ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi emosi dalam film "Bolehkah Sekali Saja Kumenangis" karya Reka Wijaya dengan menggunakan pendekatan mimetik. Film ini mengisahkan perjalanan hidup seorang wanita bernama Tari, yang berjuang melindungi ibunya dari kekerasan dan menghadapi berbagai tantangan emosional. Melalui analisis kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi delapan data yang diklasifikasikan ke dalam beberapa bagian, termasuk transformasi naratif, konflik dalam film, eksplorasi kedalaman emosi kesedihan, dan pengalaman baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini secara efektif menggambarkan kerentanan emosional tokoh, terutama Tari dan Baskara, yang berjuang dengan ekspektasi, kekerasan, dan rasa kehilangan. Kesedihan yang dialami Tari diperkuat oleh perbandingan dengan Baskara, yang memiliki dukungan dan tempat yang aman. Film ini juga menyoroti perjalanan Tari dalam mencari kebebasan dan pengalaman baru, serta pentingnya dukungan emosional dari orang-orang terdekat. Dengan narasi yang kuat dan pengembangan karakter yang mendalam, "Bolehkah Sekali Saja Kumenangis" berhasil menciptakan resonansi emosional yang intens, merangsang empati penonton terhadap realitas sosial dan budaya yang dihadapi oleh para tokohnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kajian film dan emosi, serta memperluas pemahaman tentang peran film dalam kehidupan manusia. KATA KUNCI: Film; Pendekatan Mimetik; Representasi Emosi REPRESENTATION OF EMOTIONS IN FILM BOLEHKAH SEKALI SAJA KUMENANGIS: A MIMETIC REFLECTION OF HUMAN EXPERIENCE ABSTRACT: This study aims to explore the representation of emotions in the film "Bolehkah Sekali Saja Kumenangis" by Reka Wijaya using a mimetic approach. The film tells the story of a woman named Tari, who struggles to protect her mother from violence and faces various emotional challenges. Through qualitative analysis, this study identified eight data that were classified into several parts, including narrative transformation, conflict in the film, exploration of the depth of sadness emotions, and new experiences. The results of the study show that the film effectively depicts the emotional vulnerability of the characters, especially Tari and Baskara, who struggle with expectations, violence, and loss. Tari's sadness is reinforced by the comparison with Baskara, who has support and a safe place. The film also highlights Tari's journey in seeking freedom and new experiences, as well as the importance of emotional support from those closest to her. With a strong narrative and in-depth character development, "Bolehkah Sekali Saja Kumenangis" successfully creates intense emotional resonance, stimulating the audience's empathy for the social and cultural realities faced by its characters. This study is expected to make a significant contribution to the study of film and emotion, as well as broaden the understanding of the role of film in human life. KEYWORDS: Film; Mimetic Approach; Representations of Emotions Diterima: 22 Juni 2025 Direvisi: 4 Juli 2025 Disetujui: 5 Juli 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka : Apriannur, A., Putri, N. Q. H., & Sulistyowati, E. D. (2025). Representasi emosi dalam film bolehkah sekali saja kumenangis: Mimetik pengalaman manusia. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 361-371. Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.