Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas dan Ancilliary pada Kawasan Strategis Pariwisata di Kabupaten Wonosobo Zam Zam Masrurun; Arina Nindyar Saraswati; Hardiman Hardiman; Atika Nur Hidayah; Andreas Yogi Prasetyo
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v5i1.7520

Abstract

This study examines the condition of attractions, accessibility, amenities, and ancillary services within the Strategic Tourism Area of Kertek, Wonosobo Regency. Using a descriptive qualitative approach supported by field observations, interviews, and secondary document analysis, the research provides an integrated assessment of tourism components that shape the area’s development potential. Findings reveal that the region possesses a strong concentration of natural, special-interest, agro-tourism, and cultural–religious attractions, forming a diversified tourism landscape. Accessibility is supported by national and regional road networks, although local village roads and public transport connectivity remain limited. Amenities are primarily concentrated in urban corridors, resulting in service gaps in rural areas where key attractions are located. Ancillary support involving government agencies, local communities, and private actors is present but requires stronger institutional coordination to ensure cohesive governance. The study concludes that the Kertek tourism area holds substantial potential to strengthen Wonosobo’s tourism competitiveness. However, maximizing these potential demands improvements in intra-area connectivity, equitable distribution of visitor facilities, and enhanced collaborative governance to support sustainable tourism development.
Revitalisasi Kopi Melalui Sinergi Teknologi, Digitalisasi, dan Cerita Budaya dalam Mendukung Kearifan Lokal Desa Balesari Magelang: Coffee Revitalization Through the Synergy of Technology, Digitalization, and Cultural Stories in Support of the Local Wisdom of Balesari Village, Magelang Nila Nurlina; Herlita Prawenti; Her Tafga Arfanindita; Tri Retno Setiyawati; Andreas Yogi Prasetyo; Anida Puspita Wulandari; Salimah Auliyya Nur Azizah
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 10 No. 2 (2026): June (In Progress)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jindeks.v10i2.9648

Abstract

Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, memiliki potensi besar dalam sektor kopi, khususnya kopi robusta, yang dikelola oleh BUMDes dan UMKM lokal seperti Kopi Giyanti. Meskipun memiliki cita rasa khas dan telah meraih pengakuan dalam kompetisi lokal, pengembangan kopi di desa Balesari menghadapi berbagai tantangan, antara lain minimnya pemanfaatan teknologi produksi yang menyebabkan rendahnya kuantitas dan kualitas, terbatasnya jangkauan pemasaran yang masih mengandalkan metode konvensional, serta kurangnya strategi pemasaran berbasis kearifan lokal yang dapat meningkatkan daya saing. Oleh karena itu, program ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan teknologi produksi kopi melalui pelatihan penggunaan mesin grinder dan teknologi pengolahan kopi yang lebih aman dan efisien, memperluas jangkauan pemasaran melalui edukasi pemanfaatan e-commerce dan media sosial, serta mengembangkan strategi pemasaran berbasis storytelling yang mengangkat sejarah dan tradisi kopi di Desa Balesari sebagai nilai jual utama. Metode yang digunakan mencakup pelatihan, demonstrasi lapangan, pembuatan akun bisnis digital, produksi konten promosi berbasis budaya untuk memperkuat branding dan memperluas jaringan pemasaran. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan teknologi produksi dan digitalisasi pemasaran yang menonjolkan cerita budaya. Hal tersebut didukung oleh hasil evaluasi 20 pelaku usaha kopi di Balesari dimana pemahaman penggunaan mesin mitra meningkat dari 50% menjadi 80%, mitra juga mengalami peningkatan pemahaman K3 dari 60% menjadi 85% , dan peningkatan pemahaman cara merawat mesin dari 40% menjadi 75%. Selain itu, hasil evaluasi pada bidang pemasaran digitalisasi yang dikaitkan dengan cerita budaya juga mengalami peningkatan pada aspek pemahaman konsep digitalisasi dari 30% menjadi 75%, pemanfaatan teknologi digital dari 50% menjadi 85% dan pada aspek pemahaman penggunaan aplikasi digital dari 36% menjadi 81,3%. Hasil pelatihan ini juga menghasilkan rumusan cerita budaya yang menjadi tema untuk diangkat pada tiap promosi produk kopi Balesari.