Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LITERATURE REVIEW: HAMBATAN DAN PELUANG PERBAIKAN PROGRAM KEMITRAAN SEKOLAH DASAR DI INDONESIA Radina Radina; Naila Ramadhania; Nadila Dewi Safitri; Aufa Salsabila Mufit; Saida Liani; Helvina Helvina; Suhaimi Suhaimi
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.9424

Abstract

Kemitraan pendidikan terkhusus sekolah dasar dengan masyarakat dan keluarga memiliki kedudukan penting yang tujuannya agar membangun ekosistem pendidikan yang baik, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menjalin kerjasama yang menguntungkan satu sama lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengurakan hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi sekolah dalam program kemitraan sekolah serta memaparkan peluang perbaikannya. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (Literature Review) untuk menganalisis hambatan serta peluang perbaikan bagi program kemitraan sekolah dasar yang ada di Indonesia. Pendekatan ini dipilih karena memberikan peluang kepada peneliti untuk memperoleh analisis yang interpretatif serta mendapatkan data yang luas, beragam, dan sudah tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan akan pentingnya posisi kemitraan dalam ranah pendidikan. Meskipun beberapa sekolah telah menjukkan hasil yang positif, beberapa sekolah lainnya masih menghadapi hambatan dalam pelaksanaan program kemitraan ini. Namun, setiap hambatan akan selalu ada peluang yang menanti. Peluang-peluang ini jika dikelola dengan prinsip kemitraan seperti kepercayaan, saling menerima dan menghargai, komunikasi, dan keadilan, sebuah ekosistem pendidikan yang mampu membentuk murid berkualitas yang memiliki karakter dan budaya berprestasi di Indonesia.
Pemerataan Pengalaman Belajar Berbasis Teknologi Pada Implementasii Kurikulum Merdeka Anadhita Setia Pradiska; Helvina Helvina; Syahida Nabila Arrifa; Ziska Auliya Azizah; Diani Ayu Pratiwi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.730

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut satuan pendidikan untuk menyelenggarakan pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta responsif terhadap perkembangan teknologi digital. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama berkaitan dengan kesiapan guru, pemanfaatan teknologi, dan pemerataan pengalaman belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis teknologi, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi sekolah, serta menganalisis strategi yang dilakukan dalam mewujudkan pemerataan pengalaman belajar di SD Negeri Tatah Pemangkih Baru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara semi terstruktur. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan komite sekolah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah berupaya mengintegrasikan teknologi melalui penyediaan fasilitas digital, pelaksanaan komunitas belajar, pelatihan guru, serta kolaborasi antarguru. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa perbedaan kompetensi digital guru dan keterbatasan jaringan internet. Berbagai strategi yang diterapkan terbukti mendukung pemerataan pengalaman belajar berbasis teknologi bagi peserta didik. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru, evaluasi berkelanjutan, dan optimalisasi sarana prasarana teknologi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di era digital.