Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Akad Murabahah pada Pembiayaan Modal Usaha UMKM dalam Perspektif Fiqh Muamalah Fitria Romadloni; Siti Hariroh; Hilmi Hilmi; Dwi Nanda Nur Fadhilah; Luluk Hanifah
Journal of Management, Accounting, and Administration Vol. 2 No. 4: April - June 2026
Publisher : Institut Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jomaa.v2i4.240

Abstract

Kajian ini berfokus pada analisis praktik akad murabahah dalam pembiayaan modal usaha UMKM dengan menempatkan prinsip Fiqh Muamalah sebagai kerangka evaluasi utama. Dominasi murabahah sebagai instrumen pembiayaan tidak selalu sejalan dengan pemenuhan substansi syariah, khususnya dalam penerapan rukun dan syarat akad. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan memanfaatkan sumber data sekunder berupa laporan keuangan, dokumen  kontrak standar, regulasi OJK, serta fatwa DSN-MUI. Data dianalisis melalui metode analisis isi secara deduktif untuk menilai kesesuaian antara praktik operasional dan norma fiqh. Hasil kajian mengungkap bahwa meskipun murabahah telah memenuhi ketentuan formal regulatif, terdapat titik rawan pada pemenuhan aspek qabdh dalam skema murabahah bil wakalah. Ketidakjelasan bukti transaksi berpotensi menggeser akad dari jual beli menjadi pinjaman berbunga. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan sistem pengawasan dan keterbukaan penetapan margin guna memastikan penerapan kepatuhan syariah yang komprehensif.  
Analisis Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan PT Unilever Indonesia, Tbk. Tahun 2023–2024 Dinda Fesa Noviani; Khalimatus Sa’diyah; Via Agustin Ni Matur Rohmah; Nabila Salwa Nailalmanal Shohib; Luluk Hanifah
Journal of Management, Accounting, and Administration Vol. 2 No. 4: April - June 2026
Publisher : Institut Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jomaa.v2i4.230

Abstract

Dalam suatu perusahaan dibutuhkan adanya perhitungan untuk menentukan pertumbuhan dan memprediksi kondisi suatu perusahaan terutama dalam jangka panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan PT Unilever Indonesia, Tbk. dari tahun 2023 hingga 2024. Sehingga perlu menggunakan rasio keuangan dengan menggunakan rasio keuangan yaitu, rasio aktivitas, rasio solvabilitas, rasio likuiditas dan rasio profitabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan menggunakan data sekunder dari laporan keuangan tahunan PT Unilever Indonesia, Tbk. yang dipublikasikan secara resmi. Metode untuk mengumpulkan data dengan studi pustaka dan dokumen. Selain itu, metode analisis data adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tingkat leverage perusahaan menyebabkan penurunan kinerja dalam hal likuiditas dan efisiensi operasi. Selain itu, berdasarkan profitabilitas berdasarkan profit margin dan ROA, tingkat utang yang tinggi menyebabkan peningkatan ROE. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis masih mampu menghasilkan keuntungan, mereka menghadapi risiko keuangan yang meningkat, yang memerlukan pengelolaan likuiditas dan struktur modal yang lebih baik
Analisis Kinerja Keuangan PT Pertamina (Persero) Berdasarkan Rasio Keuangan Periode 2020-2024 Zahrotul Ingsyira; Putri Rahmatillah; Imelda Yasyifa Erliza; Alya Trigina Purwati; Luluk Hanifah
Journal of Management, Accounting, and Administration Vol. 2 No. 2: October - December 2025
Publisher : Institut Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jomaa.v2i2.231

Abstract

PT Pertamina (Persero) sebagai badan usaha milik negara strategis di sektor energi Indonesia menghadapi tantangan signifikan selama periode 2020–2024, yang ditandai dengan pandemi COVID-19, volatilitas harga minyak dunia, serta awal transisi energi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan melalui rasio keuangan utama, yaitu likuiditas (Current Ratio), solvabilitas (Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity Ratio), serta profitabilitas (Return on Assets), guna mengevaluasi resiliensi dan adaptabilitas manajemen dalam menghadapi kondisi eksternal yang penuh ketidakpastian. Metode penelitian menggunakan analisis rasio keuangan deskriptif kuantitatif berbasis data primer dari laporan keuangan tahunan PT Pertamina (Persero) periode 2020–2024. Rasio-rasio dihitung secara standar dan dibandingkan dengan standar industri serta tren tahunan untuk menilai kondisi keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio rata-rata mencapai 202% dengan nilai tertinggi 227% pada 2024, mengindikasikan likuiditas yang sangat baik meskipun sempat menurun pada 2021–2022. Debt to Assets Ratio rata-rata 55% dan Debt to Equity Ratio rata-rata 133% menunjukkan struktur modal yang relatif tinggi namun masih wajar untuk industri capital-intensive, dengan tren penurunan positif pada fase pemulihan (2023–2024). Return on Assets mengalami peningkatan signifikan dari 1,52% pada 2020 menjadi 4,87% pada 2023, meskipun sedikit menurun menjadi 3,48% pada 2024, mencerminkan keberhasilan optimalisasi biaya dan efisiensi operasional pasca-pandemi. Kesimpulannya, PT Pertamina (Persero) menunjukkan resiliensi keuangan yang kuat selama periode 2020–2024 dengan perbaikan progresif pada hampir seluruh rasio keuangan utama. Temuan ini mengimplikasikan bahwa strategi manajemen yang prudent mampu mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mempersiapkan perusahaan menghadapi transisi energi berkelanjutan di masa depan. Abstract PT Pertamina (Persero), a strategic state-owned enterprise in Indonesia's energy sector, faced significant challenges during the 2020–2024 period, marked by the COVID-19 pandemic, global oil price volatility, and the beginning of the national energy transition. This study aims to analyze the company's financial performance through key financial ratios, namely liquidity (Current Ratio), solvency (Debt to Assets Ratio and Debt to Equity Ratio), and profitability (Return on Assets), to evaluate management resilience and adaptability in facing uncertain external conditions. The research method uses quantitative descriptive financial ratio analysis based on primary data from PT Pertamina (Persero)'s annual financial reports for the 2020–2024 period. Ratios are calculated according to standard procedures and compared with industry standards and annual trends to assess the company's financial condition. The results show that the Current Ratio averaged 202% with a peak value of 227% in 2024, indicating excellent liquidity despite a decline in 2021–2022. The average Debt-to-Assets Ratio of 55% and the average Debt-to-Equity Ratio of 133% indicate a relatively high but still reasonable capital structure for a capital-intensive industry, with a positive downward trend during the recovery phase (2023–2024). Return on Assets experienced a significant increase from 1.52% in 2020 to 4.87% in 2023, although it decreased slightly to 3.48% in 2024, reflecting the success of post-pandemic cost optimization and operational efficiency. In conclusion, PT Pertamina (Persero) demonstrated strong financial resilience during the 2020–2024 period with progressive improvements in almost all key financial ratios. These findings imply that a prudent management strategy is able to support national energy security while preparing the company for a sustainable energy transition in the future.
Analisis Pengelolaan Aset Tetap dan Belanja Modal Kementerian Pertanian Periode Tahun 2024 Muhammad Yusuf Abdullah Trigutomo; Luluk Hanifah
Journal of Management, Accounting, and Administration Vol. 3 No. 1: July - September 2026
Publisher : Institut Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jomaa.v3i1.214

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengelolaan aset tetap dan belanja modal Kementerian Pertanian Tahun 2024 berbasis Laporan Keuangan Audited. Menggunakan metode deskriptif-kuantitatif, hasil menunjukkan nilai aset tetap sebesar Rp77,06 triliun, turun 1,24% terutama akibat reorganisasi Badan Karantina Indonesia. Realisasi belanja modal mencapai Rp384,06 miliar (90,34%), namun secara nominal terkontraksi 22,14% karena kebijakan realokasi anggaran untuk bantuan pemerintah. Temuan audit kritis meliputi 1.531 aset tanah senilai Rp6,79 triliun yang belum bersertifikat, aset senilai Rp8,35 triliun dikuasai pihak lain, serta ketidaktuntasan administrasi alih status aset senilai Rp2,87 triliun. Penelitian ini merekomendasikan percepatan sertifikasi lahan, penyelesaian administrasi alih status aset transisi, dan penguatan pengendalian internal guna meningkatkan akuntabilitas laporan keuangan di tengah dinamika kelembagaan