Dewi Septiana
Poltekkes Kemenkes Riau, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Karang Taruna dalam Pengelolaan Website Desa Terpadu sebagai Media Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Ranah Singkuang Nur Kholis; Dewi Septiana; M. Nufus Rahmatullah; Novita Herawati; Joni Pratama; Falinda Oktariani
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari-Juni 2026
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/dedikasi.v8i1.11492

Abstract

Desa Ranah Singkuang merupakan desa terpencil di Kabupaten Kampar yang menghadapi tantangan kompleks dalam optimalisasi peran Karang Taruna serta penyebaran informasi kesehatan, keagamaan, dan hukum guna mendukung upaya pencegahan stunting. Keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital, dan minimnya partisipasi organisasi kepemudaan menjadi kendala utama dalam pelaksanaan program kesehatan masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Karang Taruna melalui pengembangan website desa terpadu sebagai media edukasi yang mengintegrasikan informasi kesehatan, keagamaan, dan peraturan perundang-undangan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahapan survei, observasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan intensif, pendampingan berkelanjutan, simulasi, dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan pada Februari hingga November 2025 di Desa Ranah Singkuang, Kabupaten Kampar, dengan melibatkan 20 anggota Karang Taruna sebagai mitra utama. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa seluruh indikator capaian berhasil terpenuhi dan bahkan melampaui target yang ditetapkan. Sebanyak 65% peserta mampu memahami pengelolaan website desa terpadu, melampaui target awal sebesar 50%. Selain itu, telah terwujud website desa terpadu yang dapat diakses melalui https://ranahsingkuang.id/ serta tersusunnya 15 artikel edukatif tentang pencegahan stunting yang terdiri atas 5 artikel kesehatan, 5 artikel keagamaan, dan 5 artikel peraturan perundang-undangan. Website desa terpadu terbukti menjadi media informasi berbasis teknologi yang efektif dalam mendukung diseminasi edukasi kepada masyarakat, meningkatkan kapasitas Karang Taruna di bidang teknologi informasi, mengaktifkan kembali peran organisasi kepemudaan sebagai motor penggerak pembangunan desa, serta mendorong percepatan transformasi desa menuju konsep Smart Village. Kata kunci: website desa; pencegahan stunting; pemberdayaan karang taruna; smart village; literasi digital 
Implementation of Islamic Religious Education Values in Stunting Prevention Programs Nur Kholis; Dewi Septiana; Muhammad Yusuf; Novita Herawati; Joni Pratama; Ade Rifani Ardian
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v8i1.2295

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that requires a holistic approach to its management. Kampar Regency, with 89.12% of its population being Muslim, has successfully reduced the prevalence of stunting from 1,300 children to 571 children through the integration of Islamic religious education values in its prevention programs. This study aims to describe the implementation process of Islamic religious education values in stunting prevention programs in Kampar Regency, identify inhibiting factors in implementing Islamic religious education values, and propose strategies to overcome barriers in implementing Islamic religious education values in stunting prevention programs. The research used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews with 6 key informants, observations of 5 stunting prevention programs namely Gadih Ancak, Ocu Mapan, Gemarikan, Mobile Posyandu, and BAAS, as well as documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model with stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The implementation of Islamic religious education values was manifested through three main dimensions: aqidah values that teach that maintaining children's health is Allah's trust, sharia values that apply the concept of halal-thayyib in providing nutritious food, and akhlaq values that form social solidarity through the BAAS program. The religious approach increased community participation from 60-70% to 85-90%. Inhibiting factors include limited religious understanding among health workers, differences of opinion among religious scholars, and the absence of formal regulations. Strategies to overcome barriers include cross-sector training for human resources, strengthening cross-sector coordination, developing formal regulations, and standardizing health da'wah materials. The integration of Islamic religious education values has proven effective in increasing community motivation and participation in stunting prevention programs. The Kampar Regency model can serve as a reference for best practices with improvements in formalization and standardization aspects.