Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR Ade Irma Noviyanti
Education Journal : Journal Educational Research and Development Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.526 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua dan tiga kali pertemuan. Subyek penelitian ini adalah guru-guru di SD Negeri Seruni 01 Kecamatan Jenggawah yang terdiri dari enam orang guru kelas dan dua orang guru bidang studi. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data bahwa pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi diskusi adalah 79,38 kategori”cukup,sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,88 dengan kategori “baik”, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 78,75 kategori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,50, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 78,33 kategori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,08 kategori “baik”. Melihat nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II, terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang diobservasi maupun yang dinilai, yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok kerja guru dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU KELAS III DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK MELALUI PELAKSANAAN KKG Ade Irma Noviyanti
Widyagogik Vol 4, No 2 (2017): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.388 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i2.2884

Abstract

Penelitian ini tergolong Penelitian tindakan sekolah, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru kelas III dalam pembelajaran tematik melalui KKG di gugus V Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember tahun pelajaran 2015/2016. Melibatkan gugus karena sekolah imbas tidak dapat lepas dari sekolah inti. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus dengan masing-masing terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.,Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode wawancara dan observasi. Sedangkan analisis data digunakan analisis deskriptif baik untuk data kuntitatif maupun data kualitatif.Adapun aspek-aspek yang dinilai antara lain : (1) Pra pembelajaran; (2) Membuka pembelajaran; (3) Kegiatan inti pembelajaran yang terdiri dari (a) Penguasaan materi pembelajaran, (b) Pendekatan strategi pembelajaran, (c) Pemanfaatan sumber belajar/ media pembelajaran, (d) Pembelajaran yang memicu dan memelihara ketertiban siswa, (e) Penilaian proses dan hasil belajar,serta (f) Penggunaan bahasa; (4) Penutup pambalajaran.Berdasarkan hasil analisis pada masing-masing siklus menunjukkan peningkatan kemampuan guru-guru dalam proses pembelajaran melalui pelaksanaan KKG yakni proses pembelajaran dari kondisi awal ke siklus I dan II berkisar antara 11-29%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui pelaksanaan KKG salah satu upaya peningkatan kemampuan guru-guru kelas III dalam pembelajaran tematik di gugus V Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember.
DAMPAK PENYULUHAN TENTANG ANAK DAN PERAN ORANG TUA, MASYARAKAT DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG SEHAT DI KELOMPOK KERJA GURU GUGUS SEKOLAH DASAR Ade Irma Noviyanti
Widyagogik Vol 5, No 1 (2017): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.521 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v5i1.5308

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan sekumpulan perilaku yang,dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil,daripembelajaran,yangdipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil dari pembelajaran yang menjadikan seseorang dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Pengertian perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah di sekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat  serta berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat Sekolah sehat adalah sekolah yang menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat sekolah dan untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak sekolah melalui berbagai upaya kesehatan sehingga akhirnya mampu mengatasinya. Sedangkan broling, mengungkapkan kecakapan hidup adalah interaksi berbagai pengetahuan dan kecakapan yang sangat penting dimiliki seseorang sehingga mereka dapat hidup mandiri. Kecakapan hidup dipilih menjadi empat jenis yaitu; Kecakapan personal yang mencakup kecakapan mengenal diri sendiri, kecakapan berpikir rasional, dan percaya diri, Kecakapan sosial seperti kecakapan melakukan kerjasama, bertenggang rasa, dan tanggung jawab social, Kecakapan akademik seperti kecakapan dalam melakukan penelitian, percobaan dengan pendekatan ilmiah, Kecakapan vocasional adalah kecakapan yang berkaitan dengan suatu bidang kejuruan/keterampilan tertentu seperti di bidang perbengkelan, jahit menjahit, peternakan, pertanian, produksi barang tertentu
Penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di TK Dharma Wanita Kencong Berdasarkan Modul P5 Ade Irma Noviyanti
Journal of Elementary School (JOES) Vol 6 No 1 (2023): Journal of Elementary School (JOES)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joes.v6i1.6744

Abstract

The Structure of the Independent Curriculum in Early Childhood Education (PAUD) consists of Intracurricular Learning Activities and Projects to Strengthen Pancasila Student Profiles (P5). Intra-curricular learning activities are designed so that students can achieve the competencies listed in the learning outcomes (CP), while the Pancasila student profile strengthening project aims to strengthen efforts to achieve Pancasila student profiles that refer to the Standard Level of Child Development Achievement for PAUD. The purpose of this study was to determine the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project at Dharma Wanita Kindergarten in Kencong District, Jember Regency. The research method uses a descriptive narrative with a case study approach. The results showed that the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project in Dharma Wanita Kindergarten had gone well. Keywords: analysis, application, project to strengthen the profile of Pancasila students
Kolaborasi Motherly Leadership dan Pembelajaran Daring Terhadap Peningkatan Capaian Perkembangan AUD dan Kepuasan Wali Murid AUD di Jawa Timur Nike Norma Epriliyana; Ratnasari Dwi Ade Chandra; Ade Irma Noviyanti
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 5 No. 1 (2021): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v5i1.612

Abstract

Penelitian ini terinspirasi dari kegiatan pembelajaran daring yang dilakukan sejumlah lembaga PAUD/TK/RA/IGRA selama pandemi Covid – 19. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kolaborasi antara kepemimpinan motherly leadership kepala sekolah dan kegiatan pembelajaran daring yang diselenggarakan guru, akan dapat mempengaruhi tingkat capaian perkembangan AUD dan kepuasan wali murid AUD. Penelitian Deskriptif kuantitatif ini menggunakan analisis jalur. Responden berjumlah 350 yang terdiri dari guru dan wali murid pada 50 lembaga PAUD/TK/RA/IGRA yang tersebar di Jawa Timur yang terdiri dari Kabupaten Jember, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Probolinggo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket yang disebar secara online. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa secara kuantitatif, variabel motherly leadership (X1) berpengaruh secara langsung terhadap capaian perkembangan AUD (Z) yang ditunjukkan dengan t = 0,986; sig.000. Variabel pembelajaran daring (X2) berpengaruh secara langsung terhadap capaian perkembangan AUD yang ditunjukkan dengan t = 0,955; sig. = 0,000. Variabel motherly leadership (X1) berpengaruh secara langsung terhadap kepuasan wali murid AUD (Y) yang ditunjukkan dengan t = 0,805; sig.000. Variabel pembelajaran daring (X2) berpengaruh secara langsung terhadap kepuasan wali murid AUD (Y) yang ditunjukkan dengan t = 0,776; sig.000. Variabel capaian perkembangan AUD (Z) berpengaruh secara langsung terhadap kepuasan wali murid AUD (Y) yang ditunjukkan dengan t = 0,779; sig.000.
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka pada Fase Fondasi H.B.A Jayawardana; Ade Irma Noviyanti; Nova Eko Hidayanto; Rina Sugiarti Dwi Gita
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 6 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v6i1.710

Abstract

Sekolah Penggerak merupakan sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi serta kepribadian yang dimulai dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru). Peluncuran Kurikulum Merdeka adalah salah satu dari sekian banyak upaya Kemendikbudristek dalam menyikapi terbentuknya krisis pendidikan di Indonesia yang belum membaik dari tahun ke tahun. Riset PISA menampilkan banyak peserta didik yang tidak sanggup untuk menguasai teks simpel ataupun mempraktikkan konsep matematika dasar. Sepanjang 10 hingga 15 tahun terakhir kurang lebih 70% siswa umur 15 tahun terletak di dasar kompetensi minimum dalam literasi serta numerasi. Program Implementasi Kurikulum Merdeka dirancang untuk menunjang peluncuran kurikulum merdeka melalui aktivitas sosialisasi serta tutorial teknis untuk pemangku kepentingan seperti Dinas Pendididikan, Penilik, Pengawas, UPT Pusat, Organisasi Mitra yang bertugas mendampingi satuan PAUD di wilayahnya masing-masing. Penelitian ini bertujuan utuk menganalisis apakah guru-guru PAUD sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka tersebut dengan baik sesuai dengan harapan dari pemerintah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagain besar guru telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di Fase Fondasi (PAUD) dengan baik.
Pembelajaran Berbasis AI (Artificial Intelligence) untuk Anak Usia Dini Ade Irma Noviyanti; Nova Eko Hidayanto; Pipit Rika Wijaya
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1514

Abstract

Teknologi berbasis AI (Artificial Intelligence) saat ini sedang berada pada masa perkembangan yang luar biasa. AI sudah banyak digunakan diberbagai bidang termasuk di bidang pendidikan. Pengenalan AI dirasa sangat penting dilakukan sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan penggunaan AI pada pembelajaran di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).Penggunaan AI di PAUD dapat disesuaikan dengan minat dan kebutuhan anak.Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pembelajaran di PAUD sangat direkomendasikan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan AI dalam pembelajaran di PAUD sangat direkomendasikan karena menyenangkan, mudah digunakan, dan mampu mendorong anak untuk berpikir kritis dan kreatif, serta memperkenalkan teknologi sejak usia dini.
Implementasi Disiplin Positif untuk Anak Usia Dini Wijaya, Pipit Rika; Noviyanti, Ade Irma; Hidayanto, Nova Eko
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1901

Abstract

Penelitian ini berfokus pada implementasi disiplin positif untuk anak usia dini sebagai pendekatan alternatif dalam pendidikan. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya penerapan disiplin yang mendukung perkembangan karakter, nilai, dan perilaku positif pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami dan menjelaskan fenomena disiplin positif dalam konteks pendidikan anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan studi literatur dari jurnal ilmiah yang relevan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi efektif dalam penerapan disiplin positif, memahami dampaknya terhadap perkembangan anak, dan mengevaluasi tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin positif meningkatkan perilaku positif anak, memperbaiki hubungan antara anak dan pendidik, serta meningkatkan keterlibatan dan dukungan orang tua. Namun, tantangan seperti konsistensi penerapan dan pemahaman mendalam tentang disiplin positif perlu diatasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa disiplin positif merupakan pendekatan yang efektif dalam mendidik anak usia dini dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan program yang mendukung implementasinya di lembaga pendidikan anak usia dini.
TINJAUAN LITERATUR TENTANG PENGELOLAAN MANAJEMEN PENDIDIKAN INKLUSI DI ERA MASYARAKAT MADANI Noviyanti, Ade Irma; Ade Chandra, Ratnasari Dwi; Budiyanto, Budiyanto; Sartinah, Endang Pudjiastuti
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5705

Abstract

Pendidikan inklusi merupakan salah satu konsep pendidikan yang semakin mendapatkan perhatian di Indonesia, seiring dengan perkembangan kesadaran akan pentingnya pendidikan yang setara bagi semua lapisan Masyarakat. pengelolaan manajemen pendidikan inklusi di masyarakat madani masih terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan melakukan tinjauan literatur yang lebih mendalam. Penelitian ini akan mengkaji pengelolaan pendidikan inklusi dari berbagai perspektif, baik dari aspek kebijakan, kurikulum, infrastruktur, hingga tantangan sosial yang dihadapi dalam penerapannya. Masyarakat Madani merujuk pada masyarakat yang berkembang dengan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kebersamaan yang didasarkan pada norma-norma sosial dan agama. Dalam konteks ini, pendidikan inklusi tidak hanya dianggap sebagai kewajiban negara, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama setiap individu dalam masyarakat. Kurikulum Pendidikan Inklusi yang Masih Kurang Adaptif adalah tinjauan bahwa kurikulum pendidikan yang diterapkan di banyak sekolah belum sepenuhnya responsif terhadap kebutuhan siswa dengan berbagai disabilitas atau keterbatasan. Meskipun ada beberapa sekolah yang sudah mulai merancang kurikulum yang lebih inklusif, namun implementasi di lapangan masih terbatas.
STRATEGI PENGAJARAN YANG EFEKTIF DALAM KELAS INKLUSI: PERSPEKTIF GURU DAN SISWA SLBN DI KABUPATEN JEMBER Kurnia, Nury; Noviyanti, Ade Irma; Wijaya, Pipit Rika
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5491

Abstract

Pendidikan inklusi merupakan salah satu bentuk pendekatan pendidikan yang semakin diperkenalkan dan diterapkan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Fenomena terkini menunjukkan bahwa meskipun banyak sekolah SLBN di kabupaten Jember yang telah mengimplementasikan pendidikan inklusi, kualitas pengajaran yang diberikan di kelas inklusi masih bervariasi. Berdasarkan data dari Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, sekitar 45% sekolah yang melaksanakan pendidikan inklusi mengakui bahwa mereka kesulitan dalam menyediakan sumber daya yang memadai, baik dari segi materi ajar, alat bantu pengajaran, maupun pelatihan untuk guru. Adapun penelitian ini untuk menganalisis strategi yang efektif dalam pembelajaran di kelas inklusi di SLBN kabupaten jember, Adapun temuan yang diperoleh adalah Strategi Pengajaran yang Digunakan Guru Guru di kelas inklusi umumnya menggunakan berbagai strategi untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif, antara lain: Differentiated Instruction (Instruksi Terbeda): Guru memberikan materi pelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan siswa. Pembelajaran Kooperatif: Guru pada sekolah inklusi mendorong kerja sama antar siswa melalui kegiatan kelompok. Ini membantu siswa dengan kebutuhan khusus untuk belajar dari teman sekelas mereka yang lebih mampu dan yang ketiga adalah Penggunaan Media dan Teknologi: diantaranya adalah Aplikasi seperti Khan Academy, Duolingo, atau Learning Ally, Video edukasi di platform seperti YouTube, Edpuzzle, atau Khan Academy dll.