Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Komparatif Gaya Bahasa pada Media Berita Online Indonesia: Studi Kasus Kompas, Detik, dan Tribun Rodo Lemuel Nadeak; Sevta Triwana Simamora; M. Faris Al Rafiq; Andly Sofian Hasugian; Anggia Puteri
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan gaya bahasa pada tiga media berita online Indonesia, yaitu Kompas, Detik, dan Tribun. Analisis dilakukan terhadap 45 artikel hasil subsampling acak dari total 55 artikel yang dikumpulkan. Penelitian menggunakan pendekatan komputasional dengan tahapan preprocessing teks berupa tokenisasi, penghapusan stopword, normalisasi huruf, dan pembersihan karakter non-alfabet. Enam aspek utama dianalisis, yaitu metrik dasar gaya bahasa, frekuensi penggunaan kata serapan bahasa Inggris, identifikasi kata khas menggunakan metode TF-IDF, visualisasi word cloud, serta deteksi clickbait pada judul berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas memiliki artikel paling panjang dan cenderung lebih formal serta mendalam. Detik memiliki rata-rata kata per kalimat tertinggi dan persentase judul clickbait paling besar, yaitu 33,33%, yang menunjukkan strategi editorial lebih agresif dalam menarik perhatian pembaca. Sementara itu, Tribun memiliki artikel paling ringkas, tetapi menunjukkan penggunaan kata serapan bahasa Inggris tertinggi dengan rasio 1,41%. Analisis TF-IDF dan word cloud memperlihatkan adanya perbedaan kosakata dominan yang mencerminkan fokus tematik masing-masing media. Penelitian ini menyimpulkan bahwa setiap media memiliki karakteristik linguistik yang khas sesuai dengan target pembaca dan strategi kontennya. Analisis komputasional semacam ini dapat digunakan untuk memahami pola bahasa media digital Indonesia secara lebih objektif dan sistematis.
Clustering Pola Intensitas Curah Hujan Berbasis Data Radar NOAA NEXRAD Level II Menggunakan Algoritma K-Means Silvester kosamah; Farizky Aulia Lubis; M. Faris Al Rafiq; Zahira Putri Julia Daulay
Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika Vol. 6 No. 1 (2026): Mei : Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/teknik.v6i1.1135

Abstract

Accurate classification of rainfall intensity patterns is important for early warning systems, hydrometeorological risk assessment, and water resource management. Surface rain gauges have limited spatial coverage, so this study uses NOAA NEXRAD Level II radar data from the KTLX station in 2023. K-Means clustering was applied to identify rainfall intensity patterns from 30 randomly selected days, with scans stratified into four daily time intervals. Seven features were extracted from each radar sweep, including reflectivity statistics, convective and stratiform ratios, and rainfall coverage. The data were normalized and balanced before clustering. The optimal cluster count was determined through a combined evaluation of the Elbow Method, Silhouette Score, and Davies-Bouldin Index, yielding K=5 as the most representative configuration. Evaluation results demonstrated a Silhouette Score of 0.3871 and a Davies-Bouldin Index of 0.8599, indicating moderate cluster cohesion that reflects the inherent overlapping nature of rainfall intensity transitions in radar reflectivity data. The clusters represent rainfall regimes from non-precipitating conditions to intense convective events. These results support the use of K-Means for automated rainfall pattern recognition and flood forecasting applications. 
Komparasi Algoritma Dijkstra dan A-Star untuk Optimasi Rute Kendaraan di Kota Medan M. Faris Al Rafiq; Dea Anggraini; Farizky Aulia Lubis; Adidtya Perdana
Jurnal Riset Informatika dan Inovasi Vol 3 No 12 (2026): JRIIN : Jurnal Riset Informatika dan Inovasi (INPRESS)
Publisher : shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan akan efisiensi mobilitas di kawasan perkotaan menuntut adanya sistem navigasi cerdas yang mampu menentukan jalur perjalanan paling optimal. Penelitian ini mengkaji permasalahan pencarian rute terpendek ( shortest path problem ) dengan membandingkan kinerja komputasi algoritma Dijkstra dan A* (A-Star). Eksperimen dilakukan secara komprehensif pada representasi graf jaringan jalan nyata di Kota Medan (terdiri dari 42.692 node dan 99.736 edge ) yang diekstraksi melalui OpenStreetMap (OSM). Pengujian menggunakan 100 test case yang terstratifikasi dalam kategori jarak dekat, sedang, dan jauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua algoritma secara konsisten menghasilkan jarak rute yang identik, membuktikan bahwa penggunaan heuristik hasrsine pada A* tetap menjamin optimalitas jalur. Namun dari segi efisiensi waktu eksekusi, algoritma A* terbukti jauh lebih unggul dengan memenangkan 95% kasus uji dan mencatatkan rata-rata speedup sebesar 2,83 kali lipat dibandingkan Dijkstra. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa keunggulan waktu komputasi A* memuncak pada rute jarak dekat (3,77x) dan perlahan menurun pada rute jarak jauh (1,68x) akibat kompleksitas topologi jaringan jalan. Berdasarkan uji statistik uji t berpasangan, perbedaan kinerja ini dinyatakan signifikan. Hasil analisis ini diharapkan dapat menjadi rujukan strategi bagi pengembangan sistem transportasi digital, khususnya penyesuaian algoritma perutean pada kondisi topologi lalu lintas riil di Indonesia.