Sizilia Chairunnisa
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Psikologi Komunikasi Pengajar Dalam Penyampaian Dakwah Di Markaz Al-Qur’an Nurudda’wah Makassar Sizilia Chairunnisa; Dahlan Lama Bawa; Muh. Ramli
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode penerapan psikologi komunikasi pengajar dalam proses penyampaian pesan dakwah santri dan santriwati di Markaz Al Qur’an Nurudda’wah. Untuk mengetahui  dampak penerapan psikologi komunikasi pengajar terhadap santri di Markaz Al Qur’an Nurudda’wah Makassar, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan psikologi komunikasi pengajar. Penelitian ini menggunakan studi lapangan dengan jenis kualitatif untuk memperoleh data-data yang diperlukan penulis menggunakan pendekatan penelitian studi kasus yaitu dengan cara menelaah pendapat-pendapat dari informan yang telah diuji kredibilitasnya. Adapun informan dari Aisyah Syarifuddin, Mukhlisa Jamal, Rusydah Amrani, Hamimah, Serli, Aini, dan Faiqah. Dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah bahwa penerapan psikologi komunikasi dalam penyampaian dakwah di Markaz Al-Qur’an Nurudda’wah Makassar dilakukan melalui pendekatan emosional, persuasif, dan adaptif, seperti pemberian nasihat, hadiah, serta penyesuaian bahasa sesuai tingkat pemahaman santri, yang berhasil menciptakan lingkungan belajar inklusif dan memperkuat hubungan antara ustadzah dan santri. Pendekatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pemahaman keagamaan, kedisiplinan ibadah, dan akhlak santri, didukung oleh faktor lingkungan yang kondusif, pemanfaatan teknologi, forum evaluasi rutin pengajar, serta organisasi Muhammadiyah. Namun, tantangan seperti perbedaan karakter santri, kesulitan membangun kedekatan emosional, dan kendala teknis seperti keributan kelas diatasi dengan pendekatan personal, kolaborasi dengan orang tua, dan metode interaktif, sehingga efektivitas dakwah tetap terjaga secara menyeluruh.