This Author published in this journals
All Journal Jurnal Farmapedia
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI DAGUSIBU TERHADAP PENGETAHUAN MASYARAKAT DI DESA BATU GEDE KABUPATEN BOGOR Silvi Nurafni; Nanang Hernawan; Herni Sulawati
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v1i2.13

Abstract

Desa Batu Gede terletak di Kabupaten Bogor Barat, dari survei yang kami lakukan penduduk setempat memiliki akses yang sangat mudah untuk mendapatkan obat-obatan karena banyaknya fasilitas yang menyediakan obat seperti apotek, toko obat bahkan warung kelontong disekitar rumah warga sehingga masyarakat sering melakukan swamedikasi. Namun, tingkat pendidikan masyarakat belum memenuhi pengetahuan masyarakat untuk dapat mengelola obat yang sudah didapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi tentang DAGUSIBU obat. Jenis Penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental pre-post design dengan pengambilan sampel sebanyak 85 orang yang diambil secara Stratifed sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner sebelum edukasi dan setelah di edukasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan data sosiodemografi responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin perempuan yaitu 64,71%, berdasarkan usia terbanyak lansia awal 36,47%, berdasarkan pendidikan terbanyak SMA 68,24% dan berdasarkan pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga 31,76%. Gambaran pengetahuan responden sebelum diedukasi kategori kurang sebanyak 28,24%, kategori pengetahuan cukup sebanyak 60%, dan kategori pengetahuan baik sebanyak 11,76%. Gambaran pengetahuan responden setelah diberikan edukasi meningkat menjadi kategori baik 75,29%, kategori cukup 20%, dan kategori kurang 4,71%. Sehingga pemberian edukasi DAGUSIBU berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan responden terkait dengan nilai p-value 0,000 < 0,05.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG SWAMEDIKASI DIARE PADA BALITA DI POSYANDU DESA KARANG ASEM TIMUR KECAMATAN CITEUREUP silvi nurafni; M. Kenli Kendi Tampoliu; Novia Aprilianti Sunarya
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i1.19

Abstract

Swamedikasi adalah perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang dialami. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit ringan seperti diare. Menurut data Kemenkes pada tahun 2020 Kabupaten Bogor menempati urutan pertama penemuan kasus diare pada balita se Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu tentang swamedikasi penyakit diare pada balita, karena diare masih jadi penyumbang angka kematian pada balita di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan Cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan program SPPS versi 26. Hasil penelitian, usia responden terbanyak dalam melakukan swamedikasi diare pada balita adalah usia 26-35 tahun yaitu 54,35%. Latar belakang pendidikan 57,61% lulusan SMA, dan pekerjaan paling banyak sebagai Ibu Rumah Tangga 67,39%. Sebesar 47,83% responden dengan tingkat pengetahuan cukup baik tentang swamedikasi diare pada balita. Alasan ibu melakukan swamedikasi diare 47,8% untuk menghemat waktu dan biaya. Obat yang digunakan untuk swamedikasi diare paling banyak yaitu Lacto-B 65,2%. Sumber informasi yang didapat responden 54,3% mengikuti resep yang pernah didapat sebelumnya dari dokter. Sebanyak 73,9% responden mendapatkan obat untuk swamedikasi di Apotek.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP TINGKAT PERILAKU PENGGUNAAN AMOXICILLIN DI APOTEK GEMA PHARMA SUKABUMI silvi nurafni; Triska Puji Hartati; Hilman Budiman
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i2.24

Abstract

Amoxicillin termasuk antibiotik spektrum luas dan memiliki bioavabilitas oral yang tinggi. Di apotek Gema Pharma Sukabumi sering terjadi pembelian amoxicillin tanpa resep dokter. Hal ini menyebabkan terjadinya resiko resistensi bagi masyarakat yang kurang pengetahuan dan edukasi tentang penggunaan antibiotik khususnya amoxicillin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku,serta meneliti hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku masyarakat dalam penggunaan amoxicillin di Apotek Gema Pharma Sukabumi. Penelitian ini merupakan peneletian dalam bentuk deskriptif observasional dengan pendakatan secara Cross Sectional. Pengambilan sampel menggugunakan teknik purposive sampling sehingga jumlah sampel 75 responden. Alat ukur menggunakan kuisioner yang berisi tentang tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku penggunaan amoxicillin. Analisis data menggunakan analisis Chi Square. Hasil yang didapat yakni mayoritas berjenis kelamin perempuan (60%), usia terbanyak dewasa awal 26-35 tahun (27%). pendidikan terakhir terbanyak mayoritas SMA/SMK (44%). Pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga (27%). Tingkat pengetahuan masyarakat kurang baik (41,3%), cukup baik (32%), dan baik (26,7%). Tingkat perilaku penggunaan amoxicillin kurang baik (41,3 %), cukup baik (33,3%) dan baik (25,3%), Hasil uji Chi Square diperoleh p-value 0,019 < dari 0,05 menunjukan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan terhadap perilaku penggunaan amoxicillin di Apotek Gema Pharma Sukabumi.