Perkembangan sosial emosional merupakan salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan pada anak usia dini. Namun, pembelajaran di lembaga PAUD masih cenderung berfokus pada kemampuan akademik sehingga pemanfaatan budaya lokal sebagai media pengembangan sosial emosional belum optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi bermain peran berbasis Dongkrek serta mengidentifikasi perkembangan nilai sosial emosional anak usia dini yang muncul selama kegiatan berlangsung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di TK Tunas Bangsa dengan melibatkan 15 anak kelompok B usia 5–6 tahun, seorang guru kelas, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi bermain peran berbasis Dongkrek dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terstruktur. Kegiatan tersebut mampu mengembangkan nilai sosial emosional anak, meliputi kerja sama, komunikasi, saling menghargai, empati, dan tanggung jawab. Aspek tanggung jawab dan saling menghargai menunjukkan perkembangan paling menonjol. Temuan ini menunjukkan bahwa kesenian Dongkrek dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang tidak hanya mengenalkan budaya lokal, tetapi juga mendukung penguatan sosial emosional anak usia dini.
Copyrights © 2026