Permasalahan yang diangkat adalah rendahnya minat belajar siswa akibat tekanan sosial dan ekonomi, yang ditunjukkan melalui perilaku membolos serta munculnya pikiran irasional mengenai rendahnya pentingnya pendidikan. Tujuan umum penelitian ini adalah meningkatkan minat belajar siswa melalui pendekatan psikologis yang terstruktur. Tujuan khusus penelitian meliputi mengidentifikasi pikiran negatif siswa terhadap belajar, menerapkan teknik CBT dalam konseling individu, serta mengetahui perubahan minat belajar siswa setelah diberikan intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII SMP IT Grafika Pesanggaran yang cenderung membolos sekolah karena bekerja melalui implementasi teknik Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dalam layanan bimbingan individu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Single Subject Research tipe A-B. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas VIII yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket minat belajar (pretest dan posttest), serta wawancara sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan membandingkan skor minat belajar pada kondisi baseline dan intervensi, yang diolah dengan bantuan program SPSS. Hasil utama menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor minat belajar di ketiga mata pelajaran, dari kategori rendah (skor 69, 81, dan 80) selama pra-uji ke kategori tinggi (skor 125, 129, dan 126) setelah intervensi CBT. Implikasi praktis dari temuan ini adalah bahwa guru bimbingan dan konseling dapat mengadopsi teknik CBT sebagai intervensi terstruktur dan berbasis bukti untuk membantu siswa mengganti keyakinan irasional tentang pendidikan dengan pemikiran yang lebih adaptif, sehingga mengurangi ketidakhadiran di sekolah dan menumbuhkan minat belajar yang berkelanjutan.