Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Hadis dalam Tafsir Al-Tahrir Wa Al-Tanwir Karya Ibnu ‘Asyur Mawaliya Mawaliya; Uswatun Hasanah
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/m0209k84

Abstract

This research is to determine the integration of Hadith in Tafsir Al-Tahrir Wa Al-Tanwir by Ibnu 'Asyur. Ibn 'Asyur emphasized that the interpretation of the Qur'an must be based on two main pillars: First, the authority of the Prophet's hadith as explanation (al-bayan). Second, linguistic-balaghah analysis as a fundamental method. Muhammad Ibn 'Asyur's approach in writing his tafsir can be concluded as an analytical method (tahlili) which includes one methodology, namely the bil-lughah method or entering the tahlili method. Muhammad Tahir Ibn 'Asyur divides maqasid al-syari'ah into two, first, maqasid al-tasyri' al-ammah are the hidden meanings and wisdom in all or the majority of laws. Second, maqasid al-khasah are the methods desired by the Shari' to realize human benefits.
Konsep Din Al-Qayyim Dalam Al-Qur’an Menurut  Tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an Karya Sayyid Quthb Mawaliya Mawaliya; Halimatussa’diyah; Rahmat Hidayat
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/g2ew3067

Abstract

Agama merupakan salah satu faktor penentu sejarah peradaban manusia. Dalam bahasa arab agama dikenal dengan kata “Al-diin”. Sayyid Quthb membahasa mengenai “Din”, yang dalam Al-Qur’an merujuk pada agama atau sistem kehidupan. Qutb membedakan beberapa ragam din, termasuk Din Al-Qayyim. Frasa “Din Al-Qayyim” yang terdiri dari dua kata, yaitu “Din” (agama) dan “Al-Qayyim” (yang lurus/kokoh), memerlukan pemahaman mendalam tentang makna masing-masing kata tersebut sebelum menelaah makna gabungannya. Penelitian ini menggunakan metode metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap teks utama Fi Zhilal Al-Qur’an karya Sayyid Qutb. Hasil penelitian yakni konsep din yang bermakna dasar “ketundukan” atau “kepasrahan”. Sedangkan din Al-qayyim diartikan sebagai, agama yang lurus atau benar. Din Al-Qayyim dalam Al-Qur’an terdapat dalam 3 ayat salah satunya pada QS. Ar-Rum ayat 30. Mengenai QS. Ar-Rum ayat 30, penafsiran Sayyid Quthb menekankan pada perintah untuk teguh dalam menjalani kehidupan beragama yang sedang diperjuangkan. Hal ini tidak terlepas dari konteks turunnya ayat berkaitan dengan semakin kerasnya orang-orang musyrik Mekah terhadap umat Muslim. Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk senantiasa teguh dan tidak goyah oleh halangan apapun.