Burhan Rifuddin
Universitas Islam Negeri Palopo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Repeated Advertising on Purchase Behavior Moderated by Consumer Trust Burhan Rifuddin; Ilham; Sukran; Hamida; nurfadilah; Muh. Abdi Imam; Ahmad Nouruzzaman
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 8 No. 1 (2026): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v8i1.9927

Abstract

This study aims to analyze the effect of repeated advertising on purchase behavior with trust as an intervening and moderating variable. The study uses a quantitative approach through a survey of respondents, with data analysis using the Partial Least Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM) method. The measurement model was evaluated through validity and reliability tests based on outer loading, composite reliability, and average variance extracted (AVE) values. The analysis results show that repeated advertising has a positive and significant effect on purchase behavior and trust. In addition, trust also has a positive and significant effect on purchase behavior. However, the moderation test results show that trust does not moderate the relationship between repeated advertising and purchase behavior. The R-square value shows that repeated advertising explains 37.3% of the variation in purchase behavior and 14.2% of the variation in trust. These findings confirm the important role of repeated advertising in shaping trust and directly encouraging consumer purchase behavior. This study provides theoretical and practical implications for the development of marketing communication strategies.
LITERASI KEUANGAN, KESADARAN KEUANGAN DAN PERILAKU KEUANGAN PADA PELAKU BISNIS KOPI DI DESA TO’LONG KECAMATAN BASSE SANGTEMPE’ Raslin; Burhan Rifuddin
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2. No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i2.2390

Abstract

Penelitian dilakukan dengan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha kopi. Analisis data dilakukan melalui tahap pengolahan data, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan, sehingga memberikan gambaran yang terstruktur dan mendalam mengenai praktik pengelolaan keuangan pada usaha tersebut. Fokus penelitian meliputi pemahaman literasi keuangan, kesadaran terhadap nilai uang dan risiko utang, serta penerapan perilaku keuangan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi dalam tingkat literasi keuangan pelaku usaha kopi. Sebagian informan telah menyadari pentingnya pencatatan transaksi dan pengaturan arus kas, serta perencanaan penggunaan keuntungan, sementara sebagian lainnya masih menggunakan metode tradisional dan pencatatan belum dilakukan secara konsisten. Pada aspek kesadaran keuangan, pelaku usaha menunjukkan sikap menghargai nilai uang, berhati-hati dalam mengambil utang, serta melakukan upaya menabung dan menetapkan tujuan keuangan jangka pendek maupun panjang, meskipun penerapannya belum sepenuhnya optimal. Sedangkan pada aspek perilaku keuangan, Sebagian pelaku usaha sudah melakukan pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha, mengendalikan pengeluaran, serta menyediakan dana cadangan, namun masih terdapat keterbatasan dalam perencanaan keuangan yang sistematis dan berkelanjutan. Ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi dan kesadaran keuangan sangat diperlukan guna memperkuat perilaku pengelolaan keuangan pelaku bisnis kopi secara lebih terstruktur. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan program edukasi dan pendampingan keuangan bagi pelaku usaha kopi untuk meningkatkan keberlanjutan usaha dan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.