Natal Fransiska Manalu
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Interaksi Akademik di Ruang Digital: Analisis Kontak Bahasa dalam Chat WhatsApp Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan Saibil Aprilia Putri; Zai Alpris Wulandari; Natal Fransiska Manalu; Ayu Nadira Wulandari
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/a1qddw78

Abstract

Studi ini menjelaskan kontak manifestasi bahasa dalam interaksi akademik yang dilakukan oleh mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Negeri Medan di ruang digital melalui chat WhatsApp. Dalam komunikasi digital, masalah seperti alih kode, campur kode, interferensi, dan integrasi leksikal adalah yang paling penting. Untuk mengumpulkan dan menganalisis tuturan korpus, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan simak dan ketat. Hasil analisis menunjukkan bahwa interaksi akademik menyebabkan ambiguitas register di ruang digital. Campur kode eksternal digunakan sebagai cara pragmatik untuk menegaskan, dan interferensi morfologis muncul sebagai akibat kuatnya pengaruh dialek lisan dalam konteks formal. Faktor penting adalah ketergantungan pada istilah teknologi dan proyeksi identitas intelektual. Meskipun kontak bahasa membuat komunikasi lebih fleksibel, penelitian ini menemukan bahwa tetap menggunakan bahasa Indonesia baku di lingkungan akademik virtual masih sangat penting.
Polemik Pernyataan Alumni LPDP “Cukup Saya WNI” Dalam Perspektif Media Dan Kajian Tindak Tutur Bahasa Bertiana Putri Saragih; Aulia Syahfitri Harahap; Devi Enjelina Nainggolan; Elisabeth Siska Limbong; Natal Fransiska Manalu; M. Oky F. Gafari; Herning Puspitarini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polemik mengenai pernyataan seorang alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menyatakan kebanggaannya karena anaknya menjadi warga negara asing memicu perdebatan luas di masyarakat dan media massa. Pernyataan yang berbunyi “cukup saya saja yang WNI, anak-anak jangan” menjadi viral dan memunculkan berbagai respons yang berkaitan dengan isu nasionalisme, tanggung jawab penerima beasiswa negara, serta etika dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis polemik tersebut melalui perspektif pemberitaan media serta mengkaji penggunaan bahasa dalam pernyataan tersebut menggunakan pendekatan pragmatik, khususnya teori tindak tutur. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa pemberitaan dari beberapa media daring nasional seperti Detik, BBC Indonesia, CNBC Indonesia, dan laman Universitas Gadjah Mada. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam pernyataan yang menjadi sumber kontroversi. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara lokusioner pernyataan tersebut hanya menyampaikan informasi mengenai status kewarganegaraan anak, namun secara ilokusioner mengandung ekspresi sikap yang dapat ditafsirkan sebagai kritik atau ketidakpuasan terhadap kondisi tertentu. Sementara itu, secara perlokusioner pernyataan tersebut menimbulkan dampak sosial yang luas berupa kritik publik, perdebatan di media sosial, hingga respons dari pemerintah terkait evaluasi pengelolaan beasiswa dan kewajiban pengabdian penerima LPDP. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan dalam ruang publik, khususnya di media sosial, memiliki potensi besar dalam mempengaruhi opini publik serta membentuk wacana sosial dan politik di masyarakat