This Author published in this journals
All Journal LEBAH
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat Salacca Tea: Teh Celup Kulit Salak Untuk Cegah Diabetes Di Aek Manis Kota Sibolga Dedi Mizwar Tarihoran; Dewi MS Situmeang; Leoni Siregar; Hanna Putri
Lebah Vol. 18 No. 1 (2024): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i1.248

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah akibat tubuh tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah cukup atau tidak dapat memanfaatkannya secara optimal. Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti gangguan ginjal, kebutaan, penyakit jantung, dan amputasi. Di Indonesia, prevalensi diabetes terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga upaya pencegahan dan penanganan sangat diperlukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan bahan alami sebagai obat herbal. Kulit buah salak yang selama ini dianggap limbah ternyata mengandung senyawa aktif seperti ferulic acid, proline, cinnamic acid derivatives, arginin, dan pterostilbene yang berperan dalam regenerasi sel, meningkatkan sensitivitas insulin, serta menurunkan kadar gula darah. Oleh karena itu, kulit salak dapat diolah menjadi teh herbal yang bermanfaat sebagai terapi alternatif untuk penderita diabetes melitus. Pemanfaatan kulit salak sebagai teh tidak hanya memiliki potensi sebagai obat herbal yang aman dari efek samping kimia, tetapi juga membuka peluang pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomis. Dengan pengolahan yang sederhana dan pemanfaatan bahan lokal, teh kulit salak dapat dikonsumsi sebagai minuman sehat seharihari sekaligus menjadi inovasi dalam pemanfaatan sumber daya alam sekitar
Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular Di Pondok Batu Rt 02/ Rw 03, Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah Siti Ratna Harefa; Leony Siregar; Dedi Mizwar Tarihoran; Jenni Susi Sihite; Rizkyandi
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.390

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian di dunia. PTM dapat diketahui dengan melakukan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol darah, gula darah dan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, kadar glukosa dalam darah, dan kadar asam urat. Kegiatan ini dilakukan pada hari Kamis, tanggal 25 September 2025. Lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan di Pondok Batu  RT 02/ RW 03, Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 24 warga. Berdasarkan pemeriksaan PTM didapatkan hasil 41,67% warga mengalami hipertensi, 20,83% warga hiperkolesterolemia, 8,33% mengalami hiperglikemi, dan 8,33% mengalami hiperurisemia
Pemberian Edukasi Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar Di Lopian Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah Pesta Meida Hutapea; Diana sipahutar; Fridella grace natalia tarigan; Dedi mizwar tarihoran
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i4.465

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai pertolongan pertama pada luka bakar di RW 08 Kelurahan SepanjangJaya, Kota Bekasi. Latar belakang kegiatan ini adalah masih rendahnya pengetahuan masyarakat serta masih adanya praktik penanganan luka bakar yang keliru, seperti penggunaan pasta gigi atau ramuan tradisional yang justru dapat memperburuk kondisi luka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan melalui penyampaian materi, demonstrasi, serta sesi tanya jawab dengan melibatkan 40 peserta masyarakat. Media pendukung seperti poster dan leaflet juga digunakan untuk meningkatkan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi dan terjadi peningkatan pengetahuan mengenai cara pertolongan pertama luka bakar yang benar, seperti penggunaan air mengalir untuk mendinginkan luka. Peserta juga mulai memahami bahaya praktik tradisional yang tidak sesuai dengan standar kesehatan. Kesimpulannya, penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pertolongan pertama pada luka bakar. Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat mampu menerapkan praktik yang benar dan menyebarkan informasi tersebut kepada lingkungan sekitarnya..