Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KUB SEGARE LAUK MELALUI LITERASI PEMBUKUAN KEUANGAN DIGITAL DI DUSUN UJUNG BETOK Lalu Hizbulloh; Yuliana Asri; Muhammad Sumsanto; Thoy Batun Citra Rahmadani; Septiana Dwiyanti; I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi; Syarif Husni; Sab'ul Masani; M. Yusuf
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10495

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segare Lauk dalam pengelolaan keuangan usaha melalui penerapan pembukuan keuangan digital. KUB Segare Lauk merupakan kelompok pembudidaya lobster pasir di Dusun Ujung Betok yang masih menghadapi kendala dalam mencatat keuangan, pengelolaan arus uang kelompok, dan penyusunan laporan keuangan yang sebagian besar masih dilakukan secara manual. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu, sosialisasi literasi keuangan digital, pelatihan penggunaan aplikasi pembukuan digital, pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Aplikasi yang digunakan dalam pelatihan dirancang untuk membantu anggota kelompok mencatat pemasukan, pengeluaran, serta menyusun laporan keuangan secara sederhana dan sistematis. Hasil kegiatan memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman pengetahuan anggota kelompok dalam mengelola keuangan secara digital. Peserta mampu melakukan pencatatan transaksi harian, memisahkan keuangan usaha dan pribadi, serta memanfaatkan aplikasi pembukuan untuk memantau kondisi keuangan usaha budidaya lobster. Selain meningkatkan efisiensi administrasi keuangan, kegiatan ini juga mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan usaha kelompok. Dengan demikian, program pemberdayaan ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas kelembagaan KUB Segare Lauk serta mendukung pengembangan usaha budidaya lobster yang lebih profesional, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
PENINGKATAN KAPASITAS KUB SEGARE LAUK MELALUI INOVASI POLIKULTUR LOBSTER-BARONANG SISTEM KJA DI DUSUN UJUNG BETOK Yuliana Asri; Lalu Hizbulloh; Rangga Idris Affandi; Arya Arpanda; Laily Fitriani Mulyani; Nanda Diniarti; Wastu Ayu Diamahesa; Damai Diniariwisan; Bagus Dwi Hari Setyono
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10496

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas KUB pembudidaya lobster melalui penerapan inovasi polikultur lobster pasir (Panulirus homarus) dan ikan baronang (Siganus sp.). Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pembudidaya mengenai konsep, manfaat, dan teknik penerapan sistem polikultur. Selanjutnya, pelatihan difokuskan pada praktik persiapan keramba, teknik penebaran benih, manajemen pakan, serta pengelolaan kualitas air budidaya. Distribusi benih ikan baronang sebanyak 500 ekor dilakukan sebagai bentuk implementasi langsung sistem polikultur pada kelompok sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya dalam menerapkan sistem budidaya terintegrasi yang lebih produktif dan ramah lingkungan. Penerapan polikultur mampu mendukung diversifikasi komoditas budidaya dan meningkatkan peluang ekonomi kelompok pembudidaya. Program pengabdian ini mendapat respons positif dari masyarakat dan berpotensi menjadi model budidaya laut berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pembudidaya pesisir.
 SOSIALISASI JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN BAGI ISTRI NELAYAN POLE AND LINE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETAHANAN SOSIAL RUMAH TANGGA NELAYAN DI DESA BUGIS KECAMATAN SAPE, KABUPATEN BIMA Lalu Hizbulloh; Sab’ul Masani; Ade Rezkika Nasution; Mohammad Alwi Shahab; Yuliana Asri; Zaenal Abidin
Jurnal Pepadu Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v7i2.11017

Abstract

Profesi nelayan merupakan salah satu pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan kerja dan kematian tertinggi di dunia. Kondisi cuaca yang tidak menentu, gelombang tinggi, penggunaan alat tangkap, serta aktivitas fisik yang berat menyebabkan nelayan rentan mengalami kecelakaan yang dapat berujung pada cacat permanen maupun kematian. Namun demikian, sebagian besar nelayan skala kecil di Indonesia masih bekerja pada sektor informal tanpa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga keluarga nelayan menghadapi kerentanan ekonomi apabila pencari nafkah utama mengalami kecelakaan kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman istri nelayan mengenai risiko pekerjaan suami sebagai nelayan pole and line sekaligus memperkenalkan program BPJS Ketenagakerjaan kategori Bukan Penerima Upah (BPU) sebagai alternatif perlindungan sosial yang terjangkau dan mudah diakses. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima melalui metode diskusi partisipatif dan sosialisasi interaktif yang melibatkan istri nelayan pole and line. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi persepsi peserta mengenai risiko pekerjaan nelayan, penyampaian materi mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah memiliki persepsi yang baik mengenai tingginya risiko pekerjaan nelayan, terutama risiko tenggelam, kecelakaan saat memancing, cuaca buruk, serta kehilangan sumber pendapatan apabila suami mengalami kecelakaan. Namun demikian, pengetahuan mengenai mekanisme perlindungan sosial masih relatif rendah. Setelah kegiatan sosialisasi, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), besaran iuran, serta prosedur kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan BPU. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan istri nelayan merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran keluarga nelayan terhadap pentingnya perlindungan sosial dan ketahanan ekonomi rumah tangga.
SOSIALISASI GOOD HANDLING PRACTICE DI KAPAL POLE AND LINE DI SAPE- BIMA Lalu Hizbulloh; Sab’ul Masani; Mohammad Alwi Shahab; Rizky Regina Kawirian; Yuliana Asri; Zaenal Abidin
Jurnal Pepadu Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v7i2.11018

Abstract

Mutu ikan tuna hasil tangkapan sangat dipengaruhi oleh penanganan yang dilakukan segera setelah ikan ditangkap. Namun, sebagian besar nelayan pole and line di Sape, Kabupaten Bima, masih belum memahami teknik penanganan ikan yang baik (Good Handling Practices/GHP), sehingga berpotensi menurunkan kualitas dan nilai jual hasil tangkapan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan mengenai teknik penanganan ikan yang higienis di atas kapal. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2026 dengan melibatkan 15 nelayan tuna. Metode yang digunakan meliputi survei lokasi, wawancara, sosialisasi, dan praktik langsung di atas kapal. Hasil survei menunjukkan bahwa nelayan belum memahami teknik penanganan ikan yang sesuai standar. Setelah kegiatan sosialisasi dan praktik, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai prinsip-prinsip GHP, meliputi higiene dan sanitasi, penggunaan es yang tepat, penanganan ikan untuk mencegah kerusakan fisik, serta penyimpanan ikan di dalam palka. Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta dan diharapkan mampu mendorong penerapan GHP secara berkelanjutan sehingga mutu tuna hasil tangkapan tetap terjaga, kehilangan kualitas dapat diminimalkan, serta nilai jual ikan meningkat.