjukkan p-value 0,048 (p<0,05) dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 3,16, yang berarti pasien yang mendapatkan posisi sniffing memiliki peluang keberhasilan intubasi 3,16 kali dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan posisi sniffing terhadap keberhasilan intubasi, dengan arah hubungan positif yaitu penerapan posisi sniffing meningkatkan keberhasilan intubasi dibandingkan posisi standar pasien odontektomi dengan general anestesi di IBS RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo.