Nabilah Safitri
Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, Dan Menengah (SAK EMKM) Pada Laporan Keuangan UMKM Konter Pulsa Alfia Nikmah Safira; Faridah Rahmawati; Nabilah Safitri; M. Mustaqim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i5.5253

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional, salah satunya melalui usaha konter pulsa yang banyak berkembang di masyarakat. Namun, banyak pelaku UMKM belum memahami dan menerapkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) secara tepat dalam penyusunan laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman dan penerapan laporan keuangan berbasis SAK EMKM pada UMKM konter pulsa milik Bapak Ighfir Ubaidillah di Desa Rangkah Kidul, Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan pendampingan langsung. Hasil menunjukkan bahwa pelaku usaha telah memiliki inisiatif pencatatan keuangan mandiri menggunakan Excel dan Google Drive, namun belum mengacu pada struktur laporan sesuai standar akuntansi. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman mitra terhadap penyusunan laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi. Tindak lanjut berupa pendampingan rutin, penyediaan template laporan, pelatihan lanjutan, serta pembentukan komunitas belajar diperlukan untuk memastikan keberlanjutan implementasi SAK EMKM. Dengan demikian, diharapkan pelaku UMKM dapat menyusun laporan keuangan yang akuntabel, relevan, dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan serta mempermudah akses permodalan dari lembaga keuangan.  
Pelestarian Obat Tradisional Dhandhanggulo melalui Pemanfaatan Bahan Alami Lokal sebagai Wujud Kearifan Lokal Nabilah Safitri; Muchammad Tamyiz; Rizqa Putri Ramadhanti; Muhammad Aliful Ittikhad; Mazro’atul Ilmiyyah; Alfia Rohmah Safara; Annur Rahman
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/9swr4240

Abstract

Dhandhanggulo merupakan praktik pengobatan tradisional yang berdiri sejak tahun 2009 di Desa Prasung, Kabupaten Sidoarjo. Keberadaannya berawal dari kepedulian terhadap keterbatasan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan formal, sekaligus menjadi sarana pelestarian kearifan lokal. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan praktik pengobatan tradisional Dhandhanggulo, menelaah manfaat kesehatan, sosial, dan budaya, serta memotret nilai solidaritas yang tercermin dalam pelayanannya. Hasil observasi menunjukkan bahwa Dhandhanggulo mengintegrasikan layanan ramuan herbal dengan terapi tradisional, ditopang sepenuhnya oleh tenaga relawan tanpa imbalan. Bahan ramuan sebagian ditanam secara mandiri, sebagian lainnya diperoleh dari pasar. Sebelum pandemi Covid-19, praktik ini telah melayani ribuan pasien dari dalam dan luar Sidoarjo. Temuan ini menegaskan peran penting Dhandhanggulo tidak hanya sebagai alternatif layanan kesehatan, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya dan penguatan solidaritas sosial. Dhandhanggulo is a traditional healing practice established in 2009 in Prasung Village, Sidoarjo Regency. Its existence stems from concern about the community's limited access to formal healthcare services, while also serving as a means of preserving local wisdom. This article aims to describe the traditional healing practice of Dhandhanggulo, examine its health, social, and cultural benefits, and capture the values ​​of solidarity reflected in its services. Observations indicate that Dhandhanggulo integrates herbal concoction services with traditional therapies, supported entirely by uncompensated volunteers. Some ingredients are grown locally, while others are obtained from the market. Prior to the Covid-19 pandemic, the practice served thousands of patients from within and outside Sidoarjo. These findings underscore Dhandhanggulo's crucial role not only as an alternative healthcare service but also as a medium for cultural preservation and strengthening social solidarity.