Bertiana Putri Saragih
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Fenomena Alih Kode, Campur Kode, Interferensi, dan Integrasi pada Masyarakat Dwibahasawan di Lingkungan Mahasiswa Aulia Syahfitri Harahap; Bertiana Putri Saragih; Devi Enjelina Nainggolan; Elisabet Siska Limbong
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penggunaan lebih dari satu bahasa dalam komunikasi sehari-hari merupakan hal yang umum terjadi dalam masyarakat dwibahasawan, khususnya di lingkungan akademik. Dalam kajian sosiolinguistik, fenomena tersebut dapat berupa alih kode, campur kode, interferensi, dan integrasi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk fenomena kebahasaan tersebut dalam tuturan mahasiswa serta mengidentifikasi faktor penyebab dan dampaknya dalam komunikasi akademik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan pencatatan tuturan mahasiswa di lingkungan perkuliahan. Data penelitian berupa beberapa tuturan mahasiswa yang mengandung unsur alih kode, campur kode, interferensi, dan integrasi bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena campur kode, alih kode, interferensi, dan integrasi sering muncul dalam komunikasi mahasiswa karena pengaruh lingkungan akademik yang bilingual, perkembangan teknologi digital, serta kebiasaan penggunaan istilah bahasa Inggris dalam aktivitas perkuliahan. Fenomena tersebut memiliki dampak positif seperti memperkaya kosakata bahasa Indonesia dan mempermudah komunikasi akademik. Namun demikian, penggunaan bahasa asing secara berlebihan juga berpotensi mengurangi penggunaan bahasa Indonesia secara baku dalam situasi formal.
Polemik Pernyataan Alumni LPDP “Cukup Saya WNI” Dalam Perspektif Media Dan Kajian Tindak Tutur Bahasa Bertiana Putri Saragih; Aulia Syahfitri Harahap; Devi Enjelina Nainggolan; Elisabeth Siska Limbong; Natal Fransiska Manalu; M. Oky F. Gafari; Herning Puspitarini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polemik mengenai pernyataan seorang alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menyatakan kebanggaannya karena anaknya menjadi warga negara asing memicu perdebatan luas di masyarakat dan media massa. Pernyataan yang berbunyi “cukup saya saja yang WNI, anak-anak jangan” menjadi viral dan memunculkan berbagai respons yang berkaitan dengan isu nasionalisme, tanggung jawab penerima beasiswa negara, serta etika dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis polemik tersebut melalui perspektif pemberitaan media serta mengkaji penggunaan bahasa dalam pernyataan tersebut menggunakan pendekatan pragmatik, khususnya teori tindak tutur. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa pemberitaan dari beberapa media daring nasional seperti Detik, BBC Indonesia, CNBC Indonesia, dan laman Universitas Gadjah Mada. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam pernyataan yang menjadi sumber kontroversi. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara lokusioner pernyataan tersebut hanya menyampaikan informasi mengenai status kewarganegaraan anak, namun secara ilokusioner mengandung ekspresi sikap yang dapat ditafsirkan sebagai kritik atau ketidakpuasan terhadap kondisi tertentu. Sementara itu, secara perlokusioner pernyataan tersebut menimbulkan dampak sosial yang luas berupa kritik publik, perdebatan di media sosial, hingga respons dari pemerintah terkait evaluasi pengelolaan beasiswa dan kewajiban pengabdian penerima LPDP. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan dalam ruang publik, khususnya di media sosial, memiliki potensi besar dalam mempengaruhi opini publik serta membentuk wacana sosial dan politik di masyarakat