Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSEPSI GURU TERHADAP RESILIENSI AKADEMIK SISWA PASCABENCANA Fadiya Dina Hanifa; Kurnia Mega Hapsari; Yanti BR Sitepu
Joyful Learning Journal Vol. 15 No. 1 (2026): Joyful Learning Journal: Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jlj.v15i1.45717

Abstract

Erupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat sejak Mei 2024 telah menimbulkan gangguan signifikan terhadap sistem pendidikan, termasuk terhambatnya proses belajar mengajar, keterbatasan akses pembelajaran, dan peningkatan risiko stres psikososial pada siswa. Dalam situasi krisis semacam ini, resiliensi akademik menjadi salah satu aspek penting yang menentukan keberlanjutan pendidikan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi guru terhadap resiliensi akademik siswa pascabencana, dengan fokus pada sejauh mana guru menilai siswa mampu mempertahankan motivasi belajar, keterlibatan akademik, dan ketekunan meskipun berada dalam kondisi darurat. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dengan jawaban dikotomis (Ya/Tidak) yang mencakup dimensi ketekunan, pemahaman materi, aktivitas belajar, serta dukungan sosial dan emosional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada guru-guru di wilayah terdampak erupsi Gunung Ibu. Hasil yang diharapkan adalah potret persepsi guru mengenai ketahanan akademik siswa, yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan intervensi pendidikan darurat dan perumusan kebijakan pendidikan inklusif berbasis kebencanaan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoretis terhadap literatur tentang resiliensi akademik, serta memperkuat peta jalan penelitian Politeknik Bentara Citra Bangsa dalam pengembangan model pendidikan tangguh di daerah kepulauan. 
Kompetensi Guru dalam Identifikasi dan Asesmen PDBK di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat Kurnia Mega Hapsari; Patricia Lestari; Martha Sonya; Renata Margareth Tobing
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v10i1.31689

Abstract

Provinsi DKI Jakarta telah ditetapkan sebagai Provinsi Pendidikan Inklusif oleh Kemendikbudristek sejak tanggal 23 November 2013. Dalam pelaksanaannya, DKI Jakarta menunjuk sekolah penyelenggara pendidikan inklusif melalui Surat Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta yang semakin bertambah dari tahun ke tahun hingga dikeluarkannya Surat Edaran Nomor 119/SE/2016 Tentang Sekolah Penyelenggara Inklusi yang mengamanatkan bahwa seluruh satuan pendidikan jenjang TK sampai SMA merupakan satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif dan tidak diperkenankan menolak peserta didik berkebutuhan khusus sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam alur pelaksanaan pendidikan inklusif, identifikasi dan asesmen PDBK menjadi salah satu tahapan penting yang ada dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif. Guru di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif diharapkan memiliki kompetensi dalam melakukan identifikasi dan asesmen PDBK yang merupakan salah satu tahapan penting dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak guru yang sudah memiliki kompetensi dalam melakukan identifikasi dan asesmen pada peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah TK dan SD khususnya di Jakarta Pusat setelah 10 tahun berlalu DKI Jakarta dideklarasikan sebagai provinsi pendidikan inklusif.