Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Pembudidaya Ikan Nila Melalui Penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) di Dusun Repok Pancor, Lingsar, Lombok Barat Rangga Idris Affandi; Bagus Dwi Hari Setyono; Damai Diniariwisan; Thoy Batun Citra Rahmadani; Wastu Ayu Diamahesa; Nunik Cokrowati; Laily Fitriani Mulyani; Yuliana Asri; Septiana Dwiyanti; Rizky Regina Kawirian
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14695

Abstract

Dusun Repok Pancor di Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat memiliki potensi besar dalam budidaya perikanan, khususnya komoditas ikan nila. Meskipun demikian, para pembudidaya masih menghadapi berbagai kendala, seperti pengelolaan pemeliharaan dan sanitasi yang belum optimal serta efisiensi penggunaan pakan yang rendah. Keterbatasan pemahaman mengenai standar Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) menjadi salah satu faktor penghambat peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya dalam menerapkan prinsip-prinsip CBIB. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan langsung dengan pendekatan partisipatif dan demonstratif. Evaluasi dilakukan untuk menilai perubahan pengetahuan dan sikap peserta sebelum dan sesudah program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan teknis pembudidaya, terutama terkait biosekuriti, pengelolaan kualitas air, penggunaan pakan yang tepat, serta pengelolaan limbah budidaya. Peserta juga memperlihatkan antusiasme dan komitmen dalam menerapkan CBIB pada kegiatan sehari-hari. Secara keseluruhan, pelatihan dan pendampingan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pembudidaya dan berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Empowering Coastal Communities Through Communal Natural Food Cultivation Training in Sugian Village to Optimize Pearl Oyster Seed Growth: Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Pelatihan Pembudidayaan Pakan Alami Komunal Di Desa Sugian Untuk Optimalisasi Pertumbuhan Benih Kerang Mutiara Alis Mukhlis; Nunik Cokrowati; Zaenal Abidin; Thoy Batun Citra Rahmadani; Sevia Miranti; Fitrah Putra Amnur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Tropis Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Siti Widhatul Faeha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65622/jpmti.v1i2.222

Abstract

Indonesia ranks third globally in Pinctada maxima pearl quality, yet small-scale farmers in Sugian Village, East Lombok face critical challenges with spat survival rates of only 1-5%, far below the economically viable minimum of 25-30%. Limited knowledge and skills in providing quality live feed constitute the primary constraint. This community service program aimed to enhance community capacity in communal live feed cultivation and establish sustainable production systems through technology transfer. The program employed a community-based learning approach with 18 participants, involving socialization, participatory facility development, technical training in Chaetoceros sp. cultivation, and comparative trials between outdoor and laboratory culture systems over four months. The outdoor culture system achieved Chaetoceros sp. density of 3.28 × 10⁶ cells/ml on day-3, only 9.8% lower than laboratory conditions (3.60 × 10⁶ cells/ml). Training significantly improved participants' knowledge from 16.7% (pre-test) to 83.3% (post-test), with 88.9% demonstrating independent culture capability and 46% mastering cell density calculation techniques using haemocytometer. The communal live feed cultivation model proved viable and sustainable, providing knowledge foundation for improving spat survival rates through consistent quality feed provision. This replicable model offers a practical framework for empowering small-scale pearl oyster farmers, potentially increasing spat survival rates from 1-5% toward the target of 25-30% through adoption of proven immersion feeding techniques.
PEMBERDAYAAN KUB SEGARE LAUK MELALUI LITERASI PEMBUKUAN KEUANGAN DIGITAL DI DUSUN UJUNG BETOK Lalu Hizbulloh; Yuliana Asri; Muhammad Sumsanto; Thoy Batun Citra Rahmadani; Septiana Dwiyanti; I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi; Syarif Husni; Sab'ul Masani; M. Yusuf
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10495

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segare Lauk dalam pengelolaan keuangan usaha melalui penerapan pembukuan keuangan digital. KUB Segare Lauk merupakan kelompok pembudidaya lobster pasir di Dusun Ujung Betok yang masih menghadapi kendala dalam mencatat keuangan, pengelolaan arus uang kelompok, dan penyusunan laporan keuangan yang sebagian besar masih dilakukan secara manual. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu, sosialisasi literasi keuangan digital, pelatihan penggunaan aplikasi pembukuan digital, pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Aplikasi yang digunakan dalam pelatihan dirancang untuk membantu anggota kelompok mencatat pemasukan, pengeluaran, serta menyusun laporan keuangan secara sederhana dan sistematis. Hasil kegiatan memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman pengetahuan anggota kelompok dalam mengelola keuangan secara digital. Peserta mampu melakukan pencatatan transaksi harian, memisahkan keuangan usaha dan pribadi, serta memanfaatkan aplikasi pembukuan untuk memantau kondisi keuangan usaha budidaya lobster. Selain meningkatkan efisiensi administrasi keuangan, kegiatan ini juga mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan usaha kelompok. Dengan demikian, program pemberdayaan ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas kelembagaan KUB Segare Lauk serta mendukung pengembangan usaha budidaya lobster yang lebih profesional, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.