Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Melalui Pendampingan Literasi Di SDN 1 Desa Sungai paring Uswatun Hasanah; Setria Utama Rizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i6.5767

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SDN 1 Sungai Paring, Kalimantan Tengah, dikarenakan rendahnya kemampuan literasi membaca siswa di Indonesia menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendampingan literasi membaca di sekolah maupun di luar sekolah. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa SDN 1 Sungai Paring melalui bimbingan literasi membaca disekolah seperti dengan memanfaatkan pojok baca, dan diluar sekolah dengan bimbingan les. Metode yang diterapkan dalam pengabdian ini adalah pendampingan serta pelatihan membaca dengan pemahaman. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan literasi membaca siswa setelah berpartisipasi dalam program bimbingan belajar dengan pemanfaatan pojok baca di sekolah, dan les yang dilakukan diluar sekolah. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah pemanfaatan pojok baca di sekolah dapat meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa secara efektif melalui bimbingan belajar yang terencana dan berkesinambungan.
Pandangan Fiqih Islam Tentang Etika Menutup Aurat di Media Sosial Uswatun Hasanah; Dila Purwa Lestari; Aulia Mayada
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/a83v5366

Abstract

This study examines Islamic jurisprudence (fiqh) perspectives on the ethics of covering the genitals (awrah) on social media as a form of implementing sharia values in the digital era. Public social media often becomes a space for violations of the boundaries of genitals (awrah), especially among Muslim women. Using descriptive qualitative methods, this study analyzes Quranic verses, hadiths, and the views of scholars from various fiqh approaches. The results of the discussion indicate that the law of covering genitals remains valid in both the real world and the virtual world, as both are public spaces accessible to many people. The ethics of covering genitals on social media require caution in dress, uploading content, and keeping views away from things that are forbidden. Thus, maintaining genitals (awrah) on social media is not only an individual obligation, but also part of maintaining the self-respect and dignity of Muslims.
Designing a Fatwa on Carbon Trading in Indonesia Based on Maqashid al-Shari'ah Uswatun Hasanah; Surya Sukti; Anas Maulana
Jurnal Ilmu Hukum Tambun Bungai Vol 10 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Tambun Bungai Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61394/jihtb.v10i2.547

Abstract

Carbon trading as an instrument for climate change mitigation has been regulated through national policies and international frameworks (the 1997 Kyoto Protocol, the 2015 Paris Agreement, and Presidential Decree No. 98 of 2021), but to date there are no official Islamic jurisprudence guidelines guiding Islamic economic actors in carbon transactions. The absence of a fatwa from the National Sharia Council (DSN-MUI) has created legal uncertainty, with concerns about usury, gharar, and speculation, leading to the underutilization of the potential of Islamic green financing. This article aims to formulate a framework for carbon trading fatwas that aligns with the objectives of the maqashid al-shari'ah (environmental preservation), 'adl (justice), and the prohibition of gharar/usury. The method used is a juridical-normative approach with a literature review of conventional regulations, mu'amalah fiqh fatwas, and classical (al-Shatibi) and contemporary (Yusuf al-Qardhawi, Ali Yafie) thought. The results of this research are a draft fatwa framework governing the contract scheme, Measurement-Reporting-Verification mechanisms, and the roles of regulators and business actors in Sharia-compliant carbon trading. This framework is expected to serve as a reference for the National Sharia Council (DSN-MUI) and policymakers to strengthen legal certainty and encourage green investment in the Islamic economy. Implications of the research include recommendations for fatwa implementation, the development of Sharia-compliant carbon market instruments, and directions for future empirical research.