Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Kisah Qur’ani dalam Pendidikan Karakter: Analisis Tematik Ayat-Ayat Kisah Siti Mabruroh; Imroatus Sholekah; Muhammad Farih
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4616

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis metode kisah Qur’ani dalam pendidikan karakter melalui analisis tematik ayat-ayat kisah. Kisah-kisah dalam Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai narasi historis, tetapi juga sebagai sarana edukatif dalam penanaman nilai moral dan pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab-kitab tafsir, serta literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-analitis melalui analisis tematik dengan mengelompokkan ayat-ayat kisah berdasarkan nilai pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa kisah-kisah Qur’ani mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, seperti ketaatan, kesabaran, tanggung jawab, dan kepemimpinan, yang relevan untuk diintegrasikan dalam proses pendidikan. Dengan demikian, metode kisah Qur’ani memiliki kontribusi penting dalam penguatan pendidikan karakter dalam konteks pendidikan Islam.
Kontroversi Nasikh–Mansukh dalam Tafsir Al-Qur’an: Urgensinya terhadap Pola Keberagamaan Generasi Muslim Masa Kini Imroatus Sholekah; Muhammad Shohib
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4669

Abstract

Konsep nasikh–mansukh merupakan tema penting sekaligus kontroversial dalam kajian tafsir Al-Qur’an karena berkaitan dengan dinamika penetapan hukum Islam. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep nasikh–mansukh dalam perspektif ulama klasik dan kontemporer serta menelaah urgensinya terhadap pola keberagamaan generasi Muslim masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis isi terhadap karya-karya tafsir dan ulūm al-Qur’ān.Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam tradisi klasik, nasikh–mansukh berfungsi sebagai instrumen metodologis pembentukan hukum secara bertahap, sedangkan dalam perspektif kontemporer dipahami sebagai penyesuaian penerapan hukum sesuai konteks sosial dan tujuan syariat. Pemahaman yang proporsional atas konsep ini penting untuk membangun sikap keberagamaan yang moderat dan kontekstual.