Lia Dwi Jayanti
Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Media Permainan Balok dalam Edukasi Pencegahan Stunting terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Lia Dwi Jayanti; May Lorenna; Erna Sulistyawati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i2.11048

Abstract

Prevalensi stunting pada anak masih tergolong tinggi dan menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di tingkat nasional. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang, seperti penurunan produktivitas dan hambatan perkembangan kognitif. Oleh karena itu, diperlukan upaya penanggulangan yang komprehensif dan berkelanjutan. Salah satu strategi preventif yang dapat dilakukan adalah pemberian intervensi edukasi kepada remaja melalui media permainan balok stunting. Efektivitas intervensi dapat ditingkatkan dengan penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan mudah dipahami. Menganalisis pengaruh edukasi pencegahan stunting melalui media permainan balok stunting terhadap pengetahuan dan sikap remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental melalui metode one-group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah remaja di SMP Negeri 33 Semarang yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 6,53 (pretest) menjadi 8,00 (posttest) dengan selisih 1,47. Rerata skor sikap meningkat dari 28,57 menjadi 29,97 dengan selisih 1,40. Nilai p-value 0,000 pada pengetahuan dan 0,013 pada sikap (p < 0,05). Edukasi pencegahan stunting melalui permainan balok stunting efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap positif remaja.
Edukasi Interaktif sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Mental Remaja Isnaeni Anggun Sari; Lia Dwi Jayanti
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v5i1.7670

Abstract

Mental health is a crucial issue that needs attention among adolescents. Adolescents low level of mental health knowledge can impact their ability to recognize their current psychological conditions and how to obtain appropriate psychological assistance. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of Junior High School students regarding mental health through interactive educational workshops. The main focus of this community service activity is to increase mental health knowledge related to the characteristics of mental health, how to maintain mental health and overcome problems, and recognize myths and facts about mental health. The implementation method used a one-group pre-test and post-test design to evaluate the impact of education. The activity subjects were 30 junior high school students. The evaluation instrument was a mental health knowledge questionnaire administered before (pre-test) and after (post-test) the educational activity. The pre-test results showed that most participants had a limited level of mental health knowledge. After receiving mental health education, the post-test results showed an increase in knowledge scores in most participants. The research data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The analysis results showed a significant difference between knowledge scores before and after the educational activity (p < 0.05), indicating that mental health education was effective in improving the knowledge of junior high school students. This community service activity is expected to be a promotive and preventive effort in improving adolescent mental health literacy in the school environment.