Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PENGUMUMAN RIGHT ISSUE DAN STOCK SPLIT TERHADAP ABNORMAL RETURN SAHAM PERIODE 2022-2024 Muhammad Dimas Sudirman; Ulfa Choiriyah; Annisa Ayu Rizkia
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/3gct5f07

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh pengumuman Right issue dan Stock Split terhadap abnormal return saham pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022–2024. Metode event study digunakan untuk mengukur Cumulative Abnormal Return (CAR) dalam jendela waktu selama 11 hari, yaitu lima hari perdagangan sebelum dan sesudah tanggal pengumuman aksi korporasi (t = -5 hingga t = +5). Abnormal return dihitung dengan pendekatan market-adjusted model, yaitu selisih return saham terhadap return IHSG. Untuk pengumuman right issue yang data CAR-nya tidak terdistribusi normal, digunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Sementara itu, untuk stock split yang menunjukkan distribusi normal, digunakan uji Paired Samples t-Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengumuman right issue menimbulkan perbedaan CAR yang signifikan secara statistik, yang mencerminkan adanya reaksi pasar. Sebaliknya, pengumuman stock split tidak menghasilkan perbedaan CAR yang signifikan, yang mengindikasikan respons pasar yang netral. Temuan ini menunjukkan bahwa pasar bereaksi berbeda terhadap masing-masing aksi korporasi, kemungkinan karena perbedaan persepsi investor terhadap risiko dilusi (right issue) dan efek sinyal atau likuiditas (stock split).
ANALISIS PENGARUH PENGUMUMAN RIGHT ISSUE DAN STOCK SPLIT TERHADAP ABNORMAL RETURN SAHAM PERIODE 2022-2024 Muhammad Dimas Sudirman; Ulfa Choiriyah; Annisa Ayu Rizkia
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 9 No. 1 (2026): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/txerny23

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh pengumuman Right issue dan Stock Split terhadap abnormal return saham pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022–2024. Metode event study digunakan untuk mengukur Cumulative Abnormal Return (CAR) dalam jendela waktu selama 11 hari, yaitu lima hari perdagangan sebelum dan sesudah tanggal pengumuman aksi korporasi (t = -5 hingga t = +5). Abnormal return dihitung dengan pendekatan market-adjusted model, yaitu selisih return saham terhadap return IHSG. Untuk pengumuman right issue yang data CAR-nya tidak terdistribusi normal, digunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Sementara itu, untuk stock split yang menunjukkan distribusi normal, digunakan uji Paired Samples t-Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengumuman right issue menimbulkan perbedaan CAR yang signifikan secara statistik, yang mencerminkan adanya reaksi pasar. Sebaliknya, pengumuman stock split tidak menghasilkan perbedaan CAR yang signifikan, yang mengindikasikan respons pasar yang netral. Temuan ini menunjukkan bahwa pasar bereaksi berbeda terhadap masing-masing aksi korporasi, kemungkinan karena perbedaan persepsi investor terhadap risiko dilusi (right issue) dan efek sinyal atau likuiditas (stock split). Kata Kunci: Right issue, Stock Split, Abnormal Return, Cumulative Abnormal Return (CAR), Event Study, Reaksi Pasar, Uji Wilcoxon, Uji t Berpasangan.  
DOES THE DEMOGRAPHIC DIVIDEND REDUCE EDUCATED UNEMPLOYMENT? PANEL EVIDENCE FROM INDONESIAN PROVINCES (2020–2024) Ulfa Choiriyah; Nurhayati Nurhayati; Nur Hidayatullah; Ni Putu Laksmi Subadra
Media Ekonomi Vol. 33 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v33i2.26826

Abstract

The phenomenon of educated unemployment in Indonesia, particularly among higher education graduates, has risen during the 2020–2024 period despite relatively stable economic growth. This study aims to analyze the influence of macroeconomic and structural factors, namely economic growth, provincial minimum wages, education level, employment opportunities, and the number of people of productive age, on educated unemployment. This study employs a quantitative research approach using panel data regression to examine data from 34 provinces in Indonesia over the period 2020–2024. The analysis is based on a total of 170 observations (34 provinces × 5 years) and applies the Fixed Effects Model (FEM) to account for unobserved province-specific characteristics that remain constant over time. All statistical analyses are conducted using EViews. The results reveal that economic growth, minimum wages, and employment opportunities have a significant negative effect on educated unemployment. In the other hand, the education level shows a positive effect, indicating a mismatch between graduates’ competencies and labor market demands. Meanwhile, the productive-age population variable has no significant effect, reflecting the demographic bonus paradox that does not automatically reduce educated unemployment. These findings highlight the importance of creating quality jobs, reforming higher education curricula, and synchronizing labor policies to reduce educated unemployment and optimize Indonesia’s demographic potential.