Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FUTURES GOLD WAQF ACCOUNTING: CHALLENGES AND OPPORTUNITIES IN SHARIA FINANCIAL REPORTING Santi Deswita; Himmatul Khairi; Septria Susanti; Muhammad Rais
Ad Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 10 No 01 (2026): Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ad.v10i01.9968

Abstract

Term gold waqf is an innovative waqf practice that has developed in society with the aim of increasing the productive potential of waqf assets. However, the application of accounting for term gold waqf still faces challenges in sharia financial reporting. This article aims to describe and analyze the challenges and opportunities in sharia financial reporting for term gold waqf. The method used is a descriptive qualitative study. The research findings indicate that the main challenge in Islamic financial reporting is the absence of specific reporting standards governing the recognition, measurement, presentation, and reporting of gold endowment futures. Additionally, the lack of human resource competence in Islamic accounting, as well as gold price fluctuations, pose challenges for endowment management institutions. On the other hand, there are also opportunities to improve Islamic financial literacy, namely through regulatory support or the development of PSAK 112 in line with contemporary waqf practices. The potential for partnerships between waqf management institutions and Islamic financial institutions, as well as Islamic financial reporting based on Fintech, provides opportunities for accounting for gold waqf. This research is expected to serve as a foundation for the development of accounting standards, particularly PSAK 112, and as a technical guideline for the recognition, measurement, presentation, and disclosure of accountable and sharia-compliant gold wakaf futures
Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Dalam Perspektif Ekonomi Islam dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat (Studi Kasus: Kel. Nai Pos-Pos Barat, Kec. Sorkam) Evi Dwi Anita Simatupang; Septria Susanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7895

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya evaluasi program bantuan sosial sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Fokus utama studi ini adalah menganalisis pelaksanaan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kelurahan Nai Pos-Pos Barat, Kecamatan Sorkam, melalui tinjauan ekonomi Islam serta pengaruhnya terhadap kondisi kesejahteraan penerima manfaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui sejauh mana prinsip ketepatan sasaran telah diimplementasikan sesuai nilai-nilai syariah dan bagaimana bantuan tersebut berdampak secara riil terhadap pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus riset lapangan. Sumber data yang digunakan dalam penelitia ini adalah data primer dan sekunder dengan informan penelitian kepada berbagai pihak terkait, meliputi perangkat kelurahan, agen E-Warung, hingga Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Teknik pengumpulan data daam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, data yang sudah diperoleh lalu dianalisis menggunakan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa program BPNT telah membantu meringankan beban pengeluaran pangan masyarakat, yang sejalan dengan konsep falah (kesejahteraan) dalam ekonomi Islam. Namun, kendala administratif berupa ketidakakuratan data pada sistem DTKS masih menjadi hambatan utama yang memicu ketidaktepatan sasaran. Kesimpulannya, penguatan pengawasan dan transparansi data menjadi syarat mutlak agar distribusi bantuan dapat mewujudkan keadilan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat penerima manfaat.
Analisis Praktik Usaha Penggilingan Padi dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus: Jorong Sumba, Nagari Ujung Gading) Miranti Miranti; Septria Susanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7942

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakjelasan timbangan, sistem pembayaran, dan penentuan upah yang masih menggunakan sistem pembayaran dalam bentuk beras dan belum sepenuhnya disertai akad yang jelas diawal transaksi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidakjelasan (gharar) serta kurangnya tansparansi dalam penentuan upah, yang dapat merugikan salah satu pihak, khususnya petani di Jorong Sumba, Nagari Ujung Gading. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik usaha penggilingan padi, untuk mengetahui faktor-faktor penyebab ketidakjelasan dan kurangnya transparansi yang menimbulkan ketidakadilan, serta meninjaunya berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi lapangan. Sumber data yang digunakan dalam penelitia ini adalah data primer dan sekunder dengan informan penelitian Pemilik Penggilingan, Petani, Tokoh Agama, dan Kepala Jorong Sumba. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, data yang sudah diperoleh lalu dianalisis menggunakan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik penggilingan padi masih dijalankan berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa adanya akad yang jelas dan tertulis, sehingga menimbulkan unsur ketidakjelasan (gharar) dan kurangnya transparansi, khususnya dalam penentuan upah dan biaya tambahan. Penentuan upah umumnya dilakukan melalui potongan hasil beras atau pembayaran tunai, namun besaran upah, keakuratan timbangan, serta biaya tambahan seperti pengeringan dan pengangkutan belum dijelaskan secara transparan sejak awal. Dalam perspektif ekonomi islam, praktik tersebut belum sepenuhnya memenuhi prinsip keadilan, keterbukaan, dan kerelaan antar pihak. Oleh karena itu, diperlukan kejelasan akad dan transparasi dalam pelaksanaan usaha penggilingan padi agar sesuai dengan nilai-nilai ekonomi islam.
Analisis Minat Masyarakat terhadap Produk Perbankan Syariah di Kabupaten Pasaman Barat (Studi kasus: Jorong Parit Kecamatan Koto Balingka) Alpina Alpina; Septria Susanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8046

Abstract

Kajian ini digagas untuk menelisik kecenderungan ketertarikan warga terhadap layanan perbankan berbasis syariah di wilayah Jorong Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, dengan menempatkan perhatian pada sejauh mana masyarakat memahami skema operasional dan akad yang digunakan, serta ragam determinan yang memengaruhi minat tersebut, seperti pembekalan pengetahuan, konstruksi persepsi, kedalaman religiusitas, dan kemudahan jangkauan layanan. Secara konseptual, kajian ini diharapkan mampu memperluas khazanah keilmuan mengenai corak perilaku konsumen muslim dalam menyikapi produk keuangan syariah, sementara secara aplikatif dapat menjadi rujukan bagi lembaga perbankan dan otoritas daerah dalam merumuskan pola diseminasi, promosi, dan literasi keuangan syariah yang lebih adaptif. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif dengan penggalian data melalui pengamatan langsung, dialog mendalam, serta penelusuran dokumen, sedangkan penentuan narasumber dilakukan secara purposif terhadap 30 informan yang mencakup warga pengguna maupun nonpengguna, figur sosial setempat, serta praktisi terkait, guna memperoleh gambaran yang utuh dan variatif. Temuan kajian mengindikasikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap perbankan syariah tergolong signifikan karena dinilai sejalan dengan nilai-nilai Islam, berwatak adil, dan terbuka, meskipun masih dijumpai hambatan berupa keterbatasan pemahaman mengenai distingsi bank syariah dan konvensional serta minimnya ketersediaan layanan. Kondisi ini menegaskan bahwa peluang pengembangan perbankan syariah di Kabupaten Pasaman Barat terbentang luas, sehingga penguatan literasi berkesinambungan, optimalisasi peran tokoh lokal, dan akselerasi inovasi layanan digital menjadi agenda strategis yang tak terelakkan. I