Rendahnya mutu minyak kelapa yang dihasilkan masyarakat Pulau Friwen disebabkan penggunaan metode tradisional tanpa standar bahan baku, sanitasi peralatan, filtrasi, dan kontrol suhu sehingga kualitas minyak kurang stabil serta belum memiliki nilai jual optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas produksi melalui sosialisasi, pelatihan teknis, dan pendampingan transformasi teknologi Friwen Coconut Oil (Frico) menggunakan pendekatan teknologi sederhana yang sesuai dengan kondisi pesisir. Pelatihan dilakukan melalui praktik langsung mulai dari pemarutan higienis, ekstraksi santan, pemisahan krim, pemanasan bertahap terkendali, filtrasi berlapis, hingga pengemasan steril disertai label produk. Pendampingan produksi diberikan untuk memastikan konsistensi alur kerja, penyamaan standar mutu, serta kemampuan peserta mereplikasi proses secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat mampu menghasilkan minyak kelapa lebih jernih, stabil, beraroma netral, memiliki daya simpan lebih baik, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Implementasi program ini juga membuka peluang pengembangan usaha rumah tangga berbasis sumber daya lokal, memperluas akses pemasaran produk olahan kelapa, meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir, serta menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan bagi wilayah kepulauan lain dengan karakteristik sosial ekonomi serupa di Indonesia.