Sari Purnavita
Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBUATAN BIOPLASTIK BERBASIS POLIVINIL ALKOHOL DAN GLUKOMANAN DENGAN METODE CASTING Sari Purnavita; Sri Sutanti
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 7, No 1 (2026): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v7i1.7047

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pembuatan bioplastik dari campuran polivinil alkohol dan glukomanan dengan pembentukan film menggunakan metode casting. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh rasio polivinil alkohol dan glukomanan (90:10, 85:15, 80:20, 75:25, 70:30 %b/b) dan suhu pencampuran (80°C dan 85°C) terhadap karakteristik bioplastik meliputi ketebalan, ketahanan air, elongasi, tensile strength, dan biodegradasi. Proses pembuatan bioplastik terdiri dari pelarutan glukomanan ke dalam air, pelarutan PVA ke dalam air, pencampuran kedua larutan tersebut dan plasticizer gliserin serta pemanasan menggunakan alat hot plate magnetic stirrer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi suhu dan komposisi glukomanan berpengaruh sangat nyata terhadap ketebalan dan ketahanan air bioplastik. Rasio polivinil alkohol:glukomanan sebesar 70:30%b/b dan suhu 85oC memberikan hasil bioplastik terbaik yaitu nilai ketebalan 0,188 mm, ketahanan air 41,77%, nilai elongasi 46,7092%, nilai kuat tarik 0,589 (Mpa), dan terdegradasi sebesar 13%.
OPTIMASI JENIS PELARUT LIMBAH STYROFOAM KEMASAN ELEKTRONIK DAN RASIO ANTARA PIGMEN TiO2 DENGAN FILLER CaCO3 PADA PEMBUATAN CAT BERBASIS AIR Sari Purnavita; Carla Audric Haryanto
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v15i1.39507

Abstract

Limbah styrofoam, seperti bekas kemasan elektronik, sulit terurai sehingga dapat mencemari lingkungan dan belum dimanfaatkan secara komersial. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai guna limbah tersebut adalah memanfaatkannya sebagai binder dalam pembuatan cat berbasis air yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum kombinasi jenis pelarut styrofoam (toluena, metil etil keton, xilena, gasoline, dan butil asetat) serta rasio antara pigmen TiO2 dan filler CaCO3 (50:50 b/b dan 60:40 b/b) pada pembuatan cat berbasis air. Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu pembuatan binder lem lateks dari styrofoam bekas dan formulasi cat berbasis air. Binder diperoleh melalui pelarutan styrofoam bekas dan penambahan larutan sodium lauril sulfat hingga terbentuk emulsi lem lateks. Binder kemudian dicampurkan dengan akuades, TiO2, dan CaCO3 untuk menghasilkan cat berbasis air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum cat berbasis air dari limbah styrofoam bekas kemasan elektronik diperoleh pada binder lem lateks berpelarut xilena dan rasio pigmen TiO2:filler CaCO3 sebesar 50:50 dengan karakteristik viskositas 194,5 cSt (memenuhi SNI 3564:2009), waktu kering 6,8 menit (memenuhi SNI 3564:2009), daya rekat 90,6% (memenuhi ASTM D3359), hardness 6H (memenuhi ASTM D3363), daya tutup 8 m2/L (SNI 3564:2014), kestabilan cat selama 9 hari (belum memenuhi SNI 3564:2009), dan ketahanan air 74,5%. Keterbatasan penelitian ini adalah bahwa kestabilan cat belum memenuhi SNI 3564:2009. Penelitian ini memberikan alternatif pengelolaan limbah styrofoam bekas kemasan elektronik sebagai bahan baku binder cat berbasis air yang memenuhi sebagian besar persyaratan mutu.