Nadia Aliyatuz Zulfa
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Permainan Tradisional Halang Rintang Dalam Mengoptimalkan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di Raudhatul Athfal Al-Hidayah Nadia Aliyatuz Zulfa; Raden Rachmy Diana; Nurita Sari
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5 No 1 (2025): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v5i1.1081

Abstract

Pentingnya mengimplementasikan permainan tradisional halang rintang untuk mengoptimalkan kemampuan motoric kasar anak usia 4-5 tahun. Selain itu memberikan informan tentang permainan tradisional halang rintang menjadi salah satu permainan tradisional yang mudah dikmas dalam permainan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan metode guru dalam mengimplementasikan permainan tradisional halang rintang untuk mengoptimalkan kemampuan motoric kasar anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan penelitian ini adalah guru kelas A, Kepala sekolah, orang tua, wali kelas A Raudhatul Athfal Al-Hidayah. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data yaitu trigulasi sedangkan analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengimplementasian permainan tradisional halang rintang untuk mengoptimalisasikan kemampuan motoric kasar anak usi 4-5 tahun di Raudhatul Athfal telah dilakukan dengan metode demontrasi terlihat dari cara guru mengajarkan permainan tradisional yang disusun dari bebrapa permainan seperti, lompat katak, tiarap berjalanan seperti ular, berjalan diatas papan titian dan ular tangga. Hal ini menjadikan perkembangan motoric kasar anak usia 4-5 tahun semakin optimal.
Digitalisasi Dan Edupreneurship Pada Transformasi Paud Menuju Pendidikan Berdaya Saing Global Nadia Aliyatuz Zulfa; Nurita Sari; Erni Munastiwi; Lailatu Rohmah
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.943

Abstract

Transformasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi isu penting dalam menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran digitalisasi dan edupreneurship dalam meningkatkan daya saing PAUD. Menggunakan metode kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi di lima lembaga PAUD di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa lembaga telah mengadopsi teknologi dan konsep edupreneurship, kendala seperti keterbatasan infrastruktur dan kompetensi tenaga pendidik masih menjadi tantangan utama. Studi ini mengimplikasikan perlunya pelatihan pendidik, pengembangan kurikulum berbasis teknologi, serta kolaborasi lintas sektor guna memastikan keberlanjutan dan daya saing global PAUD.
Implementasi Permainan Tradisional Halang Rintang Dalam Mengoptimalkan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di Raudhatul Athfal Al-Hidayah Nadia Aliyatuz Zulfa; Raden Rachmy Diana; Nurita Sari
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5 No 1 (2025): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v5i1.1081

Abstract

Pentingnya mengimplementasikan permainan tradisional halang rintang untuk mengoptimalkan kemampuan motoric kasar anak usia 4-5 tahun. Selain itu memberikan informan tentang permainan tradisional halang rintang menjadi salah satu permainan tradisional yang mudah dikmas dalam permainan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan metode guru dalam mengimplementasikan permainan tradisional halang rintang untuk mengoptimalkan kemampuan motoric kasar anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan penelitian ini adalah guru kelas A, Kepala sekolah, orang tua, wali kelas A Raudhatul Athfal Al-Hidayah. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data yaitu trigulasi sedangkan analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengimplementasian permainan tradisional halang rintang untuk mengoptimalisasikan kemampuan motoric kasar anak usi 4-5 tahun di Raudhatul Athfal telah dilakukan dengan metode demontrasi terlihat dari cara guru mengajarkan permainan tradisional yang disusun dari bebrapa permainan seperti, lompat katak, tiarap berjalanan seperti ular, berjalan diatas papan titian dan ular tangga. Hal ini menjadikan perkembangan motoric kasar anak usia 4-5 tahun semakin optimal.
Pendekatan Fun Learning Dalam Meningkatkan Interaksi Sosial Anak Di Paud Insklusi Bono Setyo; Nadia Aliyatuz Zulfa; Nurita sari
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5 No 2 (2025): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v5i2.1242

Abstract

This study aims to explore the implementation of the Fun Learning approach in improving children's social interaction in Insan Kamil Tuban Kindergarten as an inclusive PAUD. The research method used is qualitative with a case study approach, involving observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study show that the Fun Learning approach through collaborative activities, such as role-playing and creative arts, is effective in increasing the frequency, quality, and courage of children's social interactions. Supporting factors include teacher commitment and adequate facilities, while barriers include differences in children's abilities and limited resources. In conclusion, Fun Learning has been proven to be able to create inclusive learning and improve children's social skills, although advanced training is required for teachers.